
Leo dan penguin berbulu berbadan gempal bernama Kucing duduk bersama di bangku taman, angin sepoi-sepoi memainkan rambut dan pakaian Leo ketika mereka berbicara. Kalau kucing tidak pakai baju, jadi angin menerpa bulunya yang tebal.
Leo tertawa saat penguin merujuk dirinya sebagai 'kucing'. Dia tak bisa membayangkan sedang berbicara dengan seekor penguin aneh seolah-olah ia adalah manusia. Tapi ia mencoba memfokuskan diri pada masalah yang dihadapi.
Ketika penguin gempal bernama Kucing itu menjelaskan situasinya dan ikatan diantara mereka, Leo mengerutkan kening dengan kekhawatiran. Ia tidak tahu harus bagaimana.
Ia merunduk dengan tangan terlipat, dan bertanya, "Jadi apa yang kamu inginkan dariku?"
Kucing menggelengkan kepalanya. "Aku tidak ingin apa-apa dari kamu, Leo. Aku hanya ingin kamu menjadi kuat. Itu adalah bayaranku karena tinggal di dalam dirimu."
Leo mengernyit, belum sepenuhnya memahami. "Jadi, apakah kamu adalah kekuatan Nythorian?" tanyanya.
Kucing tampak sedikit terganggu dengan sebutan 'kekuatan'. "Bukan, aku tidak dapat menggunakan kekuatanku. Aku tersegel di dalam Menhir Bastion dan bergabung dalam dirimu. Aku ingin kamu menjadi kuat agar aku juga bisa bertahan hidup. Jika kamu mati, aku juga akan mati," jelasnya dengan nada cemas.
Leo masih merasa ragu, dan dia menyela, "Tapi apa yang harus aku berikan sebagai gantinya?" Leo menyentuh kepalanya. "Kucing, Aku hanya... Aku tidak bisa menerima bantuanmu secara cuma-cuma."
Penguin bernama kucing itu terus menjilat es krim ditangannya. "Aku akan memberimu kekuatanku. Gunakan itu untuk melindungi dirimu sendiri, dan membantu orang lain." Dia tersenyum, pandangannya penuh kehangatan saat melihat ke arah Leo.
Leo mendesah, lalu membalas senyumannya. "Baik, aku menerimanya." Kemudian melipat kedua tangannya di dada. "Aku menerimamu karena kau berniat untuk membantuku, bahkan disaat aku sudah mulai kehabisan harapan. Jadi, aku ingin menerima mu sebagai seorang teman, dan kamu boleh melakukan semuanya sesukamu, tidak perlu memaksakan dirimu untuk selalu membantuku, kamu juga harus mendapatkan kebahagiaan mu sendiri."
Kucing terdiam sesaat, dan terlihat tersentuh oleh kata-kata Leo. Kemudian, ia tersenyum lebar dan menyodorkan es krimnya ke Leo. "Makanlah!" ucapnya dengan ceria.
__ADS_1
Leo menolak dengan mengangkat kedua tangannya, sedikit merasa jijik, "Es krim ini?"
"Iya, ini satu-satunya cara agar kekuatanku dapat tersalurkan."
Leo masih terlihat ragu, terutama setelah melihat bagaimana Kucing memakan es krimnya. Namun, tiba-tiba wujud Kucing berubah menjadi Alisha.
"Woy! Kenapa jadi dia? Aku tahu kamu hanya berubah wujud!" Leo terkejut.
Kucing tertawa melihat kemarahan Leo. "Aku bisa membaca pikiranmu selama ini, Leo," katanya dengan suara asli Kucing. "Aku tahu kamu menyukai wanita ini." Dia tersenyum licik.
Leo membulatkan matanya. "Tapi yang kau lakukan sekarang sudah kelewatan tahu, Alisha terlihat mengerikan akibat suaramu itu."
"Jika memang begitu, makannya makan es krim ini, bodoh!" Kucing memasukkan es krimnya ke mulut Leo yang terbuka dengan paksa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Leo segera kembali ke kenyataan, melihat barisan zombie yang bergerak mendekat. "Apakah waktu barusan terhenti?" gumamnya. Setelah apa yang baru saja ia alami dalam ingatannya, pertanyaan tentang waktu terasa masuk akal.
Leo menggenggam pedangnya, siap untuk bertarung, saat suara tawa Lucas masih terus bergema di atas tribun penonton.
"Oh iya, mengapa kucing melarangku menyerang zombie-zombie ini ya? Sial, aku lupa bertanya soal itu." Leo berhenti sejenak, mengingat kata-kata Penguin.
__ADS_1
"Itu karena kau hanya membuat Lucas mengetahui kekuatan aslimu dan merekrutmu ke dalam organisasinya," suara monster kembali terdengar dalam benaknya.
"Kucing?"
"Ya?"
Leo tersenyum dengan percaya diri. "Aku kira aku tidak bisa berbicara dengan dirimu lagi."
"Aku juga menyukai suaramu yang ini," imbuh Leo.
"Bwahahahaha! Tentu saja kita bisa, kita sudah menyatu sekarang."
"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?"
"Kita akan berpura-pura kalah dan aku akan menetralisir efek obat yang mereka berikan kepadamu, sehingga kamu bisa mengaktifkan sihir yang kamu punya untuk kabur."
"Tapi Kucing, aku belum paham dengan kekuatan Nythorian yang aku punya."
"Itu adalah kekuatanmu sekarang, masa gak bisa?" Tanya Kucing dengan nada kesal. "Bodoh banget."
"Hmm.. suara monster berasa nusuk banget."
__ADS_1
Leo merasa sedikit tersinggung tapi ia tidak terbawa emosi, karena ini memang sifat Kucing. "Baiklah, aku siap."
Mereka bersiap untuk menghadapi zombie-zombie yang semakin mendekat, sambil menyiapkan rencana untuk melarikan diri.