
Sudah siang, dafha belum juga berangkat. Ia malah mencuci motornya yang kotor di depan rumah. “ Pagi kak dafha.”
Suara perempuan. Dafha tak melihat kearah suara. Ia malah membalas sapaan si pemilik suara.
“ Ini sudah siang. Jadi, selamat siang.”
“ Tante ada kak?”
Dafha mendongakkan kepalanya. Ia mengenali suara ini. Suara perempuan yang telah menjual adiknya.
“ Kau. “ pekiknya seolah tercekik. Perempuan itu tersenyum imut. Dafha tidak menghiraukan sikap imutnya. Dan berkata ketus kearah perempuan itu.
“ Mau apa kau kemari, Din?”
“ Aku mau menemui Tante Lily. Ada hal yang ingin aku bicarakan.”
“ Oh! Hal apa itu? Apa hal itu menjurus tentang penjualan manusia.”
“ Apa maksud kak dafha? “
“ Jangan pura-pura tidak mengerti. Kau menjual adikku. Dan menjadikannya istri dari orang Jepang itukan. Dan sekarang semua sudah berakhir. Mysha bebas.”
“ Jadi kak dafha sudah tahu semua. Aku ingin minta maaf dengan ibu dan Mysha. “
“ Minta maaf. Semudah itu kau minta maaf. Hal ini ibuku tidak boleh tahu. Jika ibu tahu, aku khawatir ia akan mengalami sesuatu. Jadi, pergilah sekarang. Jangan menampakkan dirimu di rumahku lagi.”
Tanpa mereka sadari, di balik pintu. Ibu mendengar semuanya. Putrinya di jual kepada orang Jepang untuk di jadikan istri kontrak. Perasaan itu, seketika mengerumuni kepala ibu. Rasa kaget, dan terkejut memicu emosinya. Darah yang mulai terasa panas seketika membuat tubuhnya berjalan sempoyongan. Ia melihat kearah Dina. Diam lama sekali. Kehadiran ibu akhirnya di sadari mereka berdua. Dengan terhuyung ibu mencoba kuat. Tapi, bruks,,,,,,! Ibu jatuh pingsan. Aku yang baru turun dari ojek. Melihat ibu yang sudah tidak sadar. Aku berlari menghampiri ibu yang sudah tergeletak pingsan. Lalu, membantu kak dafha membopong ibu masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
“ Cepat ambil air. Atau apa saja.” Kak dafha panik. Ia sampai lupa jika ia seorang calon dokter. “ Ibu sadarlah.” Dafha berusaha menyadarkan ibu.
“ Maafkan aku.” Kata Dina di sela kepanikan kami.
“ Pergi dari rumahku. “ Aku berteriak mengusirnya. “ Jangan pernah muncul lagi di depanku, maupun keluargaku.”
Dina mundur pelan, lalu ia pun pergi. Ayah datang di waktu yang tepat. Menanyakan hal yang terjadi. Aku akhirnya menceritakan segalanya. Ayah melihat kearah kak dafha. Ia teringat cerita seorang gadis yang di ceritakan dafha sebulan yang lalu.
“ Maafkan aku, ayah. Bukan aku menutupi kesalahan adikku. Tapi, ia juga korban.”
“ Uang yang kau berikan itu adalah uang dari pria itu.” Rupanya ibu sudah sadar. Ia menanyakan uang pemberianku selama lima bulan ini. Aku hanya mengangguk.” Aku ingin bertemu dengannya. Ingin mengetahui siapa pria itu. Ingin menanyakan hal yang ada di pikiranku. Bisakah kau menghubunginya.”
Aku mengangguk lagi. Lalu, mengambil handphoneku yang berada di dalam tas. Beberapa kali aku mencoba menelpon, tapi tak diangkat.
“ Nanti aku telphon lagi, bu. Jam segini ia masih di kantor. “
“ inikan hari libur. Apa mungkin ia tidak ingin mengangkat telphon mu.” Timpal kak dafha.
“ suruh dia menemuiku besok, jika perlu kau kerumahnya bersama kakakmu.”
Aku mengangguk. Sebenarnya, aku takut sekali. Ibu jika marah sungguh menakutkan. Kepalaku terus saja merunduk. Aku tak berani menatapnya. Bahkan aku malu kepada ayah. Meski ayah diam, tetap saja beliau memikirkan hal ini.
Hari ini juga, kak dafha mengajakku kerumah Hiro. Karena, kak dafha sudah mengetahui rumahnya. Ia tak bertanya lagi, dan langsung menuju ke perumahan cluster indah. Sesampai di sana. Kami melihat mobil berwarna silver dan merah. Sepertinya ada Aki. Aku mengenali mobil aki yang sering di bawa oleh Tante syara. Kami pun turun dan segera masuk. Melihat kedatangan kami, Aki seketika berdiri. Hiro diam, ia berpura-pura tidak menghiraukan kedatanganku. Tante syara dan Yumi, mereka ikut berdiri seolah menyambut kedatanganku dan kak dafha.
“ Mysha! Mengapa kau tiba-tiba kemari?” pertanyaan yang lebih dulu dilontarkan Aki, tidak ku hiraukan. Aku langsung masuk tanpa permisi. Dan menemui Hiro yang duduk santai bersama yumi.
“ Aku ingin bicara denganmu. Bisakah kita berbicara berdua saja.”
__ADS_1
“ Apalagi yang harus di bicarakan. Semua sudah berakhir. Atau kau kemari hanya ingin meminta ganti rugi.” Ucapan Hiro terdengar ketus sekali. Aku menahan emosiku.
“ Kamu pikir aku kesini hanya butuh uangmu. Aku kemari karena ibuku.”
“ Ibumu, ada apa dengan ibumu? Apa dia mengundangku untuk makan malam.”
“ Dari tadi kau terus berkata semaumu. Apakah kau bisa menghargai aku sedikit.”
Hiro diam. Ia tak berkata dan malah memegang tangan Yumi. Dadaku terasa sakit, aku harus bertahan dan menahan emosiku yang mulai naik.
“ Kau mengganggu. Lebih baik kau pulang. Ini yang terakhir untukmu.” Tiba-tiba saja Hiro mengeluarkan sejumlah uang. Ia menaruhnya di meja. Emosiku terasa meluap. Aku mengambil air yang memang sudah ada dari tadi di atas meja. Lalu, aku langsung menyiramnya kewajah Hiro.
“ Apa kau tahu? Dina kerumahku. Menceritakan aibku. Ibuku pingsan. Dan sekarang, ibu ku ingin bertemu denganmu. Ia minta penjelasan. Meski sudah berakhir. Aku harap kau mengakhiri ini di depan ibuku. Kau paham itu.” Teriakanku membuat kak dafha masuk dan menarikku.
“ Cukup, lebih baik kita pulang. Tidak ada gunanya kita kesini. “ ujar kak dafha.
“ Tapi, kak.”
“ Aku akan membelamu, menjelaskan segalanya. Jadi tenanglah. Tak perlu kau membuang harga dirimu demi laki-laki ini.”
Aku di seret pergi. Air mataku menetes. Aku ingin sekali menahannya. Tapi, perasaan ini tidak bisa di bohongi. Aku tak menyangka Hiro bersikap seperti itu. Setelah kepergian ku Hiro membersihkan wajahnya. Ia kemudian menepis tangan Yumi, bangkit dan menarik Aki.
“ Aku tak menyangka, kau mulai ikut campur dalam urusanku. Mungkin jika aku memukulmu, itu akan membuatmu tambah menyakiti Mysha. Kau sebenarnya mau apa?” Lembut sekali suara Hiro. Aki ketakutan. Sikap Hiro ini pernah sekali dilihatnya. Ketika Hiro masih kuliah. Hiro anak yang pendiam, tampan, dan banyak wanita yang mengelilinginya. Tapi, siapa yang menduga. Jika ia adalah ketua geng. Tiap malam, selalu saja ia melakukan balapan liar, berkelahi dan menindas setiap anak yang menentangnya.
Sikap yang lembut tapi mengancam ini pernah ia lakukan kepada adik sepupu Aki. Hampir saja adiknya tewas. Hanya karena adik sepupu Aki memberi laporan ke ayah hiro tentang balapan liarnya.
“ Aku hanya ingin kau pulang bersama yumi. Bukan maksudku untuk menyakiti Mysha. Aku hanya meminta Dina untuk mengancamnya. Tapi bukan, memberitahu ibunya.” Jelas Aki.
__ADS_1
“ Moichido tatakawanaide kudasai.( Kumohon jangan bertengkar lagi)” Yumi berusaha melerai Hiro dan Aki. Tante syara Cuma bisa menjadi penonton. Ia tidak berani berkata apapun. Suasana menjadi tegang dan berlahan hening. Hiro kemudian bergegas mengganti pakaiannya yang terkena tumpahan air. Ia kemudian pergi begitu saja.