
Aku duduk di bangku panjang yang ada di dalam ruang perpustakaan. Kebetulan posisinya dekat dengan kaca jendela, sehingga aku bisa melihat pemandangan di halaman samping perpustakaan. Aku baru tahu, ternyata pemandangan disana lumayan asri dan teduh karena ada beberapa pohon yang tinggi, tumbuh disana. Aku jadi merasa tergoda untuk duduk di bangku kayu yang ada di bawah pohon itu.
Aku membaca buku sambil duduk di bangku yang ada di bawah pohon itu. Semilir angin sejuk yang berhembus menerpa tubuhku. Membuat aku semakin nyaman, dan tak terasa saat aku pejamkan mataku untuk menikmati suasana disana, malah membuatku tertidur.
Aku merasakan ada seseorang yang mengguncangkan tubuhku beberapa kali. Rupanya tanpa sadar aku sudah tertidur saat membaca tadi.
" Raja! Hei! Ayo bangun. Kenapa kamu malah tiduran disini? Sekarang jam pelajaran sudah masuk." Terdengar suara yang sangat familiar di telingaku. Ternyata Nino yang telah membangunkan aku. Saat aku membukakan mata, ternyata suasana sekolah telah sepi. Kuarahkan pandanganku menelusuri semua kawasan di sekitarku. Sepertinya semua murid telah masuk kedalam kelasnya masing-masing.
" Nino, apa aku sudah tertidur disini?" Tanyaku kepada Si ketua kelas, yang berjalan di sampingku. Dia berjalan dengan cepat, apalagi kakinya yang panjang, menjadikan langkahnya lebar.
" Apa kamu tidak sadar sudah tidur disana?"
" Hehehe…. Sepertinya begitu?" Aku tertawa garing, karena telah berbuat hal yang memalukan. Aku juga yakin kalau murid-murid yang lainnya pun akan menertawakan aku. Seorang murid teladan, bolos mengikuti pelajaran karena ketiduran di bawah pohon dekat ruang perpustakaan. Pasti mereka akan berpikir begitu.
Walaupun aku terlambat masuk ke dalam kelas, guruku membolehkan kami mengikuti jam pelajarannya. Teman-teman ku menatapku dengan tatapan yang seolah berkata mereka tak menyangka, seorang Raja bisa terlambat masuk ke kelas.
" Kamu dari mana saja? Kenapa terlambat masuk kelas?" Tanya Radit dengan nada suaranya yang rendah.
" Aku ketiduran di bawah pohon!" Jawabku sambil tersenyum tanpa dosa. Tawaku makin terkekeh saat melihat wajah Radit yang melongo menatapku tak percaya.
Aku dan murid yang lainnya, mengakhiri pelajaran hari ini dengan tes mingguan yang sering dilakukan oleh guru-guru ku. Alasan mereka sering memberikan tes adalah agar bisa mengukur kemampuan pemahaman para murid terhadap mata pelajaran yang diajarkan.
*****
Sepulang sekolah aku dan teman-teman ku yang lainnya, akan bermain bola basket di lapangan basket sekolah yang berlokasi di belakang bangunan sekolah. Kami dibagi dua tim, tim merah dan tim biru.
__ADS_1
Aku dan Nino satu kelompok dalam tim biru. Suatu keunggulan satu tim bersama dengan Nino. Selain jago dalam mencetak point dia juga dalam merebut bola lawan. Aku yang menjadi partner-nya.
Teriakkan dari murid-murid perempuan, di pinggir lapangan Basket membuat Tim biru banyak disemangati. Aku nggak menyangka ternyata banyak juga murid yang menyemangatiku.
" Raja! Raja! Raja!" Teriak para siswa perempuan teman seangkatan denganku.
" Kak Raja! Kak Raja! Kak Raja!" Teriak para siswa perempuan anak kelas satu dan kelas dua.
Aku mulai bermain basket sekitar satu Minggu yang lalu, dan permainanku semakin baik dari hari keharinya. Karena di kehidupanku dahulu, aku main basket saat masa kuliah bersama teman-teman di universitas ku.
