3 Dekade Yang Disempurnakan

3 Dekade Yang Disempurnakan
Sekolah pilihan untuk Ratu


__ADS_3

    Saat Ratu meminta saran kepadaku, dalam memilih sekolah mana yang lebih baik untuknya. Aku sarankan Ratu untuk masuk ke sekolah SMA Nusa 1, tempat aku sekolah sekarang. Karena di kehidupanku yang dulu, Ratu memilih masuk SMA Nusa 3 karena mengikuti teman-temannya yang banyak masuk ke sekolahan itu. Padahal dengan nilai yang dimiliki oleh Ratu, dia bisa masuk ke sekolah unggulan, SMA Nusa 1.


" Apa aku lebih baik masuk ke SMA Nusa 1?" Tanyanya pada dirinya sendiri sambil melihat kertas formulirnya.


" Menurut Kakak lebih baik masuk ke sekolahan Kakak sekarang." Kulihat Ratu masih agak bingung dengan pilihannya.


" Tapi teman-temanku, banyak yang memilih SMA Nusa 3. Mereka lebih memilih melanjutkan sekolahnya kesana?" Dengan wajahnya yang masih terlihat bingung dia, melihat ke arahku.


" Kan, kamu sendiri yang akan menjalaninya, jangan ikut-ikutan teman-temanmu. Kalau kamu nantinya mau masuk ke universitas yang terbaik, maka persiapkan dari saat kamu masuk SMA." Kataku memberinya pengertian, agar mudah dipahami oleh Ratu.


" Oh, iya. Di SMA Kakak banyak murid-murid yang bisa lolos saat masuk ke universitas ternama, ya!" Katanya penuh semangat sambil tersenyum ke arahku.


" Iya. Makanya Kakak sarankan masuk ke SMA Nusa 1 saja. Nanti kamu akan banyak kenalan yang bisa ditanyai soal sekolah kamu selanjutnya mau dimana? Bahkan banyak murid sekolah Kakak yang melanjutkan ke luar negeri. Karena SMA Nusa 1 sering diminta oleh universitas terkenal di dunia untuk mengajukan beasiswa prestasi untuk murid-murid teladannya." Jelas ku saat kulihat ada minat dari Ratu.


" Benarkah, Kak!" Ratu tersenyum dengan matanya yang berbinar-binar.


" Tapi ingat kamu harus menjadi yang terbaik dahulu dibanding dengan teman-temanmu," lanjutku lagi.


" Baiklah, Kak. Kalau begitu aku akan pilih SMA Nusa 1 saja demi menggapai cita-citaku." 


    Kulihat Ratu menuliskan nama SMA tempatku sekolah sekarang, di kertas formulirnya. Dengan semangat Ratu pun bercerita tentang keinginannya bisa sekolah di luar negeri. Aku hanya menanggapinya sesekali saat dia bercerita.


   Aku usahakan agar Ratu jangan sekolah di SMA Nusa 3, seperti di kehidupanku yang dahulu. Dimana dia di bully oleh cucu perempuan Kepala Sekolahnya, karena Ratu merupakan gadis yang cantik dan pintar. Sehingga banyak orang yang suka padanya. Baik murid satu angkatannya, maupun para seniornya. Bahkan Ratu yang baru masuk ke kelas satu SMA Nusa 3 sudah banyak mendapat sorotan dari guru-gurunya, karena kepandaiannya dalam semua mata pelajaran.


    Kepopuleran Ratu juga sampai ke sekolahan lainnya. Maka tak jarang saat Ratu main ke luar rumah selalu saja ada yang memanggil namanya, walau Ratu merasa tidak kenal. Ada seorang laki-laki yang merupakan kakak kelasnya, yang begitu tergila-gila kepada Ratu. Sampai-sampai setiap hari dia kesini dan itu membuat Ratu merasa kesal. Aku hanya baru bertemu dengannya dua kali. Karena aku melanjutkan sekolahku ke luar negeri karena mendapatkan beasiswa. Jadi saat kasus pemerkosaan yang dialami oleh Ratu, aku tidak tahu. Aku tahu saat Ibu memberi tahu kalau Ratu meninggal karena bunuh diri.


    Di Kehidupanku yang dahulu, aku kurang perhatian kepada Ratu. Aku lebih suka dengan dunia kesendirianku di dalam kamar. Tidak peduli dengan apa yang sedang dialami oleh Ratu. Siapa teman-temannya? Apa hobinya? Punya cita-cita ingin menjadi apa? Semua itu aku tidak tahu dan tidak mau tahu.


    Penyesalanku semakin menjadi saat ada salah satu pasienku, yang bercerita tentang Ratu. Tanpa dia tahu kalau aku adalah kakaknya. Makanya aku akan mencegah apa yang telah menimpa Ratu di kehidupan yang dahulu, jangan sampai terjadi lagi di kehidupanku yang sekarang.

__ADS_1


*****


    Aku yang aktif bermain basket diajak oleh teman-teman yang lainnya untuk ikut pertandingan persahabatan dengan sekolah lain. Maka aku pun menyanggupinya, karena ingin merasakan serunya bermain bersama teman-temanku yang sekarang melawan anak sekolahan lainnya.


" Raja, jangan lupa Sabtu sore di lapangan indoor gelanggang olahraga. Kita semua langsung berkumpul di sana saja!" Nino mengingatkan Raja, takutnya Raja lupa dengan jadwal pertandingannya.


" Baiklah, aku akan datang kesana langsung berangkat dari rumah." 


    Nino meminta kami semua, anggota klub basket untuk tidak membawa bekal akomodasi masing-masing. Karena akan disediakan oleh pihak guru olahraga, ini termasuk jadwal resmi sekolah.


    Tentu saja berita itu disambut dengan baik oleh kami semua. Karena semua fasilitas sudah ditanggung oleh pihak sekolah. Karena ini aku pertama kalinya ikutan acara pertandingan persahabatan dengan sekolah lain, jadinya merasa gugup.


    Radit sengaja ikut ke rumahku karena ingin berangkat bareng ke gelanggang bersamaku. Aku menyetujuinya, karena senang ada teman saat berangkat. Saat masuk kerumah Ratu dan Sultan sedang asik bermain berdua di ruang keluarga, karena ibu sedang mengantar ayah untuk melakukan pemeriksaan kondisi terakhirnya, ke rumah sakit.


" Ratu, Sultan, nih kenalkan teman Kakak. Namanya Radit!" Kataku mengenalkan Radit kepada mereka.


" Halo, Kak Radit!" Sapa Ratu dan Sultan bersamaan sambil tersenyum ke arah Radit.


" Kakak naik ke atas dulu, ya." 


    Aku dan Radit pun naik ke lantai dua, dimana kamarku berada. Saat menaiki anak tangga, tiba-tiba Radit menepuk bahuku.


" Raja, apa Ratu sudah punya pacar?" Tanyanya langsung kepadaku, tanpa basa-basi.


    Saat mendengar pertanyaan dari Radit aku menghentikan langkahku, dan membalikkan badan ku menghadap ke arahnya. Kulihat wajah Radit yang sedang berseri-seri, senyumnya tidak lepas dari wajahnya itu.


" Ratu masih kecil, belum boleh berpacaran!" Jawabku sambil menyentil kening Radit, dan dia mengaduh kesakitan.


" Kalau nanti Ratu sudah gedean dikit, boleh ya, jadi pacarku?" Radit bertanya penuh harap kepadaku.

__ADS_1


" Nggak, biarkan dulu menyelesaikan sekolahnya dahulu!" Jawabku menolak keinginan Radit.


" Ih, kamu itu jadi Kakak pelit sekali," gerutu Radit yang masih bisa didengar oleh Raja.


" Aku hanya ingin menjaga adikku! Dari orang-orang yang benar tabiatnya." Balasku sambil melanjutkan lagi langkahku.


" Memangnya aku punya tabiat yang buruk?!" Radit meneriaki ku tidak terima.


" Kalau begitu buktikan kalau kamu memang pantas untuk menjadi pacar dari Ratu." Kataku tanpa menghentikan langkahku untuk membuka pintu, dan memasuki kamar tidurku.


" Baiklah, akan ku buktikan!" Teriak Radit yang suaranya terasa memekakkan gendang telinga ku.


Aku mandi terlebih dahulu sebelum berangkat ke gelanggang bersama Radit. Begitu juga Radit ikut menumpang mandi, karena dia sudah membawa baju ganti.


" Ratu, Kakak mau bertanding basket dengan sekolahan lain. Bila ibu atau ayah bertanya bilang saja Kakak pulangnya agak malam. Jadi pintu depan jangan dikunci!" Pintaku kepada Ratu yang sedang duduk di sofa sambil membaca buku komik.


" Baik, Kak."


" Ratu kasih aku semangat, dong!" Pinta Radit sambil tersenyum manis kepada Ratu.


" Kak Raja! Kak Radit! Ayo berjuang!" Teriak Ratu dengan tangan terkepal ke atas.


Aku dan Radit hanya tertawa senang melihat ekspresi dari Ratu.


*****


JANGAN LUPA KLIK LIKE, FAV, HADIAH, DAN VOTE NYA JUGA YA.


DUKUNG AKU TERUS DENGAN MEMBERIKAN JEMPOL YANG BANYAK.

__ADS_1


TERIMA KASIH.


__ADS_2