(Bukan) RAHIM PENGGANTI

(Bukan) RAHIM PENGGANTI
Bab Empat Puluh Delapan


__ADS_3

Rendra berjalan menuju ruang rawat Dicky. Rendra meminta Dicky beristirahat di ruang yang akan di tempati Dita nantinya. Di ruang itu ada Zahra dan anaknya juga.


Awalnya Dicky tidak mau dan minta ruang rawat lain saja. Dia tidak enak harus di rawat dalam ruangan yang nantinya akan di tempati Dita setelah dirinya sadar. Namun Rendra memaksa. Rendra mengatakan sayang ruangan itu dibiarkan kosong. Lagi pula ada Zahra yang bisa membantu Dicky, jika pria itu membutuhkan sesuatu.


Rendra juga merasa aman karena ada Dicky yang mengawasi anaknya jika ada yang berniat jahat.


Dicky yang ingin minum mencoba bangun. Zahra yang sedang membaca novel online kegemarannya langsung bangun membantu Dicky. Zahra memberikan segelas air yang dibutuhkan Dicky.


"Maaf aku jadi mengganggu kamu!" ucap Dicky merasa tak enak.


"Siapa menggangu? Aku cuma sedang membaca novel online untuk menghilangkan jenuh."


"Kamu suka baca novel online juga. Aku juga sering jika tidak ada kerjaan. Aku suka baca di Noveltoon atau Mangatoon!" ucap Dicky. Entah mengapa dia bisa mengobrol ringan dengan Zahra. Biasanya Dicky sangat irit bicara.


"Aku juga suka baca Noveltoon. Penulis favorit aku Mama Reni, kalau penulis favorit Kak Dicky siapa?"


"Sama, aku juga suka baca novel Mama Reni, apa lagi novelnya yang lagi on going saat ini yang berjudul ONE NIGHT with IPAR."


"Hhmmm," dehem Rendra. Dicky dan Zahra langsung berhenti bicara.


"Aku mau lihat putraku," ucap Rendra lemas. Tampak sekali Rendra lesu dan tidak bergairah. Sejak kemarin sepertinya Rendra belum makan.


Zahra berdiri dan menggendong putra Rendra dan Dita. Perawat itu menyerahkan ke tangan Rendra.

__ADS_1



"Sayang, doakan mommy cepat sadar dan bisa menggendong kamu. Daddy juga tidak sabar menunggu saat mommy membuka matanya," ucap Rendra sendu dan mengecup pipi putranya.


Dicky sedih melihat atasannya begitu sedih. Baru sekali ini dia melihat Rendra sesedih saat ini.


"Bapak, kenapa Bapak tidak membawa putra Bu Dita ke pelukannya. Siapa tahu pelukan dan suara tangis putranya membuat Ibu Dita cepat sadar," ucap Zahra.


"Apa itu benar? Apa Dita bisa cepat sadar?" tanya Rendra antusias.


"Kita'kan berusaha dengan segala cara, Pak. Siapa tahu ikatan batin seorang ibu dan anak akan membuat ibu Dita sadar. Kasus ini pernah terjadi di luar negeri. Ibu habis persalinan koma selama berhari-hari dan akhirnya sadar setelah bayi nya diletakan di dada ibu bayi."


"Aku akan mencobanya. Aku minta izin Merlin dulu. Ini kamu gendong putraku." Rendra menyerahkan kembali putranya ke tangan Zahra. Dengan langkah seribu dia meninggalkan ruangan.


Setengah jam kemudian Rendra datang lagi. Bayinya sedang menyusu di gendongan Zahra. Dicky yang telah pulih tenaganya berdiri di samping Zahra.


Dengan wajah yang sedikit ceria dari tadi, Rendra menghampiri mereka. "Dokter Merlin mengizinkan membawa putra kami. Bahkan dia menyarankan untuk diadakan kontak kulit antara Dita dan bayinya. Ada ikatan batin yang kuat antara bayi dan ibunya. Siapa tahu cara ini bisa membuat Dita cepat sadar," ucap Rendra antusias.


"Kalau begitu Bapak bawa segera. Zahra kamu pergi dengan Pak Rendra. Lakukan apa yang dikatakan Dokter Merlin. Usahakan kontak kulit keduanya," ucap Dicky.


Dicky ingin melihat Dita cepat sadar. Dia tidak tega melihat atasannya Rendra yang setiap saat termenung. Makanpun tidak ada selera. Seperti orang yang kehilangan arah.


Zahra menggendong Bayi Rendra dan Dita itu menuju ruang ICU tempat Dita di rawat diikuti Rendra. Pria itu tampak sangat antusias. Sangat berharap cara ini akan membuat Dita cepat pulih.

__ADS_1


Hubungan batin yang terjadi pada ibu dan anaknya dimulai sejak bayi baru lahir. Terdapat sebuah penelitian yang menunjukan bahwa hal ini berkaitan dengan adanya hormon dopamin. Hormon ini berfungsi memberikan rasa bahagia pada seseorang. Ketika ibu melahirkan bayinya, maka secara tubuhnya akan memproduksi hormon dopamin. Dari situlah ada sebuah dorongan untuk merawat bayinya dengan baik hingga tumbuh menjadi besar.


Rendra membuka dada istrinya. Sedangkan Zahra membuka seluruh pakaian bayinya Rendra. Zahra meletakan bayi itu di dada Dita. Diharapakan kontak fisik, dengan kontak kulit keduanya. Diharapkan cara ini bisa membuat kontak batin keduanya terjalin.


Kontak batin dapat didefinisikan sebagai jalinan erat yang menghubungkan alam bawah sadar orang-orang yang saling mengenal. Kontak batin bisa terjadi pada dua orang atau lebih.


Zahra sengaja membuat bayi Rendra menangis, berharap tangisan bayi itu bisa menyadarkan Dita dari pingsannya.


"Sayang, lihatlah putra kita. Dia menangis, berharap pelukan hangat darimu. Bukankah kamu selalu berkata, tidak sabar ingin melihat wajah putra kita. Dia sangat tampan. Bukalah matamu. Lihatlah putramu ini, Sayang," ucap Rendra.


Beberapa detik berlalu, Dita masih tetap tidak sadar. Hingga menit berlalu, perlahan tangan Dita bergerak. Rendra yang menggenggam tangan Dita merasakan pergerakan tangan istrinya. Pria itu langsung tersenyum semringah.


"Sayang, kamu sadar. Tanganmu bergerak. Zahra, aku merasakan tangan Dita bergerak," ucap Rendra antusias.


"Kalau begitu, aku panggil Dokter dulu, Pak," ucap Zahra.


"Jangan kamu, biar aku saja. Kamu kenakan aja pakaian putraku lagi. Kasihan dia kedinginan jika terlalu lama telanjang.


Rendra membuka pintu ruangan bergegas menemui perawat yang berjaga di depan ruangan itu, memintanya mengabari Dokter Merlin dan dokter lainnya yang merawat Dita.


...****************...


Selamat Pagi. Semoga kita semua dalam lindungan Tuhan. Sambil menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel temanku dibawah ini.

__ADS_1



__ADS_2