
Rendra memandangi Dicky dengan mata berharap. Seolah apa yang dia dengar saat ini adalah suatu keajaiban.
Mendengar ucapan Dicky, Rendra tampak kaget dan juga sekaligus bahagia. Ternyata dia tidak perlu mencari orang lain.
"Kamu serius? Apa golongan darah kamu dengan Dita sama?" tanya Rendra meyakinkan dirinya lagi. Dicky menganggukan kepalanya. Tanpa sadar Rendra langsung memeluk orang kepercayaannya itu.
"Aku tidak akan melupakan apa yang kamu lakukan saat ini. Seperti janjiku, apa pun yang kamu inginkan, akan aku berikan. Tolong donorkan darahmu untuk Dita!" ucap Rendra seperti memohon.
"Pak, aku pasti akan mendonorkan seberapa kantongpun yang Ibu Dita butuhkan. Aku ikhlas menolong tanpa mengharapkan imbalan. Bapak telah banyak menolong keluargaku. Bapak juga pernah mendonorkan darah buat Ibu ku saat dia membutuhkan dulu," ucap Dicky.
Dicky masih ingat saat ibu-nya di operasi dan membutuhkan darah golongan O, sedangkan Dicky memiliki golongan darah yang berbeda. Pria itu sempat panik karena saat itu golongan darah O stoknya cuma ada sisa satu kantong. Tanpa Dicky minta, Rendra maju mendonorkan darahnya.
Dicky merasa saat inilah waktu yang tepat membalas budi atas semua kebaikan Rendra. Mungkin bagi yang tidak mengenal Rendra secara dekat, mengira pria itu angkuh, sombong dan kejam.
__ADS_1
Rendra kejam pada orang yang tidak dikenalnya dan jika orang itu dirasa agak merugikan. Dia tegas tapi penyayang. Dicky tahu betul sifat Rendra. Jika dulu dia kejam dengan Dita karena pria itu tidak ingin menyakiti hati Anggun. Rendra juga sengaja melakukan itu untuk melindungi diri agar tidak jatuh cinta dengan Dita.
Rendra mulai memperlihatkan perhatian sama Dita sejak Anggun diketahui selingkuh. Rendra sebenarnya lelaki setia. Selama menikah tidak ada niat untuk mencari wanita sebagai selingkuhan walau banyak kesempatan untuk itu.
Rendra menemui Dokter Merlin, dan mengabarkan jika pendonor telah didapat. Dicky di minta masuk ke ruang pemeriksaan. Setelah yakin Dicky sehat, dokter segera mengambil darahnya. Dua kantong darah dapat Dicky donorkan.
Setelah selesai tranfusi darah dari Dicky, dan segera di berikan buat Dita. Dokter Merlin dan dokter lainnya keluar dari ruang ICU.
Rendra langsung menghampi Dokter Merlin begitu ia keluar dari ruangan.
"Saat ini Dita sudah melewati masa kritisnya. Kamu bisa melihatnya sebentar, gantian dengan yang lain jika ada yang ingin melihat juga. Tak boleh lebih dari satu orang yang masuk."
Mendengar itu Rendra langsung mengganti pakaian nya dengan baju steril. Dia duduk disamping tempat tidur Dita sambil menggenggam tangan istrinya itu.
__ADS_1
"Sayang ... bangunlah! Jangan membuat aku cemas begini.Kamu tahu'kan, aku tak akan sanggup jika harus kehilangan kamu. Sayang, kamu berjanji kita akan membesarkan anak kita bersama sampai menua. Kamu ingin melihat putra kita'kan, Sayang? Bangunlah Dita!" ucap Rendra sambil mengecup tangan istrinya dengan air mata yang berderai.Tidak pernah pria itu menangis seperti saat ini.
"Sayang, jika kamu sembuh aku janji tidak akan pernah melakukan hal hal buruk lagi. Aku akan meninggalkan semua kebiasaan burukku. Kamu nggak suka kan lihat aku merokok, aku janji akan tinggalkan itu. Kamu nggak boleh aku minum alkohol, mulai saat kamu sadar aku bersumpah tidak akan pernah menyentuhnya lagi. Apapun yang tidak kamu suka akan aku tinggalkan! Tapi kamu harus bangun, Sayang. Aku nggak bisa tidur kalau tidak memeluk kamu. kamu pati tahu itu. Jadi sadarlah, Sayang. Aku ingin memeluk mu ...." Rendra makin terisak karena menahan tangisnya.
Setengah jam kemudian, Dokter Merlin masuk kedalam ruangan, mengatakan pada Rendra jika waktunya telah habis. Dita harus beristirahat.
"Mer, sampai kapan Dita begini? Sampai kapan dia tidak sadarkan diri? Mesti berapa lama lagi dia tertidur?" tanya Rendra beruntun.
"Ren, masa kritis Dita saat ini sudah lewat. Sekarang hanya tinggal pemulihan. Aku telah memberikan obat yang terbaik buat Dita. Aku rasa dalam dua hari ini Dita akan segera pulih. Organ vital dalam tubuhnya telah normal. Jadi kamu tidak perlu kuatir!" ucap Dokter Merlin.
"Kamu nggak bohongkan, Mer? Dita pasti akan segera sadar setelah dua hari ini?" tanya Rendra lagi.
"Berdoa dan serahkan pada Tuhan. Aku telah berusaha maksimal. Aku perkirakan dua hari ini pastilah sadar. Besok atau lusa. Namun semua juga tergantung takdir yang Tuhan!"
__ADS_1
Dokter Merlin pamit untuk memeriksa pasien yang Lain. Rendra melihat Dita dari balik kaca. Berharap istrinya itu segera sadar.
...****************...