
Selamat sore semuanya. Novel ini adalah novel lomba dan misi dari editor. Jadi Mama menulis berdasarkan arahan Editor. Ada beberapa pendapat yang tidak setuju Rendra dan Dita menikah. Mama di sini tidak menekankan ke agama. Setiap agama pasti melarang yang namanya Zina. Jadi mama harap maklum dari pembaca semua. Mama hanya menulis berdasarkan alur yang di minta editor. Terima kasih.
*****
Setelah menikah, Rendra mengadakan acara syukuran atas pernikahannya dengan karyawan di perusahaan. Hari itu semua karyawan bisa makan sepuasnya di aula.
Rendra yang datang dengan Dita, memperkenalkan wanita itu pada seluruh karyawan dan mengatakan jika saat ini Dita juga sedang mengandung anaknya. Tampak raut yang sangat bahagia terpancar dari wajah keduanya.
Karyawan banyak yang memuji kecantikan dan keramahan Dita. Wanita itu selalu menebarkan senyumnya sama siapa saja yang berpapasan dengannya.
"Sayang, apa kamu bahagia? Saat ini kita telah resmi menjadi suami istri. Aku harap kamu adalah pendamping hidupku yang terakhir. Kita menua bersama!" ucap Rendra.
Saat ini mereka berdua berada dalam ruang kerja Rendra. Dita duduk di pangkuan pria itu. Tangan Rendra berada di perut istrinya itu terus. Sambil mengobrol tangannya terus saja mengusap perut Dita.
"Sayang, kapan anak kita ini lahir. Aku sudah tidak sabar menantikan kehadiran dirinya. Pasti anak kita ini ganteng seperti Daddy-nya. Setelah usia satu tahun kamu hamil lagi, biar dapat anak perempuan yang cantik seperti mommy-nya!" ucap Rendra dengan terus mengusap perut Dita.
"Apa ...? anak dalam kandungan ini saja belum lahir, tapi Mas sudah memikirkan anak lagi. Apa Mas menikah denganku agar aku menjadi mesin pencetak anak saja?" tanya Dita dengan wajah cemberut.
"Bukan begitu, Sayang!" ucap Rendra mencubit hidung Dita. Wanita ini telah berani membantah ucapannya. Tapi memang Rendra tidak pernah memikirkan akan menikahi Dita hanya untuk memberikan dia keturunan. Rendra benar-benar mencintai wanita ini.
__ADS_1
"Aku menikahi kamu itu karena memang aku cinta. Aku menginginkan keturunan sebagai penerus kita. Dan juga menjaga kita nanti di saat tua. Jika hanya mengharapkan keturunan aku tidak perlu menikahi kamu. Aku bisa saja tetap menyewa rahim kamu."
Dita membenarkan ucapan Rendra. Kenapa dia harus menikahi Dita jika hanya mengharapkan keturunan? Dari awal juga dia hanya di sewa rahimnya.
Dita memeluk Rendra dan mengecup bibir pria yang telah Sah menjadi suaminya itu. Melihat Rendra yang hanya diam, Dita menggoda dengan mengecup kembali bahkan me*lu*mat bibir Rendra.
Rendra yang awalnya hanya diam, akhirnya membalas ciuman dari istrinya Dita. Ciuman yang awalnya lembut, akhirnya menjadi menuntut. Mereka saling membelit lidah dan bertukar saliva.
Tangan Rendra masuk dari kerah baju Dita menuju dua bukit kembarnya dan memainkan benda itu. Dita yang merasa terlena akhirnya mengeluarkan suara lenguhannya. Napas kedua nya saling berburu.
Saat tangan Rendra berpindah makin turun ke bagian bawah perut dan ingin mengusap benda lembah itu, suara ketukan di pintu menyadari keduanya sedang berada di mana.
Rendra melepaskan tangannya dari bagian inti tubuh Dita yang terasa lembab itu. Pagutan keduanya juga terhenti. Rendra baru menyadari jika pintu ruangan itu belum di kunci.
Dicky berjalan mendekati Rendra. Pria itu langsung duduk di hadapan Rendra. Dita yang berada dipangkuan suaminya berusaha turun karena malu dengan Dicky. Namun Rendra menahan tubuh wanita itu.
"Mau kemana? Tetap saja duduk di sini!" ucap Rendra memukul pahanya meminta Dita tetap berada di sana.
"Malu, Mas!" ucap Dita lirih.
__ADS_1
"Malu sama siapa? Cuma ada Dicky. Dia juga mengerti dengan kita. Kamu mau apa?" tanya Rendra mengingat bawahannya itu tadi telah mengganggu kegiatan dirinya dan Dita.
"Kita besok akan ke luar kota. Ada proyek yang harus Bapak tangani langsung!" ucap Dicky.
Rendra memandangi wajah Dita. Dia ingin mengajak istrinya itu ikut. Rendra tidak ingin meninggalkan Dita sendirian.
...****************...
Selamat sore. Sambil menunggu novel ini update bisa mampir ke novel teman mama di bawah ini.
Blurb novel WANITA AROGAN TERJEBAK DALAM DUNIA NOVEL
Airin Senja, seorang dokter yang juga penulis novel terkenal, mendapatkan tawaran dari seorang pengusaha untuk menulis sebuah naskah novel yang akan diangkat ke layar lebar dalam waktu satu bulan dengan tema yang sudah ditentukan oleh si pengusaha yang berperan jadi sponsor.
Senja yang memiliki sifat buruk, kasar dan juga sombong, bingung harus menulis cerita seperti yang diminta. Pasalnya dia tidak pernah mengetahui bagaimana rasanya ditindas dan perlakuan kasar, justru selama ini dia lah yang sudah bersikap seenaknya pada semua orang di sekitarnya.
Tidak hanya pada pelayan, asisten bahkan
__ADS_1
pada kekasihnya, Senja juga sering kali bertindak kasar, menganggap orang disekitarnya lebih rendah darinya dan pantas diperlakukan lebih dari seorang babu.
Dinda, sang asisten yang biasa diperlakukan kasar dan semena-mena menjadi ihlam dan tumpuan ide bagi Senja. Dia mulai menulis kisah Dinda yang menjadi protagonis dalam novelnya, yang mengalami penyiksaan dan juga penderitaan dari keluarga dan juga orang sekitarnya