~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )

~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )
episode 15


__ADS_3

Rumah yang bernomor 17, memang terlalu jauh dari jalan. Aku mengambil jalan pintas yang di sarankan oleh salah satu security kompleks. Dan kebetulan, security sempat memberi info ' Jika rumah no.17 itu baru beberapa Minggu di tempati. Sepertinya penghuninya masih terlalu muda’. Tepat seperti dugaan ku. Tidak banyak berpikir, aku pergi ke rumah yang jaraknya lumayan cukup jauh jika di tempuh dengan berjalan kaki. Aku mungkin terlalu bersemangat, hingga melupakan kompleks perumahan Puri ini cukup luas.


Ada beberapa rumah yang bernomor kurang jelas. Dari sekian banyaknya rumah yang aku lewati, akhirnya aku menemukan rumah bernomor 17. Rumah yang bercat coklat, memiliki taman kecil dan sebuah mobil berwarna merah yang terparkir di garasi. Aku masih ragu untuk masuk. Yang aku lakukan hanya memperhatikan rumah itu dari luar pagar.Tiba- tiba saja tanpa di duga, seseorang hendak keluar dari dalam rumah. Aku mundur selangkah. Khawatir jika aku salah alamat dan di kira maling. Tak berapa lama, dari balik pintu, seorang wanita yang ku kenali keluar. Wanita itu adalah Tante syara.


“ Din, aku pulang dulu. “ kata Tante syara. Ia berjalan kearah mobil. Memasukkan beberapa barang yang di bawanya dari dalam rumah. Ketika ia menutup pintu mobil dan ingin kembali ke dalam rumah. Ia melihat keberadaanku. Kami langsung saling bertatapan.


“ Tante, nih di bawa sekalian. Biar om Aki tambah sayang.”


Suara Dina menghentikan ketegangan kami. Aku mengalihkan pandanganku kearah Dina dan menatapnya dengan wajah yang ingin memakannya.


“ Mey.” Hanya itu yang mampu diucapkan Dina ketika menyadari kedatanganku.


Perasaan sakit di hianati seolah mendorongku masuk. Aku langsung menampar wajahnya dan menendang kakinya. Dina kesakitan. Ia tak melawan ketika aku menarik rambutnya dan menjambaknya dengan keras. Tante syara yang tersudut. Bergegas menelpon seseorang. Aku tidak peduli siapa yang ia telphon. Yang aku lakukan hanya menarik Dina dan berkata dengan amarah yang tak terkontrol.


“ Kau pikir aku wanita yang seenaknya kamu jual. Kau memang benar-benar mirip dengan ayahmu. Menjualmu dan kau pun melakukannya. Menjual ku dengan mengkhianati persahabatan kita. Aku menyesal pernah menyayangimu, menyesal percaya, menyesal bertemu denganmu. Kau perempuan rendah tak tahu malu.”


Dina hanya menangis. Ia membiarkanku terus memakinya.


“ Aku sangat membencimu, Din. Jika aku bisa. Aku akan melaporkanmu kepolisi. Tapi, sekarang kau harus ikut aku. Menjelaskannya kepada ibuku dan membayar denda kepada laki-laki mesum itu.”


“ Siapa yang kau bilang laki-laki mesum?” pertanyaan yang tiba-tiba terdengar, membuat aku berbalik. Aku tidak menyadari kedatangan Hiro. Suara mobilnya pun tanpa aku sadari sudah terparkir di depan rumah. “ Jika kau ingin membawa Dina, aku persilahkan. Jelaskan ke orang tuamu masalah pernikahan ini. Setelah itu, aku akan menunggu uang kompensasinya. Aku tidak peduli siapa yang akan melunasinya. So,,, lakukan sesukamu.”

__ADS_1


Tanganku terasa lelah. Aku melepaskan Dina. Dan mundur selangkah, menutup wajahku dengan kedua tangan. Lalu aku, menangis sekeras-kerasnya. Sakit sekali perasaan ini. Dia sahabatku, mengapa tega menjual ku. Hiro mendekat. Menarikku dan memelukku. Berlahan ia membelai rambutku beberapa kali. Dan kemudian berkata.


“ Maukah kau pulang bersamaku.”


Aku mengangguk pelan. Air mataku masih berjatuhan. Ia melepaskan pelukannya. Menyapu air mataku dengan tangannya.


“ Sudah aku bilang. Aku tidak akan berbuat yang lebih dari pada ini.” Ia memegang bibirku, mengisyaratan bahwa ia hanya meminta bibirku bukan lebih dari pada itu. Dan kemudian ia mencium jidatku yang tertutup oleh beberapa helai rambut.


“ Maafkan aku.”


Suara Dina terasa menjijikan. Aku menatapnya kembali, memandangnya dengan penuh benci.


“ Dari dulu. Kau selalu yang terbaik, Mey. Tanpa polesan dan riasan. Semua cowok selalu berkata ' Mysha chantik'. Hal itu membuat aku iri. Kau selalu yang terbaik di mata cowok. Terutama di mata Hiro.”


Dina menghapus air matanya. Kemudian berkata, “ Hiro tidak menyukaiku. Ia menyukaimu. Kau selalu saja mengambil cowok yang ku sukai. “


“ Aku tidak pernah mengambil cowokmu. “ potongku ketus.


“ Jika aku meminta Hiro untuk bersamaku. Apa kau akan memberikannya?”


“ Aku tidak mau.” Jawab Hiro.

__ADS_1


“ Tapi, aku mau.” Kataku .


Hiro memandangku. Mata sipitnya seolah ingin mengancam.


“ Beri aku satu alasan. Mengapa kau memilih aku? ”


“ Apa itu perlu?” Hiro malah balik bertanya.


“ Jika kau menjawabnya. Aku tidak akan mempermasalahkan pernikahan ini. Dan aku akan melakukan kewajibanku sebagai istri.”


Hiro menghela napas, seakan ia lelah dengan pembicaraan ini. Mungkin baginya, pertanyaan ku terdengar kekanakan.


“ Kau gadis bodoh dan polos. Bukan itu saja. Kau baik, sayang keluarga, mandiri, manis, chantik dan menarik. Semuanya ada dirimu. Aku menyukai segala hal tentang dirimu. Karena aku, fall in love with you.”


Alasannya apapun tidaklah penting. Akan tetapi, ketika ia mengatakan, ' fall in love with you'. Debaran jantungku terasa berdendang, berirama sesuai notnya. Aku memandang wajahnya, merasakan perasaan yang sama sepertinya. I also fell in love with you.


Sebelum aku meninggalkan Dina. Aku berkata satu hal padanya.


“ Jangan pernah menampakkan dirimu lagi kepadaku dan juga keluargaku. Semua sudah berakhir, kau bukan lagi teman atau sahabatku. Lupakanlah jika kita pernah kenal. “


Dina menangis. Ia tidak menyangka jika aku akan mengatakan hal itu. Sebenarnya aku juga tak tega mengatakannya. Aku membalikkan wajahku. Pergi meninggalkannya. Aku benar-benar tidak kuat. Di dalam mobil, aku memegang dadaku. Memukul dadaku yang terasa sakit.

__ADS_1


***



__ADS_2