
Anita memamerkan novel koleksi terbarunya. Novel yang berjudul ' Ciuman pertamaku di renggut oleh pria berwarga negara asing '. Bukankah ini Suatu kebetulan yang menyakitkan. Aku seolah mengingat hal itu lagi. Ciuman Hiro yang membuatku melayang. Aku terdiam sambil menggigit bibirku. Malu rasanya jika mengingat hal tersebut. Mengapa semua ini bisa terjadi begitu saja. Ciuman di pipi berubah menjadi ciuman bibir yang menggairahkan.
“ Wah, Anita. Pagi-pagi dah piktor.”
Wildan merampas novel Anita. Dan membaca judul yang tertulis jelas di cover sampulnya.
“ Ciuman... pertamaku... dengan... pria... berwarga negara asing... “ kata Wildan sembari membaca dengan satu persatu.
“ Kembalikan, Wildan.” Teriak Anita.
“ Kau bodoh ya.”
Wildan mengembalikan novel Anita dengan memukulkan buku tersebut ke kepalanya.
“ EGP.” Balas Anita.
“Hai Mysha. Kok bengong.” Sapa Wildan yang kemudian duduk di sebelahku.
“ sepulang dari kampus kita nonton yuk. Aku ada tiket gratis nih.” Ujar wildan.
“ Memangnya mau nonton apa? Kataku.
“ Aku belum tahu mau nonton apa. Gimana jika kita lihat dulu film hari ini.”
“ Lihat di Google kalie. Zaman now masih lupa sama google. Tuh google kaya Mbah dukun, bisa jawab apa yang menjadi kebodohan di otakmu.” Timpal Anita .
__ADS_1
Wildan mencibir, mengejek Anita yang sengaja dibuatnya kesal.
“ Kayanya aku enggak bisa deh “ kataku.
“ Mysha kenapa enggak ikut sih. Aku enggak mau nonton cuma berdua dengan cecunguk satu ini.”
“ Siapa yang kau bilang cecunguk.” Potong wildan.
“ Ya siapa lagi. Ya kamulah.”
Aku menghela napas melihat pertengkaran mereka.
“ Baiklah aku akan ikut. Tapi, bisakah kalian tenang.” Mereka berdua langsung diam. Permainan apa lagi ini. Mereka berdua akhirnya tertawa dengan berkata.
“ Jika kami enggak ribut. Pasti kamu enggak bakal mau ikut. Kerja yang bagus wildhan.”
***
Hari ini aku tidak pulang kerumah Hiro. Aku mengirimkan pesan, jika aku tidak bisa pulang hari ini. Karena ibuku memintaku untuk menemaninya ke acara pernikahan. Dari pesan itu, Hiro tidak mencurigai kebohonganku. Aku memang berbohong. karena tidak mungkin ia akan mengizinkanku dengan alasan sebenarnya.
Film hari ini di pilih oleh Wildan atas usulan Anita. Anita memang penggemar film romantis. Aku hanya mengikuti mereka. Entah mengapa, di saat film sedang berlangsung. Pikiranku tertuju pada Hiro. Ada apa ini? Aku juga bingung. Setelah ciuman itu, mengapa bekas bibir Hiro masih terasa. Aku hampir tak bisa konsentrasi. Pikiranku di penuhi dengan Hiro.
“ Maaf.” Kataku di sela film sedang berlangsung. “ Aku mau pulang.”
Anita terkejut mendengar hal itu.
__ADS_1
“ Ada apa sih, Mysha? Mengapa tiba-tiba mau pulang. Film juga baru mulai. Apa kamu enggak suka film ini. Kenapa enggak ngomong dari tadi sih.”
“ Bukannya aku enggak suka. Ada hal yang harus aku lakukan. Maaf banget. ” Kataku.
Setelah basa basi, aku berpamitan. Lalu, aku langsung meninggalkan mereka. Tapi Wildan, ia berlari menyusul ku dan menahanku keluar.
“ Ada apa? Apa ada masalah?” tanya Wildan. Ia terlihat mengkhawatirkan ku.
Aku menjawab dengan gelengan.
“ Trus , kenapa kamu pulang duluan?”
“ Maaf, Wildan. Aku ada urusan.”
“ Urusan apa?”
“ Apakah aku harus menceritakannya? “ tanyaku yang seketika membuat wildan menarik tanganku.
“ Apa aku salah jika aku khawatir dengan cewek yang aku suka. “
Aku benar-benar terkejut. Kata suka yang keluar dari mulut wildan, membuat aku tertegun seperti patung. Apa yang dikatakannya membuat aku tidak bisa berpikir. Arti suka. Suka seperti apa? Membingungkan. Aku kembali menyadarkan diriku. Dan menepis tangan wildan.
“ Maaf Wildan. Tapi, aku buru-buru.”
Aku meninggalkannya begitu saja. Tanpa jawaban dan alasan. Entah ada apa? Aku juga tidak mengerti. Pikiranku di penuhi dengan Hiro. Bekas ciumannya membuatku tak bisa berhenti memikirkannya. Aku resah. Seolah perasaanku menyatu. Hiro memanggilku. Itu yang ada di pikiranku. Ia memanggilku dengan perasaan yang sama. Oh Tuhan, Apakah ini cinta atau bukan?
__ADS_1