
Foto Abhian dan Naya yang bertemu malam itu tersebar disemua grup chat setiap angkatan murid SMA Nusantara. Naya hari ini menjadi bahan gosip yang sedang hot di bahas. Hanya karena foto itu, banyak yang beranggapan bahwa Naya adalah pacar baru Abhian.
Sepanjang koridor menuju kelasnya, Naya mendengar banyak sindiran yang ditujukan padanya. Mereka merupakan sekelompok orang yang masih gamon dengan couple Abhian-Laura, sehingga ketika mendengar gosip itu beredar membuat mereka kesal pada Naya. Resiko dekat dengan cowok ganteng seperti Abhian ya begini, kalo gak di dukung ya dihujat.
"Nayaa!!" pekik Zulfa ketika melihat sosok Naya baru saja masuk ke kelas. Gadis itu siap menghujani sahabatnya dengan seribu pertanyaan.
"Lo harus klarifikasi ke gue, soal ini," Zulfa menunjukkan ponselnya pada Naya, disana ada foto Abhian dan Naya yang terlihat dengan mengobrol semalam.
"Lo pacaran sama kak Abhian? Buset Nay, perasaan gue gak banyak kasih info lo soal kak Abhian udah lo incer aja," ujar Rara, gadis berkacamata itu sampai membalikan kursi menghadap Naya yang duduk di belakangnya.
"Ish, gue sama kak Abhian gak pacaran. Lagian siapa sih yang iseng nyebar berita itu tanpa tau faktanya," sanggah Naya, kesal. Ternyata dekat dengan Abhian menyeramkan ya, paparazinya ada di mana-mana.
"Ngaku aja kali Nay, kalo gak pacaran trus apa? Masa kak Abhian sampe nyamperin lo ke cafe malem-malem gitu?" Zulfa tidak percaya.
Naya menghela napas pelan, ia beralih menatap kedua sahabatnya itu bergantian. "Oke, gue cerita sekarang," ucapnya, membuat Zulfa dan Rara kompak merapat, mendengar cerita Naya dengan seksama.
Naya pun menceritakan semuanya, mulai dari saat Abhian yang menolongnya ketika hampir di begal hingga fakta bahwa lelaki itu anak geng motor. Kedekatan mereka karena Naya meminta bantuan dari Abhian untuk menemukan orang yang menabrak kakaknya.
"Jadi gitu, semalam gue cuma mau traktir aja karena dia udah mau bantuin gue. Dan dia balasnya dengan nganterin gue pulang," jelas Naya.
Zulfa sampai menutup mulutnya excited ketika mendengar Naya bercerita. "Yaampun gemes banget sih kalian, jadian aja kali," timpalnya, mendapat tabokan di lengan dari Naya.
__ADS_1
"Gue turut berduka cita ya, Naya. Tentang yang terjadi sama Kakak lo," tutur Rara, yang baru tau soal kakak Naya yang sudah meninggal dunia. Sedangkan Naya hanya membalas dengan senyuman.
Zulfa memicingkan matanya, "Tapi beneran cuma deket soal itu aja? Kalian gak ada perasaan gitu satu sama lain?" tanya Zulfa, curiga.
Gadis itu tidak segera menjawab, jika di tanya soal perasaannya pada Abhian ia juga bingung. Beberapa kali, perilaku sederhana Abhian mampu membuatnya tersipu. Jika memang itu rasa suka, Naya berharap rasa itu tidak bertahan lama. Sebab ia cukup tau diri, sekelas Abhian pasti menyukai gadis cantik seperti Laura.
"Nggak lah, tipe kak Abhian pasti tinggi, kali. Mantannya aja sekelas kak Laura," imbuh Naya.
"Loh, kenapa gak mungkin, sia---,"Naya membungkam mulut Zulfa dengan telapak tangannya sebelum gadis itu kembali bersuara.
"Syutt, udah diem, gue sama kak Abhian gak ada apa-apa!" seru Naya.
"Jadi rumor soal anak SMATARA yang bergabung sama geng motor itu bener, ya?" tanya Rara.
...****************...
"Wah, gue gak nyangka ternyata lo orangnya sat set sat set ya, Bi," celetuk Novan, ketika melihat foto Abhian dan Naya sekarang sudah muncul di akun gosip sekolah.
"Harus lah, jaman sekarang kalo gak gercep bahaya, tikungan di mana-mana. Ya, gak, ul?" sindir Sandi pada Raul yang langsung dibalas tabokan dari lelaki itu.
"Gue nikung orang juga pilih-pilih, yakali nikung temen sendiri," balas Raul.
__ADS_1
"Dia beneran pacar Lo, Bi?" Kini Edgar yang bertanya, pasalnya sejak tadi Abhian tidak memberikan jawaban kepada mereka berempat. Lelaki itu hanya sibuk memetik senar gitar dipangkuannya.
Saat ini kelas 12 IPS 2 sedang jam kosong, guru sosiologi mereka sedang ada urusan penting katanya. Namun gurunya tetap memberikan tugas dan melarang mereka keluar kelas sebelum bel istirahat berbunyi.
Bukannya mengerjakan tugas, kelima lelaki itu malah sibuk bergosip di sudut kelas.
"Siapa sih orang yang sebar itu? Kayak gak ada kerjaan lain aja sampai fotoin orang diam-diam," kesal Abhian.
Sebenarnya Abhian tidak terlalu peduli dengan foto yang tersebar karena ia sudah biasa menjadi bahan gosip, tetapi kali ini Naya ikut terlibat bersamanya. Saat ia baru sampai di sekolah tadi pagi, ia mendengar banyak orang menghujat penampilan Naya yang dianggap tak pantas dengannya. Abhian jadi khawatir perkataan mereka sampai di telinga Naya. Ia takut gadis itu jadi kepikiran.
"Tapi kalo orang itu gak sebar kita jadi gak tau kalo lo udah punya gandengan baru, soalnya lo gak ada cerita-cerita ke kita," ujar Sandi, yang disetujui ketiga temannya.
"Dia cuma pengen traktir gue malam itu, karena udah tengah malem sekalian aja gue antar pulang," ungkap Abhian, mencoba meluruskan kesalahan pahaman yang ada.
"Ya maksud gue kalian ada hubungan apa, kayaknya deket banget sampai di traktir sama anter pulang segala," goda Sandi.
"Privasi," jawab Abhian.
Raul memukul meja dengan semangat, ketika mendengar jawaban Abhian yang terkesan ambigu. "Tuh kan, kalo gak ada sesuatu pasti langsung di spill, ini privasi ceunah!"Mereka bertiga tertawa puas karena berhasil menggoda Abhian.
"Terus, Laura gimana, Bi? Mantan lo itu kan masih ada rasa sama lo, kira-kira respon dia gimana ya denger kabar ini," tanya Novan, Abhian hanya mengangkat kedua bahunya tidak peduli.
__ADS_1
Hubungannya dengan Laura sudah lama selesai, harusnya gadis itu berhenti berharap padanya. Abhian memang bersalah karena tiba-tiba memutuskan hubungan mereka secara sepihak, namun bukan berarti ia tidak pernah menyukai Laura dengan tulus.
Abhian itu orang yang kaku, yang tidak terbiasa mengekspresikan rasa cintanya pada orang lain. Ia sadar selama berpacaran dengan Laura, ia tidak cukup baik membalas semua perlakuan gadis itu padanya. Di tambah pikirannya yang sedang kacau karena kecelakaan itu membuat Laura terabaikan. Akhirnya Abhian melepaskan Laura, agar gadis itu bisa bertemu orang lain yang benar-benar mencintainya daripada Abhian.