~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )

~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )
episode 2


__ADS_3

Tahun ini, aku baru saja lulus dari SMA. Karena tidak mau membebani orang tua. Aku mencari lowongan pekerjaan sambil mendaftar kuliah. Kebetulan pagi ini, aku mendapatkan email panggilan interview di salah satu Perusahaan. Dengan begitu, aku berpikir jika ada harapan aku bisa lulus dalam interview tersebut. Tapi, sepertinya pemikiran ku itu salah. Bagaimana bisa mengharapkan lulus dari interview, jika yang datang interview hari ini ada sekitar 200 orang. Sepertinya ini sesuatu yang akan di ibaratkan: ' Seperti mencari jarum di atas jerami'. Kemungkinan lolos interview sangat kecil. Belum lagi masalah aku terlambat datang. Aku sudah di beri tanda merah di atas formulir yang memang di minta tim interview untuk di isi sebelum memasuki ruangan interview. Pertarungan belum di mulai, aku sudah menyerah duluan. Lemes tanpa semangat. Setelah di bagi beberapa kelompok, interview pun di mulai.


“ Kenapa harus interview sih, biasanya tes tertuliskan. Aneh banget.” Kata salah satu orang yang menjadi peserta interview.


“ Kudengar-dengar, orang Jepangnya sendiri yang langsung interview.” Jawab salah seseorang lagi. Sepertinya mereka bukan teman. Hanya sekedar kenal. Itu terlihat dari cara bicara mereka yang formal.


“ Emangnya! orang Jepang yang akan menginterview kita, bisa fasih berahasa Indonesia? “ Timpal salah satu cewek yang duduk di belakangku.

__ADS_1


“ Ngapain susah-susah sih. Toh kita juga bakal kerja dalam pabrik. Apa mungkin mereka mencari seseorang yang berkualitas untuk di tempatkan di kantor?” kata pria jangkung yang berpakaian seragam hitam putih.


Aku menarik napas panjang. Sepertinya hari ini bakal jadi pengalaman pertamaku. Aku tidak peduli jika interview hari ini bakal gagal. Yang terpenting, setelah hari ini aku akan lebih banyak mengirim lamaran kerja keseluruh perusahaan. Semangat !


Satu persatu peserta interview memasuki ruangan. Lalu, tidak begitu lama keluar dengan ekspresi bermacam-macam. Ada yang mengeluh kesulitan, gugup, dan ada juga terlihat Cuma diam. Sebenarnya interview seperti apa yang terjadi di dalam. Mengapa setiap orang yang menyelesaikan interview mengeluh enggak jelas.


“ Kau pria sombong yang mengambil ojekku.” Ketusku keras sekali kepada pria yang mirip dengan aktor pria di komik percintaan webstoon itu.

__ADS_1


Entah dimana akal sehatku saat ini. Mengapa ketika aku melihat pria itu seolah perasaanku begitu kesal dan sangat membencinya. Semua mata memandang ke arahku. Aku tertegun dan tersadar jika saat ini aku dalam situasi untuk interview. MasyaAllah, aku bisa-bisanya keceplosan seperti emak-emak.



note: buat pembaca.


thanks ya udah baca karyaku.

__ADS_1



__ADS_2