~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )

~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )
episode 8


__ADS_3

Surat Perjanjian pernikahan Kontrak. Pihak pertama: Hiro takayama (27). Pihak kedua: Mysha Ramadhani(18).Pihak kedua berjanji, apabila membatalkan pernikahan dan melanggar perjanjian maka pihak pertama menuntut denda 1 Milyar.


Lampiran email yang baru saja masuk, bertuliskan tentang perjanjian pernikahan kontrak. Lampiran itu lengkap dengan tanda tanganku. Aku terdiam, nafasku terasa sesak, jantungku berdegup dengan kencang. Aku jatuh pingsan ketika mata kuliah sedang berlangsung.


Kepalaku terasa berputar, aku tak mampu membuka mataku dan menyadarkan diriku. Sesuatu telah terjadi, ini kesalahan. Yang teringat, kata Maaf dari Dina. Apakah itu artinya ....? Aku mencoba berpikir positif. Mungkin ini Cuma kesalahan. Mataku berlahan terbuka, aku tersadar dan langsung bangkit dari tempat tidur.


“ Tenang dulu.” Suara pria tak kukenal, menahanku dan seolah memintaku untuk tenang. Aku menatap pria itu dengan wajah datar.


“ Kau baru saja sadar. Lebih baik istirahatlah dulu.” Kata pria itu lagi.


“ Mysha, ada apa sih ? kenapa kamu pingsan, aku takut banget.” Suara Anita membuat kesadaran ku makin pulih.


Anita adalah teman yang baru ku kenal. Ia satu jurusan denganku. Sikapnya memang selalu centil dan heboh. Teman-teman menyebutnya Miss lebay.


“ Waduh, cowok ko di anggurin. Cakep lagi.” Kata Anita, ia menyenggol pelan tubuhku.


“ Dia maksudmu?” kataku sambil menunjuk pria yang duduk di kursi, di sebelah kasurku.


“ Emangnya Mysha enggak kenal sama kakak senior.”


“ Maksudmu?” aku sebenarnya tidak ingin tahu siapa pria itu. Di kepalaku penuh dengan isi surat perjanjian kontrak.


“ Aku wildhan. Aku kuliah di jurusan teknik tingkat 2. “ katanya seraya memperkenalkan diri.


“ Aku Anita, dan temenku yang kamu gendong tadi namanya Mysha. Kami dari jurusan bahasa inggris.”


“ Apa yang kau bilang tadi, anita? Aku di gendong.”


Anita mengangguk.


“ Maaf, jika kau merasa aku lancang menggendongmu. Tadi hanya sebuah kebetulan. Aku adik pak Yanto dosen cupu yang di bilang bujang lapuk itu. Dan kebetulan, aku tadi mencari kakakku untuk memberikan skripsi yang tertinggal di rumah.”


“ Mengapa kamu beda dengan pak Yanto. Pak Yanto terlihat cupu. Dan kamu ganteng banget.” Pujian Anita membuatku tertawa. Memang pujiannya terlalu berlebihan. Tapi, ekspresinya itu. Seperti melihat cowok K-Pop yang lagi manggung.


Tiba-tiba aku tersadar akan satu masalah. Aku mengambil tasku yang sedari tadi di bawa dan di peluk oleh Anita. Mungkin karena keasyikan ngobrol, ia pun lupa memberikannya.


Aku mengambil ponselku. Melihatnya sebentar dan kemudian aku langsung pergi meninggalkan mereka tanpa penjelasan.


__ADS_1


***


Security-nya menahanku. Alasannya hanya satu, aku belum membuat janji lebih awal untuk bertemu dengan pak Hiro Takayama. Wajar saja mereka melarang ku untuk tetap masuk. Malah mereka mengusirku secara paksa.


“ Aku mohon pak. Sekali ini, biarkan aku masuk. Jika anda tidak percaya. Tanya kepada pak Hiro, jika ada seorang gadis yang mencarinya dan ingin bertemu dengannya.”


Permohonanku tetap di tolak. Aku tetap berdiri di gerbang. Mungkin ada harapan untuk tetap bisa masuk dan bertemu dengan Hiro. Tapi, cuaca sepertinya tidak mendukung. Awan di langit nampak mendung. Ada butiran-butiran kristal berjatuhan dan mulai menyentuh kulitku.


“ Mba, hari mau hujan. Sebaiknya mba pulang.” Kata salah satu security itu.


Aku tak menghiraukan peringatannya. Dalam kegelisahan, aku tetap ingin bertahan. Entah bagaimana pun caranya. Mataku menatap langit. Air hujan terasa membasahi seluruh wajahku. Aku memejamkan mataku, mengangkat kedua tanganku, dan kemudian aku membayangkan serpihan kepahitan dalam kenyataan yang baru aku alami. Istri kontrak ! Mungkin ini sekedar mimpi. Di saat aku membuka mata, aku ingin semua itu tidak terjadi. Aku memohon kepada keajaiban Allah. Berdoa, agar kehidupanku kembali normal.


Thit thin !


Suara klakson mobil mengejutkanku. Aku membuka mata dan memandang kearah mobil.


“ Maaf pak. Ada gadis yang mulai tadi di minta pergi, tapi malah ia menolak pergi.” Kata security itu ketika kaca mobil berwarna silver, terbuka.


“ Mysha!”


Suara itu terdengar dari sebelah mobil. Pria itu mendongakkan kepalanya. Melambaikan tangannya dengan senyum yang lebar. Aku langsung mengenalinya. Dia adalah Aki, sahabatnya Hiro.


“ Aku ingin bertemu dengan Pak Hiro Takayama.” Ucapku datar.


“ Jadi pak Aki, kenal dengan gadis ini.” Timpal security yang mengusirku tadi.


“ Tentu saja, pak Ahmad. “ jawab Aki, sok akrab. “ Gadis ini adalah calon istri dari pak Hiro. “


Mendengar hal tersebut, aku menendang kaki Aki.


“Auh. Sakit! Bisakah kau lebih lembut sedikit sama seorang pria.”


Teriakan Aki membuat pria yang berada di dalam mobil membuka kaca jendelanya, keluar dan menarik tanganku.


“ Hiro.” Gumamku. “ Tunggu” kataku dengan menahannya. “ Apa maksud email mu barusan? Jawablah sekarang.”


“ Kau tidak bisakah melihat situasi kita saat ini. Di sini banyak orang yang melihat kearah kita. Sekarang masuk dulu kedalam mobil. “


Aku menepis tangan Hiro. Menolak kasar perintahnya.

__ADS_1


“ Ini bohong kan.”


Hiro diam. Ia tidak menjawab. Tatapannya membuat aku sedikit berdebar. Hujan semakin deras, Dan berlahan tubuh kami di guyur oleh hujan. Dingin sekali. Bibirku mulai mergetar, menggigil kedinginan. Lalu Aki, berlari kecil, Berteduh di pos security.


“ Kamu ingin masuk atau tidak.”


Suara Hiro terdengar tegas, memintaku untuk masuk ke dalam mobilnya.


“ Aku ingin jawabanmu. Bukan ingin pergi bersamamu.”


“ Jangan bersifat kekanakan. Ini hujan, kau bisa sakit.”


“ Jawab aku, itu semua bohong kan.”


Hiro menghela napas. Memandangku dengan menahan rasa kesal.


“ Itu benar. Dan tiga hari dari sekarang, aku sudah mempersiapkannya. Kita menikah dua hari lagi. Jadi, bersiaplah.”


Air mataku yang menetes seolah tidak terasa, air hujan telah menutupi segalanya.


“ Aku tidak mau menikah denganmu.” Ucapku pelan.


Hiro mendekat, ia menarik tanganku dan mendekatkan wajahnya ke telingaku.


“ Tidak masalah jika kamu tidak mau menikah. Tapi, kau akan membayar dendanyakan. “


Denda! Aku masih mengingat dengan jelas, denda yang tertulis di dalam lampiran email.


Satu milyar !


“ Pikirkanlah. Dan jika kau tidak sanggup membayarnya. Kau harus datang ke rumah syara. Hari sabtu ini, Kita akan melangsungkan pernikahan. Tapi, jika kau sudah memiliki uang 1 milyar. Kau bebas.”


Hening. Aku tak bisa berpikir. Bagaimana aku bisa mendapatkan uang sebanyak itu.


“ Pak Aki, bisakah kau mengantarkan gadis ini pulang.”


Aki yang cengengesan sambil menggosip dengan sekelompok security, tertawa ketika Hiro melemparkan kunci mobilnya. Ia tak menjawab, tapi dengan cekatan ia langsung berlari kemobil dan mendorongku masuk ke dalamnya.


__ADS_1



__ADS_2