(Bukan) RAHIM PENGGANTI

(Bukan) RAHIM PENGGANTI
Bab Empat Puluh Sembilan.


__ADS_3

Dokter Merlin dan satu dokter lainnya sedang memeriksa kondisi Dita. Tampak dokter itu keluar setelah beberapa saat.


Rendra yang menunggu di luar langsung mengejar dokter jaga itu. Bertanya tentang kondisi Dita.


"Dok, bagaimana keadaan istri saya? Apakah dia benar sadar?" tanya Rendra.


"Bu Dita telah lepas dari koma dan telah sadar. Namun masih dalam masa observasi. Jika dalam waktu dua jam keadaan Bu Dita makin membaik akan dipindahkan ke ruang perawatan. Bapak tidak usah kuatur!" ucap Dokter sambil tersenyum.


"Baiklah, Dok. Terima kasih."


"Kalau begitu saya pamit. Masih ada pasien yang harus saya periksa!"


"Silakan, Dok. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih!" ucap Rendra.


Dokter itu mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban, sebelum akhirnya melangkah pergi. Dari jendela Rendra mengintip apa yang Dokter Merlin lakukan pada istrinya Dita.


Dokter Merlin keluar dengan senyuman melihat Rendra. Pria itu langsung menghampiri sahabat nya itu.


"Bagaimana keadaan Dita, Mer?" tanya Rendra begitu sampai dihadapan dokter yang juga sahabatnya itu.


"Alhamdulillah, Dita telah melewati semuanya. Dia telah sadar. Tapi belum bisa diajak mengobrol banyak. Nanti setelah dua jam masa observasi dan Dita-nya baik-baik saja akan segera dipindahkan ke ruang rawat. Doamu dikabulkan. Dita sadar lebih cepat dari perkiraan."


"Apakah aku boleh menemui-nya?" tanya Rendra lagi.

__ADS_1


"Tentu saja boleh, asal jangan lama dan jangan diajak banyak bicara dulu. Biarkan istirahat untuk pemulihan."


"Terima kasih, Mer. Aku nggak akan melupakan semua bantuanmu ini."


"Ini semua merupakan tugasku."


"Aku boleh masuk?" tanya Rendra lagi. Merlin tersenyum dengan menganggukan kepalanya.


Dengan segera Rendra masuk tanpa pedulikan Dokter Merlin yang masih berdiri di sana. Dokter itu hanya tersenyum melihat sahabatnya itu.


Dia tahu pastilah saat ini perasaan Rendra sedang bercampur aduk. Bahagia mengetahui istrinya baik-baik saja. Dokter Merlin tahu dan mengenal Anggun. Dulu Rendra dan Anggun merupakan pasangan yang membuat semua iri. Cantik dan Ganteng.


Anggun begitu di manja dan dicintai pria itu. Semua perhatiannya tertuju hanya pada gadis itu. Rendra tidak pernah melirik wanita lain. Pria itu jika mencintai seorang wanita pasti dengan sepenuh hati.


"Sayang, kamu akhirnya bangun. Jangan tidur lama-lama lagi. Aku kuatir. Dunia ini terasa berhenti saat kamu tertidur panjang begitu. Aku nggak bisa tidur dan makan!" ucap Rendra dengan air mata jatuh membasahi pipinya.


"Emang berapa lama aku tidur, Mas?" tanya Dita pelan.


"Tiga hari, Sayang. Berjanjilah kamu nggak akan seperti ini lagi!"


"Maaf, Mas. Aku pasti membuat kamu sangat kuatir."


"Jangan katakan maaf. Kamu tidak bersalah."

__ADS_1


"Anak kita mana,Mas? Apa dia sehat?"


"Sehat dan ganteng seperti daddy -nya. Kamu akan melihatnya nanti setelah dipindahkan ke ruang rawat inap," ucap Rendra mengecup tangan Dita.


"Apa Mas telah memberi anak kita nama?" tanya Dita.


"Belum. Bukankah kamu yang akan memberinya nama."


"Terima kasih, Mas."


"Terima kasih untuk apa? Aku yang seharusnya berterima kasih padamu, Sayang."


Rendra mengecup dahi Dita. Istrinya itu menghapus air mata Rendra yang jatuh membasahi pipi pria itu. Dita bersyukur mendapatkan suami yang sangat mencintai dirinya. Mengingat perjalanan cintanya yang sangat menyedihkan dengan suaminya terdahulu.


"Terimakasih sudah berjuang untuk melahirkan putra kita. Tanpamu aku tak akan bisa bertemu dengannya. Terima kasih untuk perjuanganmu melahirkan putra kita. Terima kasih karena telah membuat aku menjadi Daddy dan suami dari istri sehebat kamu. Terima kasih buat semuanya. Masih banyak ucapan terima kasih yang lain, yang tak bisa aku katakan satu persatu. Kamu wanita hebatku!" ucap Rendra dan mengecup bibir istrinya itu.


Setelah cukup lama berada di dekat Dita, perawat meminta Rendra keluar. Mereka akan mempersiapkan pemindahan Dita ke ruang inap.


...****************...


Selamat Pagi semuanya. Semoga dalam kita semua dalam keadaan sehat. Sambil menunggu update, bisa mampir ke novel teman mama dibawah ini


__ADS_1


__ADS_2