(Bukan) RAHIM PENGGANTI

(Bukan) RAHIM PENGGANTI
Bab Lima Puluh Dua.


__ADS_3

Tasya dan Ibu langsung menuju kamar di mana Dita sedang menyusui putranya Kavi. Semua atas permintaan Rendra. Awalnya Ibu Dicky segan harus masuk ke kamar utama atasan putranya itu.


"Nggak apa, Bu. Langsung aja menuju kamar. Kamu juga Tasya," ucap Rendra.


Rendra ingin memberikan kejutan pada Dita atas kedatangan Tasya dan Ibu Dicky. Ibu membawa rendang sapi dan dendeng balado kesukaan Dita. Rendra merasa senang karena ibu dari orang kepercayaannya itu masih saja ingat lauk kesukaan istrinya.


Tasya membuka perlahan pintu kamar yang ditempati Dita. Rencananya mau mengejutkan Dita namun, Tasya yang terkejut melihat kamar Dita yang luasnya lebih dari rumah yang dia tempati saat ini.



Dita yang mendengar pintu di buka melirik ke arah asal suara itu dan kaget melihat Tasya dan ibu Dicky yang datang.


"Ibu, Tasya ...," Teriak Dita. Wanita itu sampai lupa jika Kavi baru saja ditidurkan.


Ibu yang menyadari Tasya bengong karena melihat kamar Dita langsung mencubit putrinya itu. Di belakangnya Rendra tersenyum mendengar suara Dita yang riang menyambut kedatangan kedua wanita itu.


Dita turun dari ranjang dan menghampiri ibu Dicky. Menyalim dan mencium tangan wanita itu. Dita lalu mencubit pipi Tasya, gemes melihat anak itu bengong.


"Hai, kenapa diam aja," ucap Dita.


Tasya mengerjapkan matanya dan tersenyum melihat Dita. Gadis itu langsung memeluk Dita dan mengecup kedua pipinya. Dicky yang berdiri di samping Rendra melototkan matanya, takut atasannya marah karena Tasya mengecup pipi Dita seperti dengan Kakak-nya sendiri.


Dicky melirik Rendra, ingin melihat ekspresi wajah pria itu. Ternyata dia tersenyum. Barulah hatinya lega.


Dita mengajak Ibu dan Tasya duduk di sofa yang ada di kamar. Tasya menepuk sofa itu saat duduk.


"Empuk banget, ya Kak. Kalau aku punya kamar seperti ini, aku pasti tambah betah di kamar dan tidak akan keluar rumah lagi," ucap Tasya.


Rendra duduk di samping Dita dan memeluk bahunya. Pria itu tersenyum pada Tasya.


"Kamu minta sama Dicky, apa yang kamu inginkan!" ucap Rendra.

__ADS_1


"Minta dengan Bang Dicky? Mana mau Bang Dicky belikan, Pak. Lagi pula kamarku kecil."


"Sebentar lagi kamu bisa pindah ke rumah yang lebih besar. Rumah yang saat ini ditempati bisa dijual atau di kontrak!"


"Apa Bang Dicky ada uang buat beli rumah?" tanya Tasya.


"Tentu saja. Apa pun yang kamu inginkan untuk kamarmu nanti, tinggal katakan saja dengan Dicky!"


"Betul, Bang. Apa Abang banyak uang simpanannya?" tanya Tasya.


"Itu semua dari Pak Rendra. Jadi kamu harus terima asih dengan Pak Rendra."


"Betul, Pak. Terima kasih,Pak. Semoga uang Bapak makin banyak, tambah ganteng, tambah baik dan memiliki banyak anak!" ucap Tasya.


Mendengar doa Tasya yang terakhir, suami istri itu saling berpandangan. Keduanya lalu tersenyum. Baru aja kemarin Rendra mengatakan akan berubah, dia ingin satu anak cewek lagi buat penambah ramainya suasana rumah.


Namun dia akan mencari orang yang sehat, selain Dicky yang memiliki darah sama dengan Dita. Jika Dita mengalami hal yang sama saat melahirkan, stok darah telah tersedia.


"Kenapa kamu yang bawa makanannya? Kemana yang lain?" tanya Rendra. Dia mempekerjakan Zahra hanya untuk menjaga anaknya bukan pelayan.


"Ada, Pak! Aku yang mau bawakan karena emang sekalian mau lihat Kavi."


Tasya memandangi wajah Zaara tanpa kedip. Dia tersenyum dan di balas Zaara juga dengan senyuman.


"Apa ini jodoh Bang Dicky? Pantas betah di sini. Ternyata ada cewek cakep," ucap Tasya membuat Dicky dan Zahra salah tingkah.


"Zahra kenalkan ini ibu dan adiknya Dicky."


Zahra bersalaman dengan keduanya. Setelah itu pamit ingin memberi susu formula buat Kavi.


"Zahra sepertinya gadis yang baik dan dia kelihatan telah cocok jadi istri," ujar Ibu sambil memperhatikan Zahra.

__ADS_1


"Tunggu apa lagi sih, Bang. Udah hampir sempurna kayak gitu. Lamar dong. Nanti diembat orang baru mewek!" ucap Tasya.


Semua tertawa mendengar ucapan Tasya. Hingga sore hari barulah Tasya dan ibunya pulang.


Rendra memang telah menghadiahkan satu rumah yang cukup besar untuk Dicky. Orang kepercayaannya itu kemarin berterus terang dengan Rendra jika dia memang lagi pendekatan dengan Zahra.


Saat ini Zahra juga ikut mengantar ibu dan adiknya pulang. Kedekatan keduanya berawal sejak di rumah sakit. Dicky mengajak ibu dan adiknya mampir kesebuah restoran sebelum pulang ke rumah.


"Bu, sebenarnya aku dan Zahra telah berencana buat menikah," ucap Dicky pelan, malu karena langsung membicarakan pernikahan.


"Menikah, pacarannya kapan? Sejak kapan abang dan Mbak Zahra kenalan?" tanya Tasya.


"Kami bukan anak kecil lagi, Dek. Kami tidak perlu pacaran. Mbak udah katakan dengan Bang Dicky, jika memang dia serius kami langsung menikah. Jika mendekati Mbak hanya untuk main-main, Mbak nggak mau. Karena bagi Mbak nggak ada waktu pacaran!"


"Ibu juga sepemikiran dengan nak Zahra. Jika memang kalian berdua telah saling suka, lebih baik dipercepat. Niat baik itu harus disegerakan."


"Aku dan Zahra berencana bulan depan menikah. Pak Rendra yang mendanai semuanya!" ucap Dicky.


"Kamu beruntung mendapat atasan seperti Rendra, jaga kepercayaannya. Susah mencari orang sebaik dan seroyal Pak Rendra. Orang seperti dia, jika kita bisa dipercaya dia akan memberi lebih, namun sekali dikhianati tak akan ada kata maaf."


"Ibu jangan kuatir, aku tidak akan pernah mengkhianati Pak Rendra. Dia telah memberikan aku lebih dari yang aku inginkan. Bahkan semua mimpiku diwujudkan Pak Rendra. Sungguh keterlaluan jika aku mencuranginya. Aku tidak akan pernah dapat lagi atasan seperti itu jika aku pergi meninggalkan Pak Rendra."


Setelah makan malam Dicky mengantar ibu dan Tasya.Dicky dan Zahra,keduanya langsung pamit setelah mengantar pulang. Perjalanan akan ditempuh dalam waktu 3 jam. Sedangkan saat ini telah menunjukkan pukul 10 malam. Zahra kasihan jika Dita harus mengurus Kavi sendirian.


...****************...


Selamat sore. Novel ini sudah hampir tamat ya. Jangan lupa nantikan terus kelanjutannya. Terima kasih.


Sambil menunggu update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.


__ADS_1


__ADS_2