Against All Odds

Against All Odds
CH 29 - Kolam Pertemuan


__ADS_3

1 bulan setelah kemunculan Mowldark di Desa Kabut.


...-...


Ruangan bawah tanah Dewan Kerajaan Thellidia memancarkan kemewahan dan keanggunan yang mengesankan. Terangnya cahaya lilin yang ditempatkan berjajar dengan indah di dinding ruangan menciptakan atmosfer yang hangat. Lukisan-lukisan indah menghiasi dinding ruangan ini, menggambarkan sosok magis dan para tokoh bersejarah.


Beberapa guci dengan desain yang rumit dan menawan terletak dengan anggun di berbagai sudut ruangan, sementara lampu gantung menyerupai kristal menggantung dengan megah di atas kolam renang. Dari langit-langit ruangan, sinar cahaya tercermin dan berkilauan di permukaan air kolam yang luas.


Kolam yang terletak tepat di tengah ruangan memiliki ukuran yang cukup besar, kira-kira sekitar 7x3 meter. Airnya tampak jernih, memberikan suara gemericik yang menenangkan dan memberikan kesegaran yang dirasakan oleh keenam pria dewasa yang sedang berendam di dalamnya.


Di salah satu sudut ruangan, berdiri sebuah patung seorang ksatria bersayap yang dihormati sebagai Dewa Talos Yang Agung. Patung ini menjulang tinggi, dengan sayap yang megah menghiasi punggungnya, memberikan kesan kuasa dan kebesaran bagi pengikutnya.


Suasana di ruangan ini menciptakan kesan mewah, tenang, dan sunyi. Ini adalah tempat di mana pertemuan dan diskusi penting kerajaan Thellidia terjadi, sambil merendam tubuh mereka dalam kemewahan dan kenyamanan yang ditawarkan tempat ini.


Suara-suara pelan dari kolam bawah tanah Kerajaan Thellidia penuh dengan sentuhan kenikmatan. Pria yang sedang berendam merasa nikmat dengan layanan pijat dari wanita-wanita cantik yang duduk di tepi kolam, disaat yang sama, suara percakapan ringan diantara mereka mulai mengisi ruangan.

__ADS_1


"Oh benar, ya benar di situ, di bagian itu," bisik salah satu dari mereka, mengungkapkan kepuasannya.


"Yap, oh Dewa, ini sungguh nikmat," sahut yang lain dengan penuh kenikmatan.


Sosok pria berambut cokelat sebahu dengan brewok panjang model bandholz menikmati setiap sentuhan lembut yang mengurut bahunya. Pria ini adalah Raja Jurgan, pemimpin Kerajaan Thellidia. Dia merasa sangat rileks dalam momen ini, seolah-olah beban kerajaannya lenyap saat dia tenggelam dalam pijatan.


Tidak jauh darinya, ada sosok lain yang juga sedang berendam dan menikmati pijatan serupa. Pria ini adalah Raja Gallus Calidia, pemimpin Kerajaan Cadeira yang dikuasai oleh Faksi Venomglaire. Raja Gallus adalah sekutu setia Kerajaan Thellidia, dan kerajaannya telah menjalin hubungan yang kuat dengan Kerajaan Thellidia selama bertahun-tahun lamanya.


"Beginikah cara orang Silvergate untuk menghabiskan waktunya?" tanya Raja Gallus dengan nada santai, mencoba memecah keheningan.


Mereka berdua, sebagai pemimpin dua kerajaan kuat di Benua Winterhedge, duduk bersama dalam kolam yang mewah ini. Selain mereka berdua, ada perwakilan dari Kerajaan Isenfeld dan Kerajaan Celestials, yang masing-masing diundang oleh Raja Jurgan untuk menghadiri pertemuan ini. Dan sisanya, adalah pemimpin dari kerajaan-kerajaan kecil yang terletak di bagian Selatan wilayah Swynstone.


Raja Jurgan, dalam keadaan santai di kolam renang yang memanjakannya, tiba-tiba memberi isyarat untuk memberi sambutan. Air kolam yang mengelilingi tubuhnya tampak bergerak lembut saat dia meraih beberapa tetes air dan membiarkannya jatuh kembali ke permukaan. Dia mengangkat kepala, mata birunya memancarkan sikap penuh wibawa.


"Wahai teman-teman ku yang setia," ucap Raja Jurgan dengan suara dalam yang memenuhi ruangan yang mewah ini, "Aku ingin mengucapkan selamat datang kepada perwakilan dari kerajaan-kerajaan besar di Benua Winterhedge yang telah hadir di pertemuan kita yang ke-21. Hari ini, kita berkumpul di bawah atap Kerajaan Thellidia untuk membahas ancaman besar yang menghadang kita semua. Tapi tak hanya itu, kita juga akan membahas seberapa besar keuntungan dan hasil yang akan kita peroleh saat ancaman besar itu dapat kita taklukan."

__ADS_1


Raja Jurgan, sambil duduk di dalam kolam, kembali menggerakkan tangannya di permukaan air, menciptakan gelombang kecil yang menciptakan cahaya berkilauan di permukaan kolam.


"Seiring kedatangan Faksi Nythorian dan IIlymeira yang semakin mendominasi dengan kekuatan gelap mereka, kita harus mengambil langkah berani untuk melindungi benua ini. Kerja sama antar kerajaan adalah satu-satunya jalan menuju keberhasilan. Dan hari ini, kita berada di sini untuk merencanakan bagaimana kita bisa bersatu dalam menghadapi ancaman ini."


Mata Raja Jurgan tetap fokus pada perwakilan yang hadir, sesekali dia melirik kearah wanita-wanita cantik yang lalu-lalang membagikan sebuah cangkir berbahan emas murni ke seluruh perwakilan yang hadir. "Jadi, mari kita mulai perbincangan ini, dengan harapan kita dapat menemukan cara untuk menyelamatkan Benua Winterhedge dari keterpurukan dan kegelapan."


"Baginda Raja Jurgan Emeric, bisakah anda memberi tahu kami lebih lanjut tentang ancaman kegelapan yang belum lama terjadi? Saya mendengar kabar bahwa itu berasal dari sebuah portal yang tak diketahui asalnya. Aku rasa pembicaraan mengenai hadirnya sosok yang mereka sebut Mowldark ini lebih penting daripada membahas Kerajaan Nabis ataupun Nythorian."


Terdengar pertanyaan tajam dari sudut kolam, dan semua mata langsung tertuju pada pria berbadan gempal yang berani mengajukan pertanyaan dengan nada yang kurang sopan. Tatapan tidak senang dari Raja Gallus Calidia langsung menusuknya, seakan memberi peringatan untuk berbicara dengan lebih hati-hati kepada Raja Jurgan.


Namun, Raja Jurgan tidak membiarkan situasi itu berkembang menjadi konflik. Dia tersenyum tenang dan membalas dengan nada yang tenang, "Maafkan diriku yang mudah lupa, boleh perkenalkan diri anda sebentar?"


Pria gempal itu meringis saat tersadar akan ketidaksopanannya, dia menjawab dengan terbata-bata. "Maafkan saya, Raja Jurgan. Saya adalah Kastor Tertius dari Kerajaan Glardon di wilayah Turga."


Raja Jurgan merespons dengan senyuman yang luas, membenarkan posisinya sedikit dan meraih secangkir minuman yang diambilkan oleh wanita di belakangnya. "Turga? Benarkah?" Jurgan menikmati tegukan pertama minumannya, sementara Kastor menunggunya dengan keringat yang mulai membasahi wajahnya. "Aku tidak menyangka Kerajaan Glardon akan menghadiri pertemuan ini. Mari bersulang untuk hal baik ini." Jurgan mengangkat cangkir emasnya dan mengajak seluruh perwakilan yang hadir untuk ikut mengangkat cangkir mereka sebelum memulai minum bersama.

__ADS_1


sementara Kastor, yang merasa agak gugup, segera terburu-buru mengambil cangkir yang tersedia di tepi kolam. Dengan cepat, dia mengangkatnya dan bergabung dengan perwakilan yang lain dalam mengangkat cangkir mereka sebelum memulai minum bersama.


__ADS_2