~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )

~ Kimi Wo Omou Kimochi ~( Aku Selalu Merasakan Yang Sama Sepertimu )
episode 18


__ADS_3

Mysha!


Suara memanggilku. Tapi, tak ku hiraukan. Aku harus buru-buru pulang. Membagi jadwal antara dua rumah, awalnya sih sangat membingungkan. Karna, waktu berlalu begitu cepat. Akhirnya aku sudah terbiasa dengan kegiatan pulang kerumah suamiku dan juga orang tuaku.


“ Tunggu dulu, Mysha.”


Wildan menarikku, menahanku di depan gerbang kampus.


“ Bisa kita ngobrol sebentar.”


“ Aku buru-buru nih, besok aja ya. “


“ Gimana jika aku mengantarmu pulang, kita juga bisa ngobrol dijalankan.”


“ Terima kasih. Tapi, lain kali aja deh.” Tentu saja aku menolak. Aku khawatir, kalau ia akan mencurigai apa yang ku lakukan setiap harinya. Anita pasti sudah cerita, jika aku tinggal di perum TJ. Bukan di perumahan elit Cluster indah.


“ Mengapa kamu menghindari aku? Apa karena pernyataan ku kemarin. Meski udah lama. Tapi, aku menunggumu untuk membahasnya. Kenapa kamu seolah berpura-pura tidak terjadi apa-apa.”


“ Kamu ngomong apa sih. Di sini banyak orang. Jangan bikin keributan yang bakal mempermalukan kita sendiri.”


“ Aku tidak peduli. Bagiku kau adalah hatiku. Aku sudah pernah bilang. Kalau aku menyukaimu. “

__ADS_1


“ Anita juga bilang ia juga menyukaiku. “ Potongku.


Wildan memukul jidatnya dan berkata. “ Kau ini, benar-benar tidak peka. Aku menyukaimu bukan sebagai teman. Tapi, sebagai seorang wanita yang kusukai.”


“ Apa ada masalah?” suara seorang pria yang tidak asing, terdengar jelas. Aku mengalihkan mataku ke arah suara. Memandang pemilik suara yang berjalan kearah kami.


“ Hiro.” Kataku yang seketika membuat wildan terkejut.


“ Kalian saling kenal.” Tutur Wildan. Ia tak sanggup mengedipkan kedua matanya. Ada hal yang mulai teringat saat itu. Cerita Bu Yanti, cerita tentang istri kontrak. Dan nama yang sama, ketika pak Aki menyebutkan seseorang yang bernama Mysha. Wildhan menggigit bibirnya, seolah tak percaya.


“ Seharusnya aku yang bertanya seperti itu.” Kataku.


“ Suatu kebetulan, pak Hiro. Saya pikir, saya tidak akan bertemu bapak di luar dari jam kerja.” Ucap Wildan dengan bahasa formal. Ada kecanggungan yang membuat kedua pria ini, bertingkah seperti tidak ingin bertemu. Mata mereka saling bertatapan. Sorot matanya seolah menunjukkan sesuatu yang tidak menginginkan kehadiran siapapun.


“ Aku kemari bukan karena kebetulan. Karena, aku ingin menjemput gadisku.”


“ Apa maksudnya dengan gadisku?” pertanyaan yang ditanyakan kepada dirinya sendiri, membuat wildan terdiam.


“ Kalau begitu, aku pamit dulu.” Ujarku dengan mengajak Hiro pergi. Sebenarnya aku merasa tidak nyaman. Ketegangan dalam situasi tadi, terlihat jelas. Di dalam mobil, aku langsung bertanya.


“ Dimana kamu mengenal Wildan?”

__ADS_1


“ Diakan anak magang di Perusahaanku. Memangnya kenapa?”


“ Tidak ada apa-apa. Hanya khawatir, jika ada yang mengetahui statusku yang sudah menikah.”


“ Maksudmu, kamu malu menikah denganku.”


“ Bukan begitu Hiro. Yang aku khawatirkan, berita ini akan di dengar oleh ibuku. Jika enggak salah, ayahku punya teman yang bekerja sebagai security kampusku. Ini membahayakan posisiku.”


“ Aku paham. Nanti urusan Wildan. Aku yang urus.”


“ Kau akan mengancamnya. “


“ Aku bukan pria sepicik itu, mengancam orang seolah seperti pria pengecut.”


“ tapi, mengapa kamu menjemputku. Biasanya kamu selalu sibuk.”


“ Hari ini aku Cuma kangen sama kamu. Apa tidak boleh aku menjemputmu?”


Aku tersenyum. Perasaan bahagia ini membuat hatiku merasa nyaman berada di dekatnya. I always love you, Hiro.


__ADS_1


__ADS_2