Aku punya tubuh yang lumayan tinggi di atas rata-rata teman di kelas ku. Makanya saat aku bergabung dengan anak-anak basket, tinggi tubuh kami tidak terlalu jauh dan hampir setara. Kecuali Radit, yang tinggi tubuhnya paling pendek di antara anak-anak basket lainnya. Walau tubuhnya pendek dia pendek tapi larinya sangat cepat.
Kita bermain basket setiap hari sampai jam tiga sore. Setelah itu kita pulang bersama dan mampir dulu ke tempat jajanan kaki lima yang ada di dekat taman kota. Aku paling suka jajan bakso atau mie ayam, dan saat pulang nanti, aku akan membungkus dua, untuk Ratu dan Sultan.
Aku mengayuh sepedaku sekitar dua puluh menit, sambil membawa dua bungkus bakso untuk Ratu dan Sultan. Untuk oleh-oleh mereka di rumah, dan aku yakin sama seperti sebelum-sebelumnya. Ratu dan Sultan selalu suka dengan makanan yang diberikan olehnya.
" Ayo Sultan habiskan makannya, biar nanti saat ibu pulang kamu bisa cerita kalau kamu sudah menjadi anak yang hebat. Karena sudah makan banyak." Rayu-ku pada Sultan agar dia mau makan sampai habis.
" Nggak, Sultan mau makannya sama ibu!" Tolak Sultan sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.
" Ya, sudah kalau Sultan nggak mau makan. Nanti Sultan bobonya sendiri, Kak Raja nggak mau menemani." Aku pun pura-pura pergi meninggalkan Sultan, yang sedang duduk di samping Ratu yang mulai menghabiskan bakso-nya.
Kak Raja, jangan pergi! Aku akan menghabiskan makanannya!" Teriak Sultan saat aku akan menaiki anak tangga. Aku pun tersenyum karena rencanaku berhasil. Dengan langkah yang lebar aku kembali lagi ke meja makan dan menyuapi kembali Sultan sampai habis baksonya.
Saat aku duduk di ruang keluarga sambil mengerjakan tugas yang begitu banyak dari para gurunya. Tiba-tiba Ratu datang dan meminta saran kepada ku.
__ADS_1
" Kak, nanti sekolah sebaiknya aku melanjutkan sekolah ke SMA mana, ya?" Tanya Ratu sambil duduk di sebelahku.
" Kamu cita-citanya ingin menjadi apa?" Tanya ku kepada Ratu sambil melihat wajahnya yang sangat segar karena baru selesai mandi.
" Aku ingin menjadi guru dan membantu anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis." Jawabnya sambil memandang ke arahku.
" Bagus banget cita-cita kamu itu. Itu adalah pekerjaan yang Mulia." Kataku.
" Sebaiknya kamu masuk SMA Nusa 1 saja, kalau begitu." Lanjut aku sambil mengacak -ngacak rambutnya.
Ratu di kehidupan yang dulu, mengalami tindakan pemerkosaan oleh teman laki-lakinya yang sangat tergila-gila padanya. Setelah itu, laki-laki brengsek yang lainnya juga ikut memperkosanya. Tidak diketahui siapa saja yang telah melakukannya. Karena Ratu langsung mengalami depresi, begitu sadarkan diri saat di rumah sakit.
Aku dan ayah mencari tahu siapa yang telah melakukan tindak kejahatan itu, tetapi kami tidak berhasil menemukannya. Sampai aku sudah dewasa dan menjadi seorang dokter. Ada salah satu teman pasienku yang bercerita tentang dirinya dan beberapa temannya dahulu pernah memperkosa putri dari seorang dokter terkenal, sampai-sampai gadis itu depresi dan bunuh diri. Kejadian itu terjadi beberapa hari setelah Ratu masuk sekolah SMA Nusa 3.
******
JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.
DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.
BUNGA ATAU KOPI JUGA BOLEH ITU MEMBUAT AKU MAKIN SEMANGAT LAGI.
TERIMA KASIH.
__ADS_1