
Puas telah mengambil banyak jepretan disana,mereka berdua meninggalkan lampion park untuk mencari makan. Pasalnya di sana tidak banyak pedagang yang berjualan, alhasil mereka mencari tempat makan diluar saja.
“Lo mau makan apa?” tanya Abhian, ia melirik Naya dispion.
“Gue terserah kakak aja,” jawab Naya.
Damn! Ternyata Naya sama dengan gadis pada umumnya yang ketika ditanya tentang makanan dijawab dengan kata terserah. Karena kata keramat itu, Abhian jadi berpikir keras memilih makanan yang akan mereka makan.
“Jangan terserah, gue bingung,” keluh Abhian, membuat Naya tertawa mendengarnya.
“Kalo gitu, makan sate aja gimana?” usul Naya. Abhian setuju, ia melajukan motornya menuju warung sate langganan bude Sri yang rasanya luar biasa.
Naya pikir, orang seperti Abhian tidak biasa makan di warung pinggir jalan seperi ini. dugaan Naya salah ketika melihat Abhian yang cukup akrab dengan abang penjual sate itu saat memesan.
Mereka berdua duduk saling berhadapan, seraya berbincang perihal clue yang akan Abhian berikan. “Clue yang kedua apa kak?” tanya Naya.
“Kelas dua belas,” kata Abhian, menyampaikan cluenya.
Sebenarnya membantu Naya mencari orang yang menabrak kakaknya membuat Abhian selalu merasa bersalah. Sebab bantuannya hanya mengulur-ngulur waktu agar gadis itu tak segera menemukannya. Dia sangat malu, masih menjadi pengecut yang bersembunyi bahkan ketika orang yang menjadi penyebabnya sembunyi berada dihadapannya.
__ADS_1
“Kelas dua belas? Dia seangkatan sama lo berarti? Naya balik bertanya dijawab anggukan kepala dari Abhian. “Berarti gue harus cepat tau siapa dia kak, sebelum orang itu lulus,” imbuhnya. “Lo beneran gak bisa kasih tau gue siapa orangnya?” lanjut Naya, ia menatap Abhian dengan penuh harap.
Lelaki itu menggeleng, tanda tidak bisa.
“Nay,” panggil Abhian, membuat gadis didepannya kini menatapnya.
“Memangnya kalo tau siapa orangnya, lo mau melakukan apa ke orang itu?” tanya Abhian, dia penasaran dengan apa yang terjadi jika ia sudah ketahuan oleh gadis itu.
Naya berpikir sejenak, sebenarnya ia belum menentukan balasan yang pasti untuk diberikan saat bertemu orang itu. Naya hanya ingin, orang itu menjalankan hukuman yang serahusnya dia terima. Naya ingin memastikan, orang itu menyesal seumur hidupnya. Orang itu dan keluarganya harus tahu, bahwa masalah yang menyangkut nyawa seseorang bukan hal sepele yang diselesaikan begitu saja.
“Enaknya gue kirim ke penjara atau ke alam kakak gue?” canda gadis itu, namun raut wajahnya ia buat serius.
Abhian menelan salivanya, jawaban gadis itu agak diluar ekspetasinya. “Lo mau bunuh dia?”
Jleb.
Kalimat terakhir yang dilontarkan Naya seolah menancap dihatinya.
Pesanan mereka akhirnya tiba, keduanya melahap sate dan lontong diatas piring itu dalam diam. Naya sibuk memikirkan clue dari Abhian, sedangkan lelaki itu kepikiran dengan ucapan Naya barusan.
__ADS_1
...****************...
Setelah selesai makan, Abhian mengantar Naya pulang lebih dulu barulah ia pulang kerumah. Sesampainya di rumah. Ia membersihkan badan, lalu mengganti pakaiannya dengan baju yang lebih santai.
Lelaki itu menyambar benda pipih yang tadi ia simpan di atas nakas, kakinya melangkah menuju balkon karena ingin merokok. Selama bersama Naya tadi, Abhian sengaja tidak membawa rokoknya. Takut gadis itu risih dengan asap rokok, karena Abhian tau tidak semua orang suka dekat dengan orang perokok.
Lelaki itu bersandar di pagar balkon, ia mengisap rokoknya dan membuang asapnya sembarang ke udara. Saat sedang asik menikmati langit malam, namun tiba-tiba ponselnya berbunyi.
Ada satu chat dari Naya yang bertanya apakah ia pulang dengan selamat, Abhian dengan cepat membalas chat dari gadis itu. Lalu chatnya masuk lagi, kali ini Naya meminta fotonya yang tadi tersimpan di ponsel Abhian dikirim padanya. Jari Abhian beralih membuka galeri, ada beberapa foto dia dan foto milik Naya disana.
Ia mengangkat ponselnya di depan wajah, meneliti foto Naya yang ia ambil saat didepan pohon dengan lampion kupu-kupu. Tanpa sadar, sudut bibirnya tertarik membentuk lengkungan senyuman. Naya dengan rambut tergerai dalam foto itu terlihat sangat cantik, senyumnya yang ia tujukan pada kamera terlihat sangat indah. Abhian belum pernah melihat seseorang yang memiliki senyum indah seperti milik Naya. Foto milik Naya segera ia kirim pada gadis itu, namun setelahnya foto itu Abhian biarkan tersimpan di ponselnya.
Kembali ke galeri Abhian menggeser beberapa fotonya yang diambil oleh Naya. Abhian jarang berfoto, terbukti di dalam foto itu senyumnya terlihat kaku. Jarinya terus menggeser sampai akhirnya berhenti pada satu foto, Abhian tidak sadar saat Naya mengambil fotonya dengan gaya candid yang membelakangi kamera.
Disisi lain, Naya sudah merebahkan tubuhnya diatas kasur. Ia sedang memilih foto mana yang akan ia masukkan ke instagram storynya. Setelah menemukan yang pas, barulah foto itu ia bagikan di story akun miliknya.
Naya berniat melihat story milik orang lain, namun matanya menangkap akun Abhian yang juga sedang membagikan story. Dipencetnya profil lelaki itu lalu sebuah foto muncul. Senyum di bibir Naya terbit melihatnya, foto candid yang Abhian posting merupakan foto yang ia ambil diam-diam dari lelaki itu.
Ada banyak yang membalas storynya termasuk dari Zulfa dan Rara. Sebuah notifikasi baru yang masuk, menarik atensi Naya. Akun pengguna instragram yang Naya tidak kenal mengomentari fotonya.
__ADS_1
'Oh, jalan berdua ternyata, udah jadian memangnya?'
'Cuma mau ngingetin, jangan sampai baper sama Abhian. Soalnya kalo Lo tau siapa dia, Lo pasti benci banget sama dia'