~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )

~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )
episode 28


__ADS_3

Ojek online makin bertambah banyak. Jadi aku lebih mudah untuk mendapatkan driver. Jika aku ingin memesan ojek online, ada yang terkenang saat itu. Pria sombong yang mengambil ojekku. Tapi sebenarnya, dia tidak mengambil ojekku. Orderan ku di cancel oleh driver. Aku lah yang mengambil ojeknya. Aku yang salah.


“ Mbak, sudah sampai.” Kata driver ojek online. Karena, kebanyakan melamun. Aku tidak sadar jika sudah sampai di depan rumah.


“ Terima kasih. “ kataku sembari memberikan beberapa lembar uang. “ Kembaliannya ambil saja.” Ujarku lagi.


“ Mysha, kesini sebentar.” Kata Tante Endang. Tante Endang adalah tetanggaku. Ia memang sudah lama mengenal keluarga kami. Tapi, hidupnya cukup menyedihkan. Ia tidak bisa memiliki anak, dan akhirnya ia bercerai dengan suaminya. Ia sekarang malah hidup sendirian.


“ Tadi aku lihat, ada tamu yang datang lho. Ada 4 orang. Wajah mereka asing sih. Kaya orang Jepang gitu. Memang keluargamu atau kerabat mu ada yang menikah dengan orang Jepang.”


“ Tante Endang, aneh.” Kataku seolah tak percaya.


“ Itu mobilnya. Ia parkir depan rumahku. Soalnya mobilmu itu, yang membuat dia tidak bisa parkir. Aku heran mengapa ibumu bilang, jika itu mobilmu. Padahal kau Cuma kuliah. Aku yang berbisnis sudah lama saja belum bisa beli mobil. Tetangga sini menggosipkan kamu yang enggak-enggak lho.”


“ Biarin aja Tante. Aku tidak peduli mereka mau ngomong apa. Tapi, mobil ini adalah pemberian dari seseorang yang paling berharga untukku. “ Jelasku. Aku pun meninggalkan Tante Endang dan masuk melewati pagar. “ Tadi, Tante Endang bilang ada tamu. Siapa ya? “ gumamku. Aku kembali keluar pagar. Memperhatikan mobil yang berwarna hitam metalik, masih terparkir di depan rumah Tante Endang.


“ Mobil siapa ya?” gumamku pelan. Aku kemudian kembali melangkahkan kakiku masuk ke dalam.


“Assalammualaikum.” Ucapku dengan salam.


“ Walaikum salam. “ jawab ibu dan ayah.


“ Aki.” Kataku terkejut dengan kehadiranya. Ia bersama yumi dan dua orang lagi yang tidak kukenal.


“ Kamu mengenalnya Mey.” Tanya ibu.


Aku menjawab dengan anggukan.

__ADS_1


“ Duduklah dulu.” Ujar ibu.


“ Memangnya ada apa ya,,, Kamu ke,,, sini.” Rasanya mulutku kaku untuk mengatakan sesuatu.


“ Jangan takut seperti itu. Kau seolah ketakutan sebelum kau tahu maksud kedatanganku.” Kata Aki. Ia sedikit menahan tawa. “ Mungkin aku akan memperkenalkannya lagi. Ini tuan Takayama dan istrinya. Mereka adalah orang tua dari Hiro.”


Mengejutkan sekali. Aku pun tak tahu mau berkata apa. Yang aku lakukan diam saja. “ Kau tahu, apa maksud kedatangan mereka ke sini?” kata Aki lagi.


Aku menggeleng.


“ Karena kondisi Hiro yang mengalami keterpurukan. Hampir tiap hari ia mabuk dan tidak memiliki semangat hidup. Ia terus saja memanggil namamu. Mungkin aku yang salah Mey. Akulah penyebab Kalian berpisah. Maafkan aku.” Sesal Hiro. Ia sempat bangkit dan membungkukkan badanya untuk minta maaf secara resmi.


“ Semua sudah berlalu. Dalam hal ini, kau tidak bersalah. Setidaknya aku harus mengucapkan terima kasih. Karena kau, aku tidak melakukan kebohongan di depan kedua orang tuaku. Aku lega, keluargaku sudah mengetahui tentang Hiro. Dan mungkin lebih baik kami tetap seperti ini .”


“ Tidak bisa seperti itu.” Kata wanita yang adalah ibunya Hiro. Ia menggunakan bahasa Jepang yang di terjemahkan oleh Aki.


“ Tentu saja boleh, Tante.”


Dia pun beranjak dari tempat duduknya. Lalu duduk di sebelahku. “ kamu cantik sekali. “ ia memegang lembut wajahku. Tangannya yang halus, membuatku sadar jika ia seorang nyonya yang kaya. Dari penampilannya saja, sangat elegan.


“ Maukah kamu ke Jepang bersamaku.” Tawaran ibunya Hiro membuatku memandang ayah dan ibu.


“ Jangan khawatir, ayah dan ibumu sudah setuju. Kau boleh juga mengajak kedua orang tuamu ikut bersama kami ke Jepang. Anggap saja kalian dapat liburan gratis.” Timpal Aki di sela pembicaraanku kepada ibunya Hiro.


“ Tapi,...” kataku ragu.


“ Tidak ada tapi-tapian. “

__ADS_1


“ bukan begitu Aki. Kami bertiga, akan kebingungan jika tidak ada yang menerjemahkan bahasa mereka. Bagaimana mau berkomunikasi. Mungkin jika Hiro lebih dulu datang. Dia bisa menjadi penerjemah kami.”


Aki tertawa. “ Tenang saja. Aku dan Yumi akan ikut. Jadi, tak usah kau pikirkan hal-hal yang sepele seperti itu.”


“ Tapi, untuk apa aku ke jepang. Kalau Hiro marah, bagaimana?”


“ Kau ini, benar-benar sensitif banget .” ujar aki, ia menepuk kepalanya sendiri seolah kesal dengan kepolosan ku.


“ Aku ingin melihat senyum putraku. Bisakah kau mengembalikan senyumnya.” Perkataan ibunya Hiro begitu menyentuh. Ia memegang tanganku, menggenggamnya dengan erat.


“ Boleh aku bertanya kepada putri anda?” potong ayah Hiro. Ia sedari tadi Cuma diam. Tidak banyak pertanyaan yang bisa di ajukannya kepada orang tuaku.


“ Tentu saja boleh, om.” Jawabku setelah ayahku mengangguk.


“ Apa yang kau suka dari putraku?”


Aku bingung menjawab pertanyaan itu. Sejenak aku berpikir, tapi tidak ada jawaban. Jika aku berkata jujur, kenapa aku menyukai Hiro. Mungkin ia akan menganggap aku mesum.


“ Karena Hiro memperlakukan aku dengan baik, bertanggung jawab selayaknya seorang suami, dan selalu memegang janjinya. Hal itu yang membuat aku sangat menyukainya.” Cuma alasan ini yang bisa terpikir olehku.


“ Tapi, mengapa kau tidak menyatakan perasaanmu? Kau menyukainyakan?.”


“ Karena, aku takut ia hanya sekedar mempermainkanku. “


Ayah Hiro tersenyum. Ia mengerti kegelisahan seorang gadis. Ia pernah mendengar kata-kata itu dari putri sulungnya.


__ADS_1


__ADS_2