(Bukan) RAHIM PENGGANTI

(Bukan) RAHIM PENGGANTI
Bab Empat puluh Enam


__ADS_3

Dokter Merlin telah mempersiapkan semuanya. Rendra yang telah menanda tangani surat izin operasi meminta izin pada temannya itu untuk bisa menemani Dita.


"Kamu yakin akan menemani Dita di ruang operasi?" tanya Merlin.


"Aku yakin!" ucap Rendra pasti.


Dokter meminta Rendra mengganti pakaian dan juga membasuh tangannya. Semua telah siap buat operasi. Dita sudah tidak sadarkan diri.


Saat diperiksa tadi Dita telah pingsan. Itulah salah satu alasan dokter Merlin melakukan operasi. Untuk normal tidak memungkinkan lagi.


Rendra mengusap rambut Dita sambil terus berdoa. Baru kali ini Rendra melihat langsung persalinan.


Diluar ruang operasi Dicky dan Zahra menunggu dengan gelisah, tak lama terdengar suara tangisan bayi.


Tampak Rendra keluar dari ruang operasi dengan seorang perawat yang menggendong bayinya dan Dita.


Melihat Rendra dan perawat itu keluar dari ruang operasi, Dicky dan Zahra langsung berdiri.


"Zahra kamu temani perawat ini, lihat dan jaga bayiku. Aku mau menunggu Dita sampai selesai operasinya."


"Baik, Pak," ucap Zahra. Dia mengikuti perawat yang membawa bayi Dita menuju ruang bayi.


Rendra diminta keluar oleh Dokter Merlin karena ia harus meneruskan operasi buat Dita. Merlin melihat ada sedikit masalah dalam operasi Dita. Dia tak ingin Rendra menjadi cemas melihat istrinya yang saat ini dalam keadaan makin lemas dan kritis.


Merlin dan Dokter lainnya sedang melakukan tindakan medis untuk mengembalikan fungsi organ vital ditubuh Dita agar kembali normal, karena tadi detak jantungnya sempat melemah.


Tadi saja melihat Dita yang pingsan, Rendra sudah sangat cemas, makanya Dokter Merlin cepat meminta Rendra keluar dengan alasan menemani anaknya.


Dita saat ini mengalami pendarahan postpartum, pasca operasi. Dia harus melakukan transfusi darah. Dokter Merlin tidak mempersiapkan cadangan darah yang cukup, karena selama kehamilan Dita tidak menunjukan kelainan. Kandungannya begitu sehat.

__ADS_1


Darah Dita sangat langka. Dia memiliki golongan darah A negatif yang hanya ada 0,5 % dari populasi manusia di Asia. Saat ini di rumah sakit hanya tersedia dua kantong darah golongan itu.


Dokter Merlin hanya mempersiapkan dua kantong darah dengan golongan itu. Sedangkan Dita sepertinya memerlukan lebih banyak lagi.Dokter Merlin tampak sedikit panik


Setelah melakukan tindakan medis untuk Dita, Dokter Merlin keluar dari ruang operasi. Dokter Merlin segera menemui Rendra dan harus segera mengatakan keadaan Dita saat ini pada Rendra .


"Maaf Rendra, aku harus mengatakan sesuatu ...."


"Mengatakan apa?" tanya Rendra tampak kuatir melihat wajah Dokter Merlin yang sangat serius.


"Kamu tahukan Dita memiliki golongan darah yang cukup langka! Karena selama kehamilan ini Dita tampak sehat, aku hanya menyiapkan dua kantong darah buat dan ternyata ...." Dokter Merlin menjeda ucapannya.


"Ternyata apa?" tanya Rendra mulai terasa cemas.


"Ternyata Dita mengalami pendarahan yang cukup hebat dan membutuhkan lebih banyak darah. Jadi aku rasa darah yang tersedia masih kurang."


"Jadi bagaimana? Kamu harus menyelematkan Dita. Aku tak mau Dita pergi. Kamu harus melakukan apapun buat kesembuhan Dita!"


"Kamu bisa melakukan apa yang terbaik, untuk saat ini dua kantong darah itu bisa membuat Dita bertahan!" ucap Dokter Merlin.


"Aku tak mau mengambil resiko. Aku harus segera minta Dicky mengumumkan pencarian darah A negatif ini. Harus segera. Aku akan membayar berapapun bagi pendonornya!" ucap Rendra.


"Terserah kamu saja Rendra. Bagaimana cara kamu mendapatkan darah itu. Aku harus kedalam lagi untuk melihat keadaan Dita."


Dokter Merlin kembali masuk ruang operasi, sudah satu kantong darah yang tersedia ditranfusi tapi HB darah Dita masih rendah. Bumi tampak mulai kuatir. Dita telah dipindahkan ke ruang ICU.


Dicky langsung menemui Rendra begitu di minta. Tadi pria itu sedang di kamar mandi.


"Ada apa, Pak?" tanya Dicky begitu sampai dihadapan Rendra.

__ADS_1


"Segera carikan pendonor darah buat Dita. Dengan golongan darah A negatif. Segera. Berapa pun yang orang itu minta, kamu berikan!" ucap Rendra.


"A negatif?" tanya Dicky.


"Iya, dan segera!" ucap Rendra panik.


"Bapak tidak usah kuatir dan mencari orang buat pendonor. Saya bersedia memberikan berapa kantong yang Ibu Dita butuhkan," ucap Dicky.


Mendengar ucapan Dicky, Rendra tampak kaget dan juga sekaligus bahagia. Ternyata dia tidak perlu mencari orang lain.


"Kamu serius? Apa golongan darah kamu itu?" tanya Rendra meyakinkan dirinya lagi. Dicky menganggukan kepalanya. Tanpa sadar Rendra langsung memeluk orang kepercayaannya itu.


...****************...


Selamat sore semuanya. Terima kasih karena selalu setia menanti novel mama ini.


Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini.



Blurb


SEMUA ORANG BISA BERUBAH SEIRING PERJALANAN WAKTU.


Olivia Rosemary harus menelan pil pahit karena kekasihnya, Kenneth Jonathan terbukti selingkuh di depan matanya. Keputusan untuk mengakhiri hubungan nampaknya membuat perubahan besar pada diri Olivia.


Kenric Miguel Cotto harus menceraikan istrinya, Yoluta Zaylee karena ketahuan selingkuh dengan pria lain. Rasa kecewa dan pengkhianatan sang istri membuat Kenric hilang kepercayaan.


Rasa kecewa dan amarah yang tiada henti membuat Kenric dan Olivia memutuskan untuk menjalin hubungan. Hubungan terlarang karena Olivia adalah keponakan Kenric. Hubungan yang didasari atas rasa kecewa, kebencian, dan berakhir di tempat yang salah.

__ADS_1


Bagaimana akhir hubungan percintaan yang tidak seharusnya itu? Mampukah mereka mengarungi bahtera kehidupan setelah mendapatkan penolakan dari berbagai pihak?


Yuk ikuti kisahnya 🙏


__ADS_2