~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )

~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )
episode 22


__ADS_3

Jika kau sungguh mencintaiku. Mengapa tak kau lakukan. Bercinta denganku, apakah suatu hal yang buruk.


Sepulang dari Ancol. Aku tak mengira jika Yumi akan tinggal serumah dengan Hiro. Tidak ada hak bagiku untuk melarangnya. Yumi adalah tunangan Hiro yang baru datang dari Jepang. Wajar jika ia tinggal bersamanya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Tapi, di akhir pekan. Aku menemui Hiro. Sudah seminggu aku tidak kerumahnya, memang dari awal Hiro memintaku untuk tidak datang kerumah. Sepulang kuliah, aku harus berbohong kepada ibu. Jika cafe lagi tutup.


Pagi sekali aku pergi ke rumah suamiku. Setibanya di rumah, aku melihat mobil masih terparkir di garasi. Aku masuk ke rumah menggunakan kunci pribadiku. Sepi sekali keadaan di dalam. Mungkin aku pikir saat ini, Hiro masih tertidur di kamarnya. Aku naik kelantai dua. Dan ketika aku berada di lantai dua. Pintu kamarnya Hiro tertutup rapat. Aku membuka pintu kamarnya, memastikan apakah Hiro ada di dalam.


Jreng,,,,!

__ADS_1


Mataku terkejut. Tubuh Hiro yang setengah telanjang, memeluk seorang perempuan. Perempuan itu adalah Yumi, tunangan Hiro. Mereka habis melakukan apa? Pertanyaan itu yang seketika berada di dalam benakku. Inikah maksud dari Hiro. Jika ia melarang aku untuk tidak datang kerumahnya. Ia ingin melakukan hal ini bersama tunangannya. Sedangkan aku, hanya seperti anjing kecil yang hanya menjadi mainannya. Aku mundur, seolah tidak ingin melihat hal tersebut. Inikah akhir segalanya. Aku pikir ia menyukaiku. Tidak! Ia tidak menyukaiku. Aku hanya sekedar teman. Aku terlalu bodoh, berharap sendiri, dan jatuh cinta sendiri. Aku selalu mengira ia merasakan cinta yang sama sepertiku.


“ Mysha.” Suara itu keluar dari sebelah kamar Hiro. Suara yang tak asing. Suara Aki.


Hiro terbangun. Ia memandang Yumi tertidur di sampingnya.


“ Aku benar-benar mabuk. Mengapa aku bisa menganggap Yumi istriku. “ kata Hiro kepada dirinya.

__ADS_1


Suata Aki, seketika membuat Hiro keluar kamar dengan mengenakan celana dalam. Aku terkejut dan Hiro pun begitu. Kami saling memandang. Ia tahu, kalau aku sudah melihat semuanya.


“ ini berakhir.” Kataku. Air mataku menetes. Hiro mendekat. Tapi aku berteriak dan mendorongnya dengan kasar.” Cukup. Jangan permainkan aku lagi. Aku membencimu. Jadi aku mohon bebaskan aku.”


Kali ini, untuk pertama dan terakhir kalinya aku meminta kebebasan yang tidak pernah ingin aku katakan. Tapi, melihat semua itu. Perasaanku sakit. Aku tidak ingin memaafkannya. Aku ingin pergi, kabur dari tempat itu, dan melupakannya. Tidak ada lagi ikatan suami atau istri. Aku akan kembali menjadi putri ibuku seperti dulu.


Hiro menundukkan kepalanya. Lalu, tiba-tiba ia memukul dinding dengan melampiaskan kekesalannya.

__ADS_1


“ Pergilah. Aku membebaskanmu. Dan selamat tinggal.” kata-kata terakhir Hiro terus saja terngiang di telingaku. Aku berlari keluar, air mataku terus saja berjatuhan. Ini memang sudah berakhir. Harusnya aku senang. Aku bebas. Dan tak perlu lagi aku harus membagi waktuku untuknya. Uang kompensasi sebanyak 1 milyar, tidak perlu menjadi kekhawatiran aku lagi. Selamat tinggal cinta pertamaku.



__ADS_2