
Sesabar-sabarnya seorang wanita jika dihina dan direndahkan terus menerus pastilah ia akan sampai juga pada titik jenuh.Empat minggu setelah insiden pemaksaan oleh Arka akhirnya Arsyi menutup diri pada pria itu.
"hatinya masih kebas,Bayangan Arka meperlakukan Arsi,mengingatkan gadis itu pada masa kelam enam tahun silam.
Batinnya kembali terpuruk.
sudah dua hari ini Arka tak di rumah, pria itu sedang ada kerja di Surabaya.Arsyi tak tega meninggalkan Ayasa dalam keadaan sakit.
Ia harus lebih sabar menunggu kepulangan pria itu. Arsyi dengan telaten mengurusi istri tua Arka.
"mbak...! ke dokter ya...badan mbak lemes banget.. ! "Bujuk Arsyi pada Ayasa.
"mbak gak papa dek...! "
"Apa perlu Sy telpon Suami mbak...?"Ayasa menyipit mendengar ucapan Arsyi.
"dek kenapa kamu berkata begitu,bukannya mas Arka juga suamimu...?"Arsyi tertegun,batinnya meringis ngilu.Entahlah kenapa ia bisa keceplosan.
karna Bagi Arsyi semenjak malam dimana pria itu mengucapkan kata-kata laknat itu dan memperlakukannya serendah wanita murahan,Arsyi tak lagi kagum pada Arka,bahkan Arsyi menyesal jatuh cinta pada pria seperti Arka,yang tak mampu menerima kekurangannya.dan begitu mudahnya pria itu memutuskan sesuatu.
Arsyi masih diam,ia terhanyut dalam lamunan.hingga Ayasa memanggilnya.
"dek kamu dengar mbak..! "
"haa.. iya mbak dengar...! "jawab Arsyi tergeragap,sembari tersenyum untuk menyamarkan lukahatinya.
"ayo mbak dimakan nanti keburu dingin..!"kembali Arsyi mengalihkan pembicaraan.
Dengan telaten Arsyi menyuapi Ayasa.baru dua suap Ayasa memuntahkan makanannya kembali.
Arsyi tak kuat melihat kondisi tubuh Ayasa, Akhirnya dengan terpaksa Arsyi pergi kerumah ibu mertuanya yang bersebelahan dengan rumah mereka. tangan halus itu mengetuk pelan daun pintu berwarna coklat.Tak lama pintu itu terbuka menampakkan pria seumurannya yang berdiri tegak tepat di depan pintu.Rama menatap Arsyi tak suka.
"ngapain kamu ke sini..?? "ucap Rama tak suka,namun Arsyi tak perduli.
"apa ada Mama Sarah..?? "tanya Arsyi seperlunya.
"Mama lagi gak ada di rumah,kemarin baru pergi ke batam..!"Jawab Rama judes.
"ada perlu apa cari mama sarah..? "tanyanya lagi.
"anu Ram.. itu.. mbak Ayasa sedang sakit..!"
"sakit... sakit apa..?? "ucap Rama terkejut.
"ini pasti gara-gara kamu mbak Ayasa sampai sakit..! Awas jika sampai terjadi apa-apa sama mbak Aya...! "Ancam Rama ke Ayasa.
"aku gak ngapa-ngapain mbak Aya,Ram..!"
"heeem...! gak ngapa-ngapain kamu bilang..?? kamu ngerebut mas Arka dari mbak Aya..! itu yang membuat mbak aya Sakit..puas kamu sekarang...?? "Bentak Rama sarkas.
"maaf...!"ucap Arsyi lirih.
"maaf saja tidak cukup...Kamu harus kembalikan kebahagiaan mereka perempuan ******..! "
" Ram...! jaga ucapanmu!"bentak Arsyi.
"kenapa kamu malu aku tau siapa kamu sebenarnya huuh..? "Rama berucap sembari tersenyum sinis.
__ADS_1
"Aku ke sini bukan untuk berdebat denganmu..! aku butuh bantuamu untuk membawa mbak Ayasa ke rumah sakit..! jika kamu ingin menghujatku nanti saja...!"ucap Ayasa kesal.
Rama berjalan mendahului Arsyi.
Sampai di rumah mereka segera menuju kamar Ayasa.Saat ini Ayasa tampak pucat.
"loh dek Rama kapan datang...?"Tanya Ayasa lemah.
"tadi malam mbak..! "
"mbak harus kedokter, biar Rama anter...! "
tanpa menunggu persetujuan Ayasa, Rama membopong Istri Kakaknya. Setelah ia bawa ke mobil tak lupa Arsyi juga ikut mengantarnya.Banyak hal sebenarnya yang ingin Rama tanyakan pada Ayasa prihal sakitnya. Namun pria itu urungkan karna melihat wajah Ayasa yang semakin pucat. Rama terus menancap mobilnya.
Sampai rumah sakit,Ayasa segera mendapat penanganan. di ruang IGD,hampir satujam pemeriksaan, akhirnya dokter keluar dari ruangan pemeriksaan.
"keluarga ibu Ayasa..! "panggil seorang perawat jags.
"ya sus..saya adiknya..! "Ucap Rama cepat.
"ada suaminya buk Ayasa..? "tanya perawat itu lagi.
"suaminya tidak ada sus sedang keluar kota..!"Jawab Rama lagi.
"baiklah mas bisa ikut saya, ada halpenting yang harus Dokter sampaikan..! "ucap suster pada rama. Didalam ruangan Rama bertemu dengan Dokter yang menangani Ayasa.
"silahkan duduk ucap Doktet yang bernameteg dr. Simi. S. POG.
"begini bapak,saat ini bu Aya tengah hamil,usia kandunhannya sudah menginjak enam belas minggