(Bukan) RAHIM PENGGANTI

(Bukan) RAHIM PENGGANTI
Bab Empat Puluh Tiga (Bukan) Rahim Pengganti


__ADS_3

Anggun duduk dengan perasaan gugup. Dia mengajak Doni, sang kekasih untuk menemani. Awalnya Doni enggan ikut, namun Anggun memohon. Wanita itu juga takut menemui Rendra dan Dicky seorang diri.


Anggun memainkan jemarinya di atas meja. mengetuknya berirama. Padahal awalnya Anggun hanya menakuti Dita. Dia tahu wanita itu sangat lemah dan cengeng.


Rendra masuk ke restoran hotel itu dengan menggandeng tangan Dita. Wanita itu tampak cantik dan serasi dengan pasangannya Rendra.


Ditariknya kursi buat Dita duduk. Setelah itu barulah Rendra duduk di samping istrinya itu. Anggun dalam diam mencuri pandang apa yang Rendra lakukan buat Dita.


Anggun merasa heran melihat Rendra yang bisa bersikap baik dan lembut dengan Dita. berbeda saat bersama dirinya dulu. Setelah duduk tangannya Rendra berada di bahu wanita itu dengan sesekali berbisik sambil mengecup pipinya.


"Kamu mau makan apa, Sayang?" tanya Rendra sama Dita. Pria itu mengacuhkan kehadiran Anggun seolah wanita itu tidak ada dihadapannya.


"Aku udah kenyang. Tadi udah makan!" ucap Dita manja membuat Anggun cemberut.


Anggun merasa Rendra dan Anggun sengaja bermesraan untuk memanasi dirinya. Doni, kekasihnya Anggun hanya menunduk sambil meremas tangannya.


"Pesan apa saja. Agar anak dalam kandungan ini tidak lapar," ucap Rendra sambil mengelus perut Dita.


"Aku pesan martabak telor aja, Mas!" ucap Dita dengan manjanya. Dita bersandar ke bahu Rendra.


Rendra memandangi Anggun dan Doni, pria yang menjadi selingkuhannya. Dengan pandangan mengejek, Rendra tersenyum miring.

__ADS_1


"Jadi ini pria yang telah menggantikan aku?" tanya Rendra mengejek.


Doni hanya diam saat Rendra bertanya. Pria itu tidak tahu harus bicara dan bersikap bagaimana. Dia sadar dirinya salah, menjalin hubungan dengan wanita yang telah menikah.


"Apa pentingnya bagimu tahu siapa yang menemani aku? Bukankah kita tidak ada hubungan lagi?" tanya Anggun memberanikan dirinya.


"Penting! Emang tidak ada kepentingan bagiku! Dan aku juga berharap kau jangan mengusik hidupku lagi. Apa kau pikir bisa mengancamku dan menakuti aku dengan surat perjanjian itu? Apa yang akan kau lakukan jika aku tidak memberi anakku?" tanya Rendra.


"Aku bukan mengancam, tapi mengingatkan isi dari surat perjanjian yang pernah di tanda tangani wanita itu!" ucap Anggun menunjuk ke arah Dita.


"Wanita itu siapa?" Bentak Rendra. "Istriku ini memiliki nama, Dita. Jangan pernah lagi kau coba mengancamnya jika masih ingin hidup dengan uang dariku! Apa pria ini bisa memberikan kamu uang?!" bentak Rendra lagi. Pria itu memandangi Doni dengan mata melotot. Doni hanya bisa diam. Anggun yang menyadari kegugupan Doni, menggenggam tangan kekasihnya itu.


"Siapa namamu? Apa kau sadar dengan apa yang telah kau lakukan?!" bentak Rendra.


Rendra yang menyadari ketakutan Diat mengusap rambut wanita itu agar dia tenang dan berbisik,"Jangan takut. Aku bukan marah denganmu," bisiknya di telinga Dita.


"Aku takut Mas melakukan kekerasan. Aku nggak mau Mas berurusan dengan polisi," ucap Dita balas berbisik. Rendra lalu mengecup pipi istrinya itu.


"Jika aku mau, aku bisa melaporkan perbuatan kalian berdua. Sehingga kalian akan mendekam di kantor polisi. Namun aku tidak mau melakukan itu karena hanya buang-buang tenagaku untuk sesuatu yang tidak berguna!" ucapnya dengan sinis.


Anggun dan Doni hanya diam membisu. Mereka sadar apa yang mereka lakukan memang salah. Berselingkuh saat dirinya masih berstatus istri sah Rendra.

__ADS_1


Anggun juga tahu jika Rendra memang menginginkan semua itu, dia bisa saja memenjarakan mereka seumur hidup. Dalam diri wanita itu sebenarnya terbesit rasa penyesalan, namun semua telah terjadi. Nasi telah menjadi bubur. Dia harus menerima semua ini. Karena terlalu mengikuti egonya.


Selama satu tahun menjalin hubungan, dia merasa perhatian Doni perlahan mulai berubah. Saat ini saja, Anggun yang memaksa pria itu ikut. Awalnya Doni tidak mau pergi. Anggun mengancam menghentikan dana yang dia berikan. Akhirnya pemuda itu dengan terpaksa mengikuti kemauan Anggun.


Kata selingkuh sangatlah identik dengan peristiwa yang membawa derita bagi banyak orang. Tidak hanya korban yang diselingkuhi tapi juga yang menyelingkuhi dan orang ketiga yang turut terlibat. Belum lagi kalau berbicara soal keluarga. Lebih banyak lagi orang-orang yang harus mengalami luka akibat ketidaksetiaan seseorang. Akan tetapi perlu kita pahami bahwa perselingkuhan itu merupakan tabiat alami manusia. Seperti Anggun yang telah sering berselingkuh dari mulai pacaran dengan Dicky.


Secara fisik kita memang dibekali dengan hal-hal yang mendorong untuk berselingkuh.Faktor keterlibatan dengan seseorang memang dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan.


Setiap hari kita terlibat dengan lebih dari satu orang, tidak hanya pasangan. Sehingga ketika kita bertemu dengan orang lain yang dapat meningkatkan rasa senang tersebut – meski kita tidak merencanakan perselingkuhan, kita memiliki bakat untuk mulai berpikir selingkuh karena keinginan merasa senang itu. Ini yang di rasakan Anggun saat bertemu Doni. Perhatian Doni membuat Anggun terbuai.


Lain lagi jika dalam hubungan kita merasa mulai kurang perhatian, kurang nyaman, atau dari sudut pemenuhan kebutuhan fisik mulai berkurang. Tentu saja masalah ini dapat sangat mendukung gambaran perselingkuhan di piliran kita.


Alasan mereka yang berselingkuh sebenarnya sangatlah personal. Tidak melulu karena mereka tidak bahagia. Bahkan sebuah penemuan di Amerika Serikat menunjukkan bahwa 40% orang yang berselingkuh itu hidupnya sudah bahagia. Seperti Anggun yang telah bahagia dengan Rendra. Berselingkuh hanya karena merasa kurang puas.


Hanya saja alasan mereka berselingkuh ya memang sekadar pemenuhan kenikmatan itu saja.Untuk menghindari perselingkuhan kita pun harus kembali pada tolak ukur hubungan yang memuaskan di mana masing-masing pasangan berusaha membuat hubungan mereka memuaskan. Itulah hal utama yang harus dipenuhi. Jika mulai merasa tidak puas itulah saatnya kedua belah pihak harus mewaspadai.


"Aku ingatkan kamu, jika kamu masih ingin menikmati pemberianku dan tidak mau masuk bui, jauhi Dita. Jangan pernah mengancamnya apa lagi menyentuh. Aku mau kau kembalikan surat perjanjian itu pada Dicky secepatnya! Aku rasa pembicaraan ini. selesai. Aku tidak mau lagi kamu ada di sekitar aku dan Dita. Jika ada yang ingin kamu tanyakan lagi, silakan dengan Dicky!" ucap Rendra.


Setelah itu mengajak Dita pindah tempat duduk. Rendra tidak mau satu meja dengan Anggun. Dicky lalu mengeluarkan surat perjanjian di mana Anggun harus menjauhi Dita. Anggun terpaksa menanda tangani.


"Mulai hari ini aku mau kamu jangan takut dengan siapapun. Ingat, suamimu saat ini aku, Rendra. Tidak ada yang boleh mengganggu keluargaku!" ucap Rendra sambil mengecup pipi Dita. Wanita itu menjadi malu dan memerah pipinya. Dia malu karena banyak orang berada di restoran itu.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2