
Mowldark, sekelompok monster yang mencapai dua puluh individu itu, berhadapan dengan warga desa yang jumlahnya hampir dua kali lipat dari mereka. Melawan monster sebesar Mowldark tentu bukan perkara mudah seperti mengusir sekelompok goblin yang tinggi badannya hanya setinggi anak kecil. Mowldark memiliki penampilan yang menyerupai manusia dewasa dengan tinggi badan mencapai dua meter. Cakar-cakar panjang yang mereka miliki sangat tajam, ditambah pergerakan mereka yang lincah dan gesit tentu membuat perlawanan dari warga desa menjadi semakin sulit. Penting untuk diingat bahwa warga desa ini, meskipun penuh semangat, bukanlah prajurit terlatih yang mahir dalam seni berperang. Bahkan sepuluh prajurit pun mungkin tidak akan cukup untuk menghadapi satu Mowldark.
Namun, dengan hadirnya Leo dan kelompoknya, membuat segalanya terasa begitu mudah.
Leo dan kelompoknya bergerak dengan lincah, mengambil alih bagian yang paling berbahaya dari pertarungan. Leo menghindari setiap serangan dengan gerakan yang gesit, pedangnya bergerak seperti kilat memotong sekelompok monster dihadapannya.
Mowldark yang tadinya tampak sangat kuat, kini mulai terdesak. Bahkan beberapa di antara mereka sudah terluka parah atau bahkan tumbang.
Leo maju dengan penuh percaya diri, langkahnya mantap dan cepat. Hanya ada empat monster yang tersisa di depannya, dan dia tidak akan membiarkan mereka lolos begitu saja. Dalam gemerlap cahaya bulan, jubahnya seakan berkibar, menambah kesan yang memukau di setiap gerakannya.
Pedangnya bergerak dengan kecepatan kilat, menghasilkan kilatan cahaya di udara. Dia mengejutkan monster pertama dengan menebas kaki makhluk itu. Monster itu terhuyung-huyung, dalam posisi setengah ambruk, memudahkan Leo untuk dengan cepat menebas kepalanya dan mengakhiri penderitaannya.
Monster kedua mendekat dengan cakar tajam yang mengancam. Namun, dengan refleks yang cepat, Leo merespons. Ia menundukkan kepalanya, merasakan serangan itu berlalu di atas kepalanya. Dalam sekejap mata, cakar itu hanya mengoyak udara yang kosong.
__ADS_1
Tudung jubah hitamnya tersingkap oleh hembusan angin dari gerakan cepat cakar itu. Dalam cahaya bulan yang menghiasi langit, Leo melancarkan serangan balik. Pedangnya, yang telah menjadi teman setianya dalam pertarungan ini, berayun dengan cepat. Mata pedang itu menghasilkan kilatan cahaya yang memotong gelapnya malam.
Pedang itu menemui sasarannya dengan kekuatan penuh, menghantam bagian pinggang monster itu. Terdengar seperti suara angin yang bertiup kencang saat pedang itu menembus daging monster, mengiris jaringan otot dan tulang dengan mudahnya. Monster itu terbelah menjadi dua bagian secara horisontal, dan darah hitamnya mengalir sangat deras. Lengan-lengan panjangnya yang dahulu menakutkan, kini terkulai tanpa tenaga.
Tubuh atas monster itu jatuh ke belakang dengan suara gedebuk yang menggetarkan tanah. Wajah monster yang mengerikan meninggalkan tiga mulut yang menganga, dengan lidah panjang menjijikan yang menjulur keluar dari mulutnya. Tak lama kemudian, tubuh bagian bawah monster itu ikut jatuh, menciptakan coretan hitam di permukaan tanah.
Leo berdiri menatap tajam monster dihadapannya. Keringat membasahi wajahnya, dan napasnya mulai terasa berat, tetapi dia tidak akan menyerah begitu saja. Leo berdiri dengan tegak, kedua kakinya dilebarkan sejajar, menempatkan dirinya dalam posisi kuda-kuda yang kokoh dan stabil. Kedua tangannya memegang pedang dengan erat, lalu mengangkatnya setinggi dada.
Namun, di tengah ketegangan itu, terdengar suara berisik dari belakang. Leo segera berbalik, mencari sumber suara itu. Ternyata, Tuan Balfam, sang kakek berotot, sedang melompat dari belakangnya dengan penuh semangat. Dia membawa dua kapak pendek di tangan dan dengan lihai menebas kepala salah satu monster tanpa ampun sambil berteriak, "Summer Slam!!" Hingga dua monster sekaligus tumbang di hadapannya.
Tidak mau kalah, Matilda tiba-tiba muncul dan menerjang monster yang tersisa dengan cakarnya yang dihiasi aura kegelapan. Sambil terus meneriakkan, "Bunuh! Bunuh! Bunuh!" Monster itu terkoyak menjadi beberapa bagian kecil, mengakhiri ancaman mereka.
Setelah semua Mowldark berhasil dikalahkan, suasana di desa berubah drastis. Teriakan sorak-sorai kebahagiaan menggema di jalanan perkebunan desa. Seluruh warga desa bersorak riang, mengangkat senjata mereka ke udara sebagai tanda kemenangan. Tuan Balfam tertawa keras, terlihat sangat gembira sambil merangkul Leo dengan penuh kebanggaan. Warga desa berbondong-bondong mendekati Leo, mengerumuni dia dengan ucapan terima kasih yang tulus.
__ADS_1
Tentu saja, Leo menjadi pusat perhatian, karena dia telah membunuh sebagian besar Mowldark yang menyerang desa ini. Dari 20 monster, dia berhasil mengalahkan 14 di antaranya, dan pencapaiannya ini patut diakui oleh semua orang di desa. Tuan Balfam, dengan mata berbinar, memberikan pujian dan ucapan terima kasih kepada Leo atas keberaniannya.
Namun, tidak hanya Leo yang mendapat penghargaan. Matilda, dengan senyumannya yang gila akan darah, juga didekati oleh beberapa warga desa yang mengucapkan terima kasih karena telah membantu melawan ancaman Mowldark. Belladona dan Alisha juga mendapat banyak pujian, karena mereka juga telah berkontribusi besar dalam mempertahanan desa.
Leo merasa ada yang tidak beres di tengah keramaian ini. Di bawah sorakan kemenangan dan perasaan lega, ia merasakan bahwa Mowldark seharusnya tidak selemah ini. Ingatannya membawa kembali gambaran bagaimana kejamnya monster itu di Sky Hotel, bagaimana mereka membantai sahabatnya tanpa ampun. Dan begitu juga dengan Alisha, yang mungkin akan mati jika tidak mendapat pertolongan dari Belladona.
Dia mengalihkan pandangannya ke arah menara di kejauhan, dan di sana, dia melihat Belladona yang tampaknya memiliki pemikiran yang sama dengannya. Mereka saling bertukar pandangan, tidak perlu kata-kata untuk menyadari keanehan yang sedang mereka pikirkan.
Leo kemudian bergabung dengan Belladona, dan dalam bisikan pelan, ia mulai berbicara. "Ini terlalu mudah, tidak mungkin Mowldark selemah ini. Seperti ada yang salah."
Belladona memandangnya serius, mengangguk setuju. "Benar, Leo. Ini tidak wajar, Mowldark seharusnya lebih kuat daripada ini. Kita perlu mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi di balik serangan ini."
Leo menyadari bahwa mereka harus tetap waspada, bahkan di tengah kebahagiaan ini. Sesuatu yang lebih besar mungkin sedang terjadi, dan mereka harus menemukan jawabannya sebelum terlambat.
__ADS_1