AIR MATA CINTA

AIR MATA CINTA
PENGUNTIT


__ADS_3

Alunan merdu terus dilafazkan oleh bibir mungil yang dihinakan oleh orang yang memandangnya rendah.namun ia tak perduli baginya pandangan manusia hanyalah sebatas penilaian semata.


tanpa gadis itu sadari murajaahnya terdengar mengalun lembut di indra pendengaran suaminya.


Derap langkah lelah membawa kaki kekar itu terus menelusuri sumber suara,Dengan tangan besarnya Arka memutar kenop pintu dengan suara lembut hingga tak terdengar pemiliknya.


Disana di sofa duduk seorang wanita berusia dua puluh empat tahun dengan rambut tergerai menampakkan keindahannya. tengah duduk bersila memunggungi arah pintu. jemari lentiknya tengah memegangi henpon mewah keluaran terbaru.


perlahan Arka membalikkan badan meninggalkan kamar Arsyi. hatinya sedikit kecewa ia kira suara lembut itu berasa dari salah satu istrinya.ternyata itu hanya sebuah murottal yang di putar dari henpon Arsyi pikirnya.


"heem..!"seketika pria itu tersenyum mencemeeh,mana mungkin wanita sepertinya mampu melafazkan ayat al qur'an dengan suara merdu dan bacaanya bisa mutqin seperti itu,batinnya.


Namun Arka masih penasaran,dengan objek yang ia lihat di genggaman jemari lentik Arsyi. bagaimana mungkin gadis itu memiliki henpon semahal itu, yang harganya saja mencapai puluhanjuta.yang dirinya saya belum memiliki. apakah tanpa sepengetahuan Zahri, gadis itu masih menekuni profesi haramnya.


Arka terus berpikir kotor,kepalanya dipenuhi dengan asumsi buruk yang bercokol di kepalanya.entah mengapa ia terus berpikir yang tidak baik tentang istri keduanya.Kemudian ia tersadar dengan pemikiran bodohnya.


"astagfirullah apa yang aku pikirkan,dari pada suudzon lebih baik aku cari tau sendiri,kebenarannya..!" batin arka mantap.


sementara Arsyi yang dicurigai masih asyik dengan murojaahnya, ia baca ayat demi ayat surah Al A'raaf yang berjumlah 206 ayat. Surah Al A'raaf itu termasuk surah terpanjang yang disebut dengan Assab'u ththiwaal (yang artinya tujuh surah terpanjang).Surah Al A'raaf itu sendiri memiliki arti "tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka) " penjelasan itu terdapat dalam ayat ke 46.


dengan lantunan suara yang begitu lembut dan mutqin.Terkadang gadis itu menitikkan air mata dalam murojaahnya karna ia paham akan arti setiap ayat yang ia baca.


Selesai murojaah surah Al A'raaf,kembali Arsyi menyimpan henpon canggihnya,Ia tak mau jika Arka sampai tau,dengan benda mahal itu.ia takut suaminya curiga.


Arsyi kembali mengenakan hijabnya,karna ia akan keluar kamar.Saat di luar kamar Arsyi terkejut melihat suaminya tengah santai di ruang keluarga.


"Assalamualaikum mas...maaf aku tak mendengar saat mas pulang..! "Ucap Arsyi sembari menyalami Arka.


Sekilas Arka melirik Arsyi tak berselera. sembari menjawab salam istri keduanya.


"mas udah makan..? "ucap Arsyi sopan.


"belum..! "ucapnya singkat.


"mas mau makan sekarang...?biar Sy siapkan..!"


"tidak perlu... aku ingin makan bersama Ayasa..! "jawab Arka singkat,tanpa memikirkan perasaan Arsyi.


"baiklah kalau begitu...!maaf apakah ada yang mas butuhkan...biar sy bantu..! "Ucap Arsyi Sungguh-singgah. Arka yang mendengar itu menarik napasnya kasar.


"bisakah kamu tak menggangguku..pergilah aku ingin istirahat..! "Arka berucap sedikit kasar. sementara Arsyi yang mendapat penolakan akhirnya undur diri sembari mengembangkan senyumnya yang terlihat manis.


Arsyi kembali masuk kedalam kamarnya yang dirasa tempat ternyaman untuk menenangkan diri. tak lama berselang Ayasa pulang dari Sekolah.

__ADS_1


wanita ayu berusia tiga puluh delapan tahun itu tersenyum manis,mendekati imam terbaiknya.


"heey tumben jam segini udah pulang..!?"tanya Ayasa pada Arka.Arka tersenyum sembari membawa Ayasa ke pangkuannya.


"iya...mas kangen sama kamu...! "Arka berkata sembari memeluk manja bidadarinya.


"mas jangan gini ah...Gak enak kalau dilihat Arsyi...!" Ayasa mencoba mengingatkan suaminya.


"heeem...gak papa sayaang..! emang ngapa jika dia melihat kita.. heem..? "


Arka berucap sembari menghirup lembut aroma di ceruk leher bidadarinya. Mendengar jawaban suaminya Ayasa mengerutkan kenig. Kenapa suaminya jadi begitu, batinya bertanya.


"sayang mas lapar..! "


"heey...mas lapar...kenapa gak minta makan dek Arsyi mas..? kok makan ditunda-tunda.. kalau sakit gimana...? "


"tapikan mas maunya makan sama kamu sayang..! "Arka terus memeluk Ayasa dalam pangkuannya.tanpa mereka sadari kegiatan mereka tak lepas dari pandangan Arsyi,yang baru saja keluar kamar hendak kedapur untuk mengambil air minum.


Langkah halus Arsyi, membawanya masuk ke kamarnya kembali.Arka berjalan menuju meja makan terlebih dahulu,sementara Ayasa memanggil Arsyi di kamarnya.Setelah mereka kumpul tak lupa Arka memimpin doa. barulah mereka melahap masakan yang tertata di atas meja makan.tak memerlukan waktu lama nasi di piring Arka habis tak lupa Arka memuji masakan yang ia lahap.Arsyi tersenyum sumringah melihat suaminya menyukai masakannya.


"makasih sayang masakanmu enak,besok masakin mas kayak gini lagi ya...!"ucap Arka sembari mencubit pipi lembut Ayasa.Ayasa tersenyum mendengar permintaan suaminya.


Arsyi yang melihat kemesraan mereka tertunduk salah tingkah,"sunggu Aku salah masuk ke dalam keluarga ini" batinya mulai terasa nyeri. Ayasa kembali tersenyum melirik Arsyi sembari berucap lembut kepada suaminya.



"jadi ini bukan masakanmu dek...!? "Ayasa menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.Tau itu bukan masakan Ayasa,Arka langsung menenggak minumnya hingga tandas.setelah itu Arka bangkit dari duduknya.


Arsyi terdiam tak mampu berucap, sungguh kejadian seperti ini tak pernah sedikitpun terlintas di benaknya.Arsyipun akhirnya bangkit dari duduknya.kembali melangkah menuju kamarnya.


Ayasa paham akan perasaan Arsyi, dengan lembut Ayasa mendekati Arsyi.


"maafkan mas ya dek...mas gak bermaksud melukai hatimu.Mas Arka hanya kecewa pada mbak,karna mbak tak bisa memasak seenak masakanmu... "ucap Ayasa menenagkan hati Arsyi.


"gak papa mbak...jangan merasa tak enak..Sy.. ke kamar dulu ya mbak..! "pamitnya sopan. Arsyi melangkah menjauhi Ayasa.


Ayasa mulai Binggung melihat sikap suaminya,hingga timbul rasa penasaran di hatinya.


"ada apa ..?"tanya Ayasa heran.setelah menyusul Arka di kamar.


"mas capek dek. mas ingin isti rahat..! "Ucap Arka enggan.


Ayasa tak bertanya lagi melihat raut wajah suaminya yang tak bersahabat.

__ADS_1


Sementara di kamar Arsyi sedang menerima telpon dari salah seorang kliennya,pengusaha percetakan.pak Yanwar memintanya untuk bertemu hari ini juga karna ada konsep yang harus diubah untuk cover novel dan majalah mingguan yang akan naik cetak.


Arsyi bersiap memberesi bahan yang akan Arsyi tunjukan ke pak Yanwar. dengan gesit ia mengenakan setelan gamis warna putih dipadu hijab wara crem bunga-bunga. segera Arsyi menuju kamar Ayasa, tangan putih itu mengetuk pelan daun pintu itu.


"sebentar..! "ucap Ayasa.


Ayasa melangkah membuka pintu.


"dek Arsyi.. ada apa..!? "


"eem.. Sy mau minta izin mas Arka..!"Ucapnya lembut


"masuklah...dek..! "Arsyi melangkah masuk mendekat keranjang dimana suaminya rebahan. Menyadari kehadiran Arsyi, Arka langsung terduduk.menatap wanita cantik itu. berdiri dengan salah tingkah.


"ada apa..? "tanya Arka


"Mas aku mau izin sebentar...ada sedikit pekerjaan yang harus aku selesaikan di luar, apa mas mengizinkan...!?"


Arka berpikir sejenak...


"baiklah aku izinkan...tapi kamu diantar mang Diman..! "


"iya gak papa.. makasih mas..! "ucapnya sembari mencium tangan Arka.


"ini kesempatanku,mencari tau siapa dia"


batin Arka dalam hati.


Arsyi mulai memasuki mobil yang dikendarai mang diman.


Sementara Arka menjadi penguntit di belakang.



sampai di Merlynn park hotel,Arsyi turun di sana ia akan bertemu Pak Yanwar. Arsyi berjalan menelusuri lobby hotel.menuju cafe yang tersedia di hotel ini.


Darah Arka berdesir hebat menahan amarah,ternyata Istri mudanya itu bertemu om om di hotel berbintang. Apa wanita seperti itu yang disebut wanita baik...?


Entahlah saat ini yang Arka tau wanita itu..tetaplah seorang pelacur.rela menjual dirinya demi uang dan barang mewah.batin Arka geram.


Arka terus memantau istrinya dari ke jauhan.disana terlihat Wanita itu tengah menanda tangani cek yang Arka tak tau berapa jumlah angkanya. Dalam pemantauan Arka gadis itu terlihat sangat luws berbicara sembari menunjuk-nunjuk menggunakan pensil ke arah kertas di atas meja.


Arka tak bisa melihat begitu jelas,hatinya penuh tanya. entahlah yang jelas hati Arka semakin muak dengan istri keduanya itu asumsinya semakin nyata....

__ADS_1


__ADS_2