~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )

~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )
episodw 19


__ADS_3

“ Ibu tidak memahami mereka akhir-akhir ini. Seharian dafha dikamar, entah ada apa? Ia pulang jam 1, langsung masuk kamar. Tidak biasanya ia seperti itu.” Ujar ibu.


“ Mungkin dafha kurang enak badan. Tidak apa-apa jika ia istirahat sebentar.” Kata ayah.


“ ibu sudah mengecek badannya. Katanya ia baik-baik aja. “


Karena, kekhawatiran istrinya. Ayah pun menemui dafha di dalam kamar.


“ Jika sakit, kenapa tidak pergi berobat.”


“ Rupanya Ayah. “


“ Memangnya kau kira siapa?”


“ Bukan siapa-siapa.”


“ Mau cerita atau tidak.”


Ayah begitu mengerti karakter putranya. Kebiasaannya sedari kecil tidak pernah berubah. Dafha cenderung mengurung diri jika ada masalah. Setiap masalah yang ia hadapi, selalu saja di simpannya. Ia tidak akan mau menceritakan kepada ibunya. Ia juga khawatir. Jika masalahnya sudah di ketahui ibunya. Dunia terasa pecah. Ibu memiliki karakter arogan jika dia marah. Berbeda dengan ayah. Selalu mempertimbangkan apa yang terjadi.


“ Tadi siang, aku bertemu dengan seorang gadis yang aku sayangi.”


Dafha memulai ceritanya dari orderan go food yang di kirimnya siang tadi. Perumahan Cluster indah adalah perumahan elit dan cukup berkelas. Perumahan itu, banyak di huni oleh orang berkewarganegaraan asing.


Blok Anggrek no. 124.Rumah yang memiliki dua lantai dan ber-desain cukup mewah. Tamannya yang di buat minimalis, berkonsep homecoid garden, terlihat indah dan tertata rapi. Dafha mengecek kembali alamat yang tertera di ponselnya. Ternyata alamat yang tertulis sesuai dengan rumah yang barusan di lihatnya. Ia menghentikan motornya, lalu menekan bel.


Tidak lama, seseorang keluar. Dafha tidak begitu memperhatikan orang tersebut. Ia masih mengenakan helm hingga seseorang itu berkata. “ Maaf mas, sudah lama menunggu ya.”


Suara gadis itu membuat dafha melepaskan helmnya. Ia terkejut ketika melihat gadis itu adalah adiknya.


“ Kak dafha.” Aku tertegun melihatnya.


“ Kamu ngapain di sini. Jangan bilang kalau kau ...” dafha tak bisa melanjutkan perkataannya.


“ Mey, uangnya cukup.”

__ADS_1


Kedatangan Hiro, membuat suasana jadi tambah menegangkan.


“ Berapa mas?” kata Hiro sembari mengambil dompetnya.


Dafha tiba-tiba langsung menarik tanganku dan berkata. “ Kita pulang. “


“ Tunggu dulu. Ada apa ini?”


Hiro menahan dafha. Ia menarikku dan mendorong kakakku


“ Seharusnya aku yang bertanya. Kamu siapa? Mengapa adikku ada di rumahmu?”


Hiro mulai mengerti, ia tidak tahu jika pria yang berdiri di depannya adalah kakak iparnya.


“ Kembalikan adikku.”


“ Kak dafha, ini tidak seperti yang kau lihat. Aku akan menjelaskannya.”


“ ini sudah cukup jelas. Kau malah mengelak. Jadi seperti inikah pekerjaan di cafe. “


Ketika berada di dalam rumah. Kak dafha menarikku untuk duduk di sebelahnya. Hiro memaklumi hal tersebut dan membiarkannya.


“ Mungkin saya akan memperkenalkan diri terlebih dahulu.” Ucap hiro. Lembut sekali ia berkata kepada kakakku. “ Nama saya Hiro Takayama. Saya berasal dari Tokyo.”


“ Aku tidak perlu perkenalan seperti itu. Yang ingin aku tahu, apa hubungan kalian berdua.”


“ Mysha adalah istriku. Kami sudah 3 bulan menikah.”


Tiba-tiba saja kak dafha berdiri. Ia langsung memukul Hiro. Dan kemudian menariknya hingga mereka berdua saling bertatapan. Hiro tidak melawan. Ia tahu jika ini bakal terjadi.


“ istrimu, kau bilang. Ia itu adikku. Adikku yang belum pernah menikah. Jangan sembarangan bicara.”


“ Cukup, kak.” Aku berteriak menahan kak dafha untuk memukulnya lagi. Aku tahu, Hiro tidak akan melawan. Ia malah diam sambil menyunggingkan senyumnya.


“ Kak, aku mohon lepaskan suamiku.”

__ADS_1


Melihat aku menangis, Kak dafha langsung melepaskan Hiro. Hiro terluka, wajahnya lebam dan ada darah yang keluar dari mulutnya.


“ Bisakah kakak percaya aku. Aku akan menceritakan, mengapa aku bisa menjadi istrinya. Jadi tenanglah. “


Tidak bisa berbohong lagi. Aku pun menceritakan perbuatan dina. Tapi, tidak semua yang aku ceritakan. Aku juga tidak mau menyudutkan Hiro.


“ Bisakah kau lepaskan adikku.” Hanya itu yang dafha bisa katakan. Hiro berdiri dan memandang kakakku dengan mata sipitnya.


“ Adikmu akan bebas, jika masa kontraknya selesai.”


“ itu berarti, kau tidak ingin melepaskannya karena tidak ada uang kompensasinya.”


“ Aku bukan ingin memeras keluargamu dengan uang kompensasi. Denda 1 milyar bukanlah uang sedikit. Tapi, uang itu tidak berarti apa pun bagiku. Aku menyukai adikmu, menyayanginya, dan juga bertanggung jawab menafkahinya. “


“ Bertanggung jawab. Kau tidak pernah bertanggung jawab. Jika kau mau menikahinya, mengapa kau tidak datang kerumahku. Menemui orang tuaku.”


“ Ini Cuma pernikahan sementara.”


“ Memang kau keterlaluan. Sementara, itu bagimu. Bagi kami, pernikahan adalah suatu sunnah. Aku dapat memaklumi orang asing sepertimu akan berpikir seperti itu. Tapi, satu hal yang harus kau ingat. Di Indonesia hubungan sex tanpa status di haramkan. Berbeda dengan negaramu. Jika suka, kenapa tidak melakukannya.”


Kebingungan sedang menghantui diriku saat itu. Aku bingung harus menyakinkan kak dafha.


“ Siapa gadis yang kamu ceritakan ini?” pertanyaan ayah membuat dafha duduk. Ia hampir kelepasan berbicara. Cerita tentang gadis itu di polesnya dengan nama gadis lain. Agar ayahnya tidak mengetahui tentang adiknya yang sekarang ini telah menjadi istri kontrak dari seorang pria asing.


“ Dia Cuma teman yang aku suka.”


“ Tidak perlu memikirkan gadis seperti itu. Carilah gadis yang lebih baik. Jangan ikut dalam permasalahan gadis itu, Nantinya kamu bakal dapat kesusahan. Sekarang ibu mengkhawatirkanmu. Lebih baik kau lupakan gadis itu.”


Ya Allah!


Dafha menghela nafas ketika ayah meninggalkannya pergi. Di dalam batinnya. Ia menggerutu. Haruskah ia menceritakan siapa gadis itu sebenarnya. Jika ibu tahu, ia khawatir ibu jatuh pingsan dan sakit. Dalam keheningannya, ia mengingat perkataan terakhirnya kepada pria yang mengaku suami adiknya.


“ Ini sebuah permohonan. Bisakah kau membuat adikku tidak melakukan hubungan suami istri. “


Jika benar adiknya belum pernah Hiro sentuh. Apa mungkin itu bisa di percaya? Ini mustahil bagi dafha untuk mempercayai Hiro. Semakin di pikirkan, ia tidak bisa menemukan solusinya.

__ADS_1



__ADS_2