
“ Maaf, pak. Saya tidak bisa menjawabnya. Sekali pun saya menjawabnya. Itu sama saja saya mengkritik diri saya sendiri. Jadi, saya mohon pamit. Terima kasih atas waktu dan kesempatan yang telah anda berikan kepada saya. “
Mengingat kejadian itu, Hiro tertawa sendiri. Ia tidak menyangka, setelah gadis itu menjawab pertanyaannya kemudian gadis itu langsung kabur.
“ Permisi, pak.” Kata Bu Yanti yang muncul tiba-tiba dari balik pintu. “ Ini CV yang bapak minta tadi siang. Semua sudah lengkap beserta nomor telpon dan email-nya.” Jelasnya.
“ CV siapa yang kau berikan kepada pak Hiro? “ tanya Aki yang baru saja masuk dan membawa satu lembar kertas yang kemudian langsung di sodorkannya kepada Hiro.
Bu Yanti hanya diam. Ia langsung pamit permisi, melangkah pergi, dan menghilang dari balik pintu.
“ Ini bukan urusanmu, Aki. Diam dan jangan ikut campur urusanku.” Ucap Hiro kesal.
“ Alright. But, Anata ga kare ni kyomigaru yonimieru. “ ( sepertinya kau tertarik dengannya ) kata Aki dengan mengkombinasikan bahasa Inggris dan Japan.
“ Ini tidak seperti yang kau kira. Aku tidak tertarik dengan gadis itu. Hanya saja, aku tidak terima jika ia mengatakan, kalau aku orang asing yang hanya menumpang.”
“ Hanya karena itu, seorang Hiro tersinggung. Kau lebih kekanakan.” Ejek Aki yang tertawa terpingkal-pingkal.
“ Jika sudah puas kau tertawa. Cepat kembali ke ruanganmu dan bawa ini sekalian.” Ketus Hiro yang semakin kesal dengan ejeken Aki.
“ Ku sarankan padamu. Lebih baik kau mencari istri kontrak. Biar kau tidak merasa kesepian. Tempramen mu menunjukkan jika kau benar-benar terpuruk dalam kesepian tanpa cinta. Dan jika kau tertarik untuk mencari istri kontrak. Hubungi aku. Aku akan memberikan yang terbaik. Ingat itu.”
Setelah berkata seenaknya. Aki pergi tanpa pamit. Ia pergi begitu saja setelah mengambil kertas yang sudah di tanda tangani oleh Hiro.
Mysha Ramadhani.
Hiro tersenyum kecil membaca CV yang di berikan oleh Bu Yanti.
“ Ini cukup menarik. Gadis masih berumur 18 tahun, sudah berani menghinaku. Tapi, ya sudahlah. Sepertinya aku perlu mempertimbangkan kata Aki. Apa salahnya mencoba memiliki istri kontrak. Toh aku, tidak akan selamanya tinggal di Indonesia. Sewaktu-waktu pasti aku akan kembali ke Jepang.” Ucap Hiro yang seolah berbicara kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
***
Suhu udara tidak terlalu dingin ketika bunga sakura bermekaran di musim semi. Kota Tokyo, di Taman Ueno. Taman spot bunga sakura yang terpopuler di Tokyo. Suasana yang tenang dan tentram, menghangatkan suasana di hati. Angin bertiup lembut, menyapu helai demi helai rambutku. Bunga sakura yang berguguran, berterbangan seiring semilir angin. “ Surga yang sungguh menakjubkan.” Gumamku seraya menggapai bunga sakura yang semakin banyak berguguran dan jatuh berserakan.
“ Kau menyukainya.” Bisik suara lembut yang begitu dekat terdengar di telingaku. Aku menoleh sedikit kesamping, menatap pria yang menyenderkan kepalanya di pundak ku. Tubuhnya yang hangat memelukku, terasa begitu lembut.
“ Aishiteru” ( Aku cinta kamu )
Dbuk... Dbuk...
