(Bukan) RAHIM PENGGANTI

(Bukan) RAHIM PENGGANTI
Bab Lima Puluh Lima


__ADS_3

Hari ini semua tamu undangan yang terdiri dari keluarga dan teman terdekat telah berkumpul di taman belakang Villa milik Rendra.


Semua tampak suka cita di pesta pernikahan Dicky dan Zahra. Hidangan dari berbagai menu masakan tersedia. Rendra yang membiayai semuanya.


Di dalam Villa, Zahra baru akan di rias wajahnya. Seseorang mengetuk kamar yang ditempati Zahra.


"Silakan masuk,Mbak!" ucap Zahra dengan MUA yang akan merias wajahnya.


"Maaf Mbak Zahra, sebaiknya kita ke kamar yang khusus buat merias saja.Ini kamar pengantin Mbak Zahra, nggak enak kalau dirias disini!" ucap wanita itu.


"Nggak apa apa disini saja, Mbak!"


"Ada apa, Sayang?" tanya Dicky.


"Begini Pak Dicky, saya meminta Mbak Zahra buat dirias diruang sebelah saja karena ini'kan kamar pengantin, nggak mungkin saya masuk, lagi pula peralatan make up saya ada diruang sebelah."


"Oh oke, kalau begitu kamu duluan, nanti saya dan Zahra menyusul kesana!" ucap Dicky tegas.


"Baik Pak, saya permisi dulu," ucap penata rias itu dan berjalan menuju ke ruang sebelahnya.


Dicky dan Zahra menyusul setelah terlebih dahulu mengganti baju kaos yang masih melekat di tubuh Dicky. Sampai di ruangan yang khusus buat merias pengantin dan keluarga, Dicky melihat ada ibunya, Dita dan Tasya. Satu jam Zahra di rias.


Para tamu undangan yang sudah berdatangan, dan berkumpul di sambut Rendra dan Dita sebagai pengganti keluarga Dicky.


Para kerabat dan rekan bisnis Rendra yang pasti juga mengenal Dicky, banyak yang kaget melihat perubahan Rendra saat ini. Dia lebih ramah dan murah senyum sejak menikah dengan Dita.


Tiba tiba musik berhenti dan lampu dimatikan. Tinggal satu lampu sorot yang menuju kelorong ruangan. Pembawa acara mengatakan pengantin akan memasuki ruangan pesta.


Zahra yang memakai gaun putih tampak sangat cantik didampingi Dicky yang juga sangat tampan.


Semua mata tamu undangan hanya tertuju pada kedua pengantin yang berjalan memasuki ruangan menuju kursi pelaminan. Semua tamu berdiri, tanda penghormatan buat pengantin.


Setelah pengantin duduk dipelaminan barulah lampu ruangan itu dihidupkan kembali.


Musik pun kembali dimainkan.


Ketika tamu undangan sedang asyik menyantap hidangan yang tersedia, tiba-tiba Dicky naik kepanggung.


"Selamat malam buat semua keluarga saya dan keluarga istri saya Zahra. Saya mengucapkan terima kasih buat dukungan dan restu nya untuk kami berdua dan Juga ucapan terima kasih buat tamu undangan yang telah menyempatkan hadir di pesta pernikahan saya ini. Saat ini saya akan membawakan sebuah lagu yang saya persembahkan buat istri saya tercinta ... Zahra. Kau adalah bentuk terindah, dari baiknya Tuhan padaku, kau wanita terhebatku!" ucap Dicky.


Dicky duduk disebuah kursi dan mulai memainkan lagu Bukti dari Virgoun Tambunan

__ADS_1


memenangkan hatiku bukanlah


satu hal yang mudah


kau berhasil membuat


ku tak bisa hidup tanpamu


menjaga cinta itu bukanlah


satu hal yang mudah


namun sedetikpun tak pernah kau


berpaling dariku


Beruntungnya aku


Dimiliki kamu


Kamu adalah bukti


kau jadi harmony saat ku bernyanyi


tentang terang dan gelapnya hidup ini.


Kaulah bentuk terindah


dari baiknya Tuhan padaku


waktu tak mengusaikan cantikmu


kau wanita terhebat bagiku


tolong kamu camkan itu


meruntuhkan egoku bukanlah


satu hal yang mudah


dengan kasih lembut kau pecahkan

__ADS_1


kerasnya hatiku....


Semua tamu undangan tampak kaget melihat Dicky yang bisa dengan romantisnya melakukan semua itu. Dicky yang terkenal pendiam dan tegas bisa melakukan itu.


Setelah menyanyikan sebuah lagu, Dicky turun dan kembali keatas panggung dengan menggandeng Zahra .Dicky lalu berlutut dengan satu tumpuan kaki dan memegang tangan Zahra.


"Zahra istriku tersayang, dihadapan semua tamu undangan ini,sebagai saksinya, aku Dicky Pratama berjanji padamu, aku akan menemani kamu dan mendampingi kamu sampai maut memisahkan kita. Aku tak akan pernah meninggalkan kamu walau apapun yang akan terjadi. Aku akan menerima semua kekuranganmu dan menjadikan itu sebagai satu kelebihan, jika aku mencari suatu yang sempurna aku tak akan pernah mendapatkannya didunia ini,karena semua manusia tak ada yang sempurna. Kesempurnaan hanya lah milik Allah dan aku juga berharap kamu mau menerima semua kekurangan ku. Aku mencintaimu, Zahra istriku," ucap Dicky.


Kemudian Dicky berdiri dan mengecup bibir istrinya ,membuat Zahra menjadi malu, wajahnya langsung memerah.Semua tamu undangan bersorak dan bertepuk tangan melihatnya. Dicky yang kaku ternyata sangat romantis.


"Dicky romantis banget ya Mas. Beruntung Zahra mendapatkan Dicky," puji Dita. Rendra yang duduk disamping Dita menjadi cemburu mendengarnya. Dia tidak suka istrinya memuji pria lain.


"Apa tadi yang kamu katakan, Sayang?" tanya Rendra cemberut.


"Dicky ternyata so Sweet banget, Mas!"


"Kamu suka sama Dicky?" tanya Rendra


"Nggaklah, Mas. Aku sudah memiliki pria terbaik."


"Buktinya, Dicky cuma melakukan itu saja dibilang so sweet. Kamu pikir aku tak bisa melakukan itu semua. Aku juga bisa menciummu didepan umum, apa kamu mau aku melakukan sekarang?" tanya Rendra.


"Mas, jangan macam-macam deh!"


"Tapi kamu mau aku romantis seperti Dicky?"


"Bukan ciumannya yang romantis tapi dengan Dicky mempersembahkan sebuah lagu serta kata kata cintanya itu yang romantis, Mas!"


"Kalau begitu, mulai besok aku mau kursus!" ucap Rendra tiba-tiba.


"Mas mau kursus apa?" tanya Dita heran.


"Kursus menyanyi dengan guru vokal penyanyi kondang sekalian, biar bisa menyanyi dan romantis seperti Dicky," ucap Rendra.


"Apaa ...?" tanya Dita dengan kaget. Setelah itu Dita tersenyum membuat Rendra cemberut. Dita memeluk dan mengecup pipi Rendra.


"Bagiku kamu telah sempurna tanpa harus melakukan itu semua, Mas."


...****************...


Selamat Pagi, novel ini Udah hampir di akhir bab. Semoga masih tetap setia menanti updatenya. Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2