
Di dunia Erder, tingkatan kekuatan digunakan untuk mengukur sejauh mana seseorang telah berkembang dalam petualangan dan pengalaman mereka. Meskipun bukan satu-satunya ukuran, tingkatan ini membantu dalam memberikan gambaran tentang kemampuan individu.
Tingkatan ini awalnya hanya ditujukan untuk mengukur dan membagi kekuatan para petualang dan ksatria saja. Namun, dengan berjalannya waktu, tingkatan ini juga mulai digunakan untuk mengukur seberapa kuat kemampuan makhluk-makhluk lain di dunia Erder.
Sering kali aura kekuatan yang di pancarkan oleh seseorang dapat dirasakan oleh orang-orang disekitarnya, itu yang membuat kenapa harus dibuat daftar tingkatan dengan nama-nama seperti berikut ini :
1. Petualang Tingkat Satu
2. Petualang Tingkat Dua
3. Petualang Tingkat Tiga
4. Petualang Tingkat Empat
(1-4 biasanya diberikan untuk para petualang yang dapat bekerja dengan baik dalam mengurus urusan di dalam suatu desa, kota, kerajaan, dan organisasi)
5. Petualang Tingkat Lima
6. Petualang Tingkat Enam
7. Petualang Tingkat Tujuh
(5-7 biasanya diberikan untuk para petualang yang sudah ahli dalam melakukan teknik-teknik dasar dalam bertarung, seperti teknik menggunakan pedang, tombak, panah, dll)
8. Petualang Tingkat Delapan
9. Petualang Tingkat Sembilan
10. Petualang Tingkat Sepuluh
(8-10 biasanya diberikan untuk para petualang yang sudah terbiasa dalam bertempur, mereka sudah memiliki cukup banyak kemampuan khusus, seperti sihir dan bakat khusus dalam diri mereka)
Di atas tingkatan dasar ini, terdapat enam tingkatan khusus yang mengukur kekuatan yang lebih tinggi:
__ADS_1
11. Master : Kekuatannya sudah setara dengan ksatria hingga panglima perang suatu kerajaan besar.
12. Demigod : Namanya sudah dikenal luas di berbagai kerajaan akan kemampuannya. Biasanya petualang di tingkat ini sudah mendapatkan gelar pahlawan.
13. Divine : Membunuh seekor naga sudah bukan hal yang sulit bagi petualang di tingkat ini.
14. Empyrean : Biasanya tingkat ini dimiliki oleh makhluk-makhluk magis di Benua Elfedge.
15. Colossus
16. Eternal
(Kekuatan 15-16 masih sekedar cerita atau omongan masyarakat setempat, belum ada bukti yang pasti apakah ada seseorang yang memiliki kekuatan di tingkat ini)
Namun, perlu diingat bahwa tingkatan ini hanyalah panduan kasar dan masih banyak faktor lain yang dapat memengaruhi kemampuan seseorang, seperti kecerdasan, strategi, dan keberanian.
Di dunia Erder, peningkatan kemampuan adalah tentang pengalaman, pertumbuhan, dan menemukan potensi tersembunyi dalam diri seseorang. Bergantung pada kekuatan faksi saja tidaklah cukup.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Leo terbangun dalam kegelapan, hanya cahaya redup lampu gantung yang bergoyang di atasnya memberikan sedikit pencahayaan. Kedua tangannya diikat kuat, begitu juga dengan kedua kakinya, dan lehernya terjerat oleh ikatan yang tak terelakkan. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, merasa hampir samasekali tidak ada ruang untuk bergerak. Setiap usaha yang ia lakukan untuk melepaskan diri sia-sia.
Leo merasa dinginnya kelembaban di tempat itu mulai menempel di kulitnya, menciptakan sensasi dingin yang tidak nyaman. Bau busuk tercium menusuk di dalam ruangan ini. Semua ini membuatnya merasa seolah terperangkap dalam mimpi buruk.
"Apa yang terjadi? Terakhir kali aku ingat, aku sedang berjuang melawan Banshee di hutan. Kemudian... kenapa aku tiba-tiba ada di sini? Apakah aku kalah? Tidak, aku ingat, aku tidak kalah, aku..."
Ia melihat sekeliling, mengidentifikasi pintu besi yang merupakan satu-satunya jalan keluar dari tempat ini.
"Sial, apa ini penjara? Dimana yang lainnya?"
Leo mencoba untuk tetap tenang, matanya tertuju ke arah kasur yang terletak beberapa meter darinya. Ada seseorang yang terbaring di sana dengan tangan, kaki, dan lehernya terikat. Dalam kegelapan, Leo berusaha mengidentifikasi siapa yang berada di kasur tersebut, tetapi jarak yang memisahkan mereka membuatnya tidak bisa memastikan identitas orang tersebut. Sebelum ia bisa benar-benar memastikan siapa orang itu, pandangannya terhalangi oleh sosok pria berkacamata dengan rambut yang acak-acakan.
Pria itu mengenakan mantel putih, seperti yang sering dikenakan oleh dokter atau profesor. Senyuman aneh terukir di wajahnya, memberikan kesan yang tidak menyenangkan.
__ADS_1
"Sudah bangun, rupanya," ujar pria itu dengan nada yang terdengar meremehkan. "Malangnya nasibmu, sepertinya kamu akan merasakan semuanya membakar dirimu."
Seketika, pria itu mengeluarkan sebuah jarum suntik yang mengkilap di tangan. Kilatan cahaya dari lampu memantul di kacamata pria itu, menciptakan efek yang mencekam. Leo tidak mengerti apa yang akan dilakukan pria ini, tetapi ia bisa merasakan ancaman di udara.
Jarum suntik itu perlahan diarahkan ke leher Leo, dan ketika pria itu mulai mendekat, rasa ketidakberdayaan semakin menggelayut pada Leo.
"Tu-tunggu!" Suara leo tidak dapat terdengar dengan jelas, saat sebuah kain membungkam mulutnya.
Leo merasakan cairan yang hangat dan tak dikenal itu mengalir masuk ke dalam tubuhnya. Dalam keadaan terikat, mata Leo membelalak dalam ketakutan. Keringat bercucuran dari dahi dan tubuhnya terus meronta dalam usaha untuk melawan. Meskipun mulutnya dibungkam, teriakan yang tersumbat dalam tenggorokannya mencoba keras untuk keluar, menciptakan suara mengerikan yang hanya terdengar dalam pikirannya. Efek dari cairan yang menerobos ke dalam dirinya membuatnya merasa seakan-akan tubuhnya terbakar, dan rasa sakit yang tak tertahankan merayapi setiap serat otot hingga seluruh organ dalamnya.
Rasa sakit yang mendera Leo akhirnya mereda. Keringat membasahi tubuhnya, dan napasnya kembali teratur. Namun, Leo merasa tubuhnya seperti limbung setelah pengalaman yang mengerikan barusan.
Profesor gila itu berkata, "Nah, benar begitu, sekarang istirahatlah," seolah-olah ia hanya memberi "istirahat" kepada subjek percobaannya.
Leo menatap tajam kearah profesor yang berjalan keluar ruangan, kemudian dengan perasaan marah dan putus asa, Leo mencoba membebaskan diri. Ia menarik dengan sekuat tenaga pada rantai yang mengikat tangannya, tetapi mereka tidak bergeming. Otot-ototnya menegang, dan wajahnya memerah karena usaha kerasnya, tetapi ia tetap terjebak.
"Kenapa kekuatanku tidak keluar?" gumam Leo dalam kebingungan. Kekuatan Nythorian yang selalu ada untuk melindungi dirinya sepertinya telah menghilang, tertahan oleh sesuatu.
"Percuma saja, Dr.Trant sudah memberimu cairan khusus." Suara seorang pria asing terdengar dari balik pintu besi.
Pria yang ada di balik pintu itu kemudian masuk. Pria itu mengenakan mantel hitam, dan sebuah kemeja berwarna putih. Pakaiannya tidak terlihat kontras dari dunia erder yang dikenali leo, pakaian ini seperti berasal dari dunia asalnya. Leo terus menatap tajam kearah pria itu.
Pria itu memahami maksud dari tatapan leo. Pria itu kemudian merapikan rambutnya yang sudah tampak begitu teratur, memberikan sedikit senyuman dan membungkuk seakan untuk memberi salam. "Maaf, namaku Lucas, senang bertemu denganmu."
Leo tetap mengamati setiap gerakan dan perkataannya dengan ketat. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dilakukan pria bernama Lucas itu.
"Kamu tidak perlu cemas, Leo Demhian." Lucas kemudian mendekati Leo, mengambil jarum suntik diatas meja, jarum yang sebelumnya digunakan oleh Dr. Trant. "Benda ini tidak akan membunuhmu, berbeda dengan pangeran disana, dia tidak sekuat dirimu." Sambil memainkan benda itu di depan Leo.
"Pangeran?" Leo terkejut dan menoleh ke arah pria yang terbaring di atas kasur yang berjarak empat meter dari kasurnya, hanya untuk menyadari bahwa itu adalah Gideon, orang yang belum lama bertarung dengannya saat di Menhir Bastion.
Lucas menambahkan, "Itulah akhir dari seorang pengkhianat, aku harap kamu tidak berakhir sepertinya, Leo Demhian."
Leo hanya terus menatap kearah Gideon, merasa tidak percaya dengan apa yang ada di depannya sekarang. Dia mulai khawatir dengan keadaan teman-temannya yang lain.
__ADS_1