
“ Kau laki apa bukan sih, bro Sekuat apa kau bisa menahannya. Sekedar ciuman itu bukan suatu hubungan. Malah terdengar seperti remaja yang baru pacaran. “
Aki menggelengkan kepalanya, seolah tak mempercayai apa yang di dengarnya barusan. Hubungan sahabatnya, seperti kekanakan.
“ Seharusnya kau tidak usah menikah.” Ucapnya lagi.
“ Kurasa tidak buruk juga. Lagian Mysha masih terlalu muda. Aku hanya khawatir, jika berlebihan ia akan menangis dan membenciku.” Ungkap Hiro.
“ Hmm,,,. Baiklah. Lakukan sesukamu.” Ujar Aki. Ia sepertinya tidak mampu lagi untuk memprovokasi pikirkan Hiro.
“ Permisi pak Aki.” Seorang pria datang membawa beberapa arsip. Ia menyerahkan arsip tersebut kemeja Aki. Hiro melirik Aki, seolah mengisyaratkan ' Siapa anak ini?' . Aki Cuma tersenyum sambil membuka arsip.
“ Kerjamu cukup bagus. Ya, terima kasih.” Kata Aki sambil memintanya untuk duduk. “ Ohya pak Hiro. Kalau tidak salah, istrimu kuliah di unsika kan.”
Hiro mengangguk.
“ Ku perkenalkan, ini wildhan anak magang tahun ini. “
Wildhan tersenyum sambil memperkenalkan dirinya.
“ Dan ini pak Hiro Takayama. Manager di sini.” Kata Aki lagi.” Kebetulan wildhan kuliah di universitas yang sama dengan istrimu lho.”
“ Benarkah. “ timpal Wildan. Ia mencoba berkomunikasi dengan baik. “ Jika boleh saya tahu. Jurusan apa dan namanya siapa? Mungkin saya kenal.” Wildhan merasa sedikit grogi. Ia baru pertama kali bisa ngobrol sedekat ini dengan orang asing. Yang lebih mengagumkan lagi, wildhan tidak perlu menggunakan bahasa Jepang. Baginya kedua atasannya ini, sungguh faseh menggunakan bahasa Indonesia.
“ Aku lupa menanyakan ia jurusan apa. “ jawab Hiro.
__ADS_1
“ Kamu enggak tahu jurusan apa Mysha kuliah. Benar-benar deh, suami istri yang aneh.”
Ketika mengatakan nama Mysha. Terbesit seseorang yang membuat wildhan mengerutkan dahinya. “ Tidak mungkin dia. Dia gadis baik-baik. Aku tahu karena Anita pernah berkunjung kerumahnya. Mungkin hanya kebetulan namanya saja yang sama.” Gumam wildhan dalam hati.
“ kau benar-benar membosankan Aki. Lebih baik aku kembali keruanganku. “ ketus Hiro. Ia sedikit kesal dengan ejekan Aki.
Aki tertawa. Ia membiarkan Hiro pergi dengan wajah cemberut.
“ Saya punya teman yang namanya sama dengan istri pak Hiro. “ kata Wildan yang seketika saja membuat Aki menatapnya datar.
“ benarkah.”
Wildhan mengangguk.
“ Cantik. Gadis cantik tanpa riasan dan jika dia mau, dia lebih cantik lagi jika di poles dengan make-up. “
“ Sepertinya kau menyukainya.”
Tebakan Aki, menancap langsung ke jantung. Wildan tersipu malu.
“ Jika kau suka, mengapa tak kau katakan. Tidak apa-apa jika menjadi laki-laki yang agresif. Toh sebagai laki-laki, kita juga ingin bahagiakan.”
Sebenarnya perkataan Aki memang benar. Tapi, Wildan. Ia seolah tidak mampu memperjuangkan cintanya. Agresif! Itu saran yang tidak pernah terpikir olehnya.
“ Prinsipku, Jika suka bilang saja suka. Untuk apa diam dan menunggu. Kan enggak ada gunanya. Cinta tidak perlu menunggu. Jika terus menunggu, cinta itu akan pergi dan kau akan tersakiti.”
__ADS_1
“ Terima kasih sarannya pak Aki. Mungkin aku harus mengubah sikapku untuk menyatakan perasaanku sebenarnya.”
“ Maaf pak Aki. Saya boleh pinjam wildhan sebentar.” Kata Bu Yanti yang mendadak datang.
“ Oh silahkan. Toh aku jadi keasyikan ngobrol. Jadi lupa menyuruhnya kembali ke tempatnya.”
“ Kalau begitu saya permisi dulu. Terima kasih.”
Aki mengangguk. Wildan pun meninggalkan ruangan pak Aki dan berjalan keluar bersama Bu Yanti.
“ Maaf jika aku menguping. Tapi, lebih baik jangan terlalu akrab dengan beliau. “ ujar Bu Yanti sedikit bersuara pelan.
“ Memang ada apa ya, Bu Yanti? “
“ Kebiasaan orang asing selalu memilih untuk menikah kontrak dengan orang pribumi. Mereka hanya butuh wanita untuk melayaninya di tempat tidur. Terutama pak Aki. Ia memang atasan yang sering ceroboh. Ia tidak malu menceritakan tentang pernikahan kontraknya. Tapi, berbeda dengan pak Hiro. Ia lebih tertutup. “
“ Tadi pak Aki tidak menceritakan hal tersebut. Ia hanya memberi aku saran untuk menyatakan cintaku kepada orang yang aku suka.” Potong wildan di sela cerita Bu Yanti.
“ Asal kamu tahu. Ada gosip yang beredar dari kalangan security. Tiga bulan lalu ada seorang gadis yang mencari pak Hiro. Menurut info dari salah satu security. Jika gadis itu adalah istri pak Hiro. Dia masih belia, muda,dan cantik. Dan semua memponis, jika gadis itu hanyalah istri kontrak pak Hiro.”
“ Mengapa ibu menceritakan aib orang lain.”
Bu Yanti seolah diam. Ia menundukkan kepalanya. Lalu meninggalkan Wildan sendirian. Wildan memang sedikit bingung. Mengapa Bu Yanti bersikap seperti itu. Mungkin ada sesuatu. Tapi,apa? Wildan kebingungan. Ia pun kembali kemejanya. Dan kembali bekerja.
__ADS_1