“ Au. Sakit.” Rintihku ketika aku menyadari tubuhku jatuh dari atas kasur. “ Mimpi apa aku barusan.” Gumamku sambil kembali keatas kasur.
“ Meymey!”
Suara memanggilku. Aku melirik kearah pintu. Kudapati sosok cewek bertubuh mungil, berkulit sawo Mateng, dan memiliki tubuh yang modis. Meski tingginya hanya sekitar 150 cm. Tetapi, ia memiliki tubuh cukup bagus dan montok. Teman-teman sekolah sering menyebutnya gitar spanyol versi mini. Menyadari siapa yang datang, aku kembali memejamkan mata.
Ia menarik tubuhku, menggoyangkan tanganku dan menutup hidungku agar aku segera bangun. Sikap cewek ini sudah terbiasa buatku. Aku hapal dengan kelakuan dan sikapnya yang suka membangunkanku dengan segala cara. Dia adalah sahabatku Dina.
“ Tadi malam kamu enggak baca WhatsApp ku, ya. “ tanya Dina.
“ Kuotaku habis.” Jawabku seolah tidak menghiraukan keberadaannya.
“ Hari ini tolong temani aku dong, menemui Tante syara .”
“Ngapain kamu ingin bertemu Tante syara?” Potongku tegas.
“Mau kawin!”
__ADS_1
“Apa!”
Aku membalikkan tubuhku dan menatap sahabatku yang sedari tadi duduk di sebelahku.
“ Berarti gosip jika kau hamil itu benar.”
“ Ya, enggaklah. Aku bukan gadis bodoh yang gampang ditipu pria. Aku hanya bikin gosip itu untuk tidak di curigai jika aku bakal kawin kontrak.” Jelasnya dengan menggerakkan tangannya sok imut.
“ Kawin kontrak.”
Dina mengangguk.
“ Apa kau tidak kasihan sama ibumu. Jadi TKI di negara orang untuk membiayai seorang anak sepertimu. Kamu memang anak yang enggak berbakti sama orang tua.” Ocehku dengan berlagak sok tua.
“ Maaf Mysha. Aku bohong.” Tuturnya dengan ekspresi datar dan terlihat menyedihkan. “ Ibuku, tidak pernah mengirimi aku uang. Yang membiayai sekolahku hingga lulus adalah Tante syara. Dan Tante syara bukanlah Tante kandungku. Ia seorang wanita yang telah membeliku dari keserakahan ayahku. Karena, usiaku waktu itu masih terlalu muda. Tante syara memintaku melanjutkan sekolah dengan syarat, jika aku sudah lulus sekolah. Aku harus menuruti apa kehendak Tante syara. “
Mendengar cerita singkat Dina, aku tertegun, mematung, dan tidak pernah terpikir jika sahabat yang aku kenal 3 tahun lalu ternyata seorang yang telah banyak mengalami penderitaan hidup. Hidupnya di jual, harga dirinya di renggut, Dan ia hanyalah hidup seperti seorang boneka.
“ Aku bahagia, ketika kau bilang 'Aku adalah sahabat mu’ . Sekarang ketika kau tahu siapa aku. Apakah kau masih mau berteman denganku? Jika tidak, katakanlah. Aku tidak akan marah. Malah aku berterima kasih atas segala senyum yang kau berikan kepadaku.”
Air mataku menetes, kusadari kesedihan sahabatku. Suka duka aku lalui bersamanya. Kehebohan, kenakalan, dan senyum. Kami lewati semua itu dengan sebuah kehangatan.
“ Maafkan aku.” Ucapnya dengan air mata yang membasahi pipinya.
Tidak tega rasanya aku melihat Dina seperti itu. Aku langsung memeluknya, dan mendekap erat tubuhnya . Kami pun menangis bersama. Mengeluarkan kesedihan dan beban yang pahit dalam kehidupan sahabatku.
+_+
__ADS_1