(Bukan) RAHIM PENGGANTI

(Bukan) RAHIM PENGGANTI
Bab Dua Puluh Lima (Bukan) Rahim Pengganti.


__ADS_3

Dita berjalan mengelilingi pasar malam dengan menggandeng tangan Tasya. Di belakang mereka ada Dicky yang mengekori. Dicky menjaga mereka berdua dari tangan jahil pria nakal.


"Aku boleh beli itu?" tanya Dita pada Dicky. Dita menunjuk kembang gula yang di jual dekat pasar malam.


"Kenapa Kak Dita tanya dengan Abang Dicky? Beli aja!" ucap Tasya.


"Tidak boleh, Bu. Itu terlalu banyak mengandung gula," ucap Dicky. Dita tampak sedih ketika mendengar larangan Dicky.


"Kenapa nggak boleh? Itu hanya gula!" ucap Tasya.


"Bu Dita tidak boleh makan sembarangan, Tasya. Dia lagi hamil. Nanti Pak Rendra bisa marah jika ada pengaruhnya pada anak dalam kandungan Bu Dita."


"Apa Pak Rendra tidak akan marah jika anaknya jadi ileran karena maunya tidak dikabulkan saat dalam kandungan!" ucap Tasya.


Dicky jadi berpikir mendengar ucapan Tasya adiknya. Ada benarnya apa yang dikatakan Tasya. Jika seorang ibu hamil menginginkan sesuatu dan tidak bisa dikabulkan, anaknya akan ileran saat lahir. Dicky pernah mendengar tentang itu.


"Aku belikan, tapi ibu hanya boleh makan separuhnya aja." Dicky lalu berjalan ke tempat penjual gulali.


Dita tersenyum dengan Tasya, mencubit pipi gadis itu. "Terima kasih, Sayang. Aku jadi boleh makan gulali." Dita mengecup pipi Tasya. Saat dia mengecup pipi Tasya, Dicky melihatnya dan tersenyum.


Tasya adalah adik tersayang Dicky. Dia pasti akan menyayangi orang yang juga sayang dengan Tasya. Adiknya itu tidak mudah dekat dengan sembarang orang.

__ADS_1


"Ini, Bu Dita. Tapi ingat jangan dihabiskan." Dicky kembali mengingatkan Dita.


"Aku makan berdua dengan Tasya. Tenang aja," ucap Dita. Wanita itu mengajak Tasya duduk di dekat bangku yang disediakan.


Saat keduanya asyik makan lolipop, mereka didatangi seorang wanita muda. Kira-kita seusia Dita.


"Selamat malam, Tasya!" sapa wanita itu.


Tasya mengangkat wajahnya, melihat siapa yang memanggil. "Kak, Bella! Tumben ada di pasar malam. Apa orang tua Kak Bella tidak marah? Bukankah di sini banyak orang miskin?" ucap Tasya dengan sedikit ketus.


Dita jadi heran mendengar Tasya bicara begitu. Namun, wanita itu hanya diam tidak ingin ikut campur.


"Jangan bicara begitu, Tasya. Apa kamu dan Dicky masih belum bisa memaafkan Kak Bella dan orang tua Kakak?"


"Maafkan aku dan ibuku!" ucap Bella.


Dicky datang dengan membawa dua botol air mineral. Pria itu kaget melihat ada Bella. Wanita yang dulu pernah dekat dengannya, sebelum orang tua Bella datang mengatai keluarga Dicky.


"Dicky, apa kabar?" tanya Bella begitu melihat Dicky.


Dicky hanya tersenyum tanpa menjawab, dia memberikan minuman untuk Dita dan Tasya.

__ADS_1


Dita mencubit lengan Dicky. "Kalau di tanya itu jawab. Bukan mesem-mesem aja!" ucap Dita.


"Mbak, istrinya Dicky?" tanya wanita itu dengan Dita.


"Aku ...?" tanya Dita.


"Iya, Kak Dita ini istri Bang Dicky. Apa Kak Bella tidak melihat, saat ini Kak Dita sedang mengandung?" tanya Tasya.


"Selamat ya, Dicky. Kalian berdua cocok. Istrimu sangat cantik," ucap Bella.


"Bikan hanya cantik. Kak Dita ini juga kaya. Apa Kak Bella nggak melihat pakaian dan sandal yang dipakai kak Dita? Pasti Kak Bella bisa menebak berapa harga pakaiannya?" tanya Tasya.


"Maaf, aku pamit dulu. Sekali lagi, selamat ya untuk Mbak dan Dicky." Bella berjalan menjauhi dari mereka.


Setelah Bella cukup jauh, Tasya memegang tangan Dita. "Maaf ya Kak. Aku tadi berbohong."


"Nggak apa. Cuma kasihan Abang Dicky kamu. Nanti nggak ada yang mau, dikira udah nikah," ucap Dita tertawa.


"Lain kali ,kamu jangan begitu. Jika Pak Rendra tahu, bisa salah paham. Sebaiknya kita pulang!" ujar Dicky.


"Aku dan Kak Dita masih pengin main. Itu banyak permainan. Ayo kak kita main lempar kaleng. Ada hadiah boneka. Biar Abang Dicky yang mainkan. Abang harus bisa dapatkan boneka buat Kak Dita yang paling besar."

__ADS_1


Tasya mengajak Dicky untuk main lempar kaleng. Jika dalam sekali lemparan, kaleng jatuh semua bisa mendapatkan boneka panda yang gede.


...****************...


__ADS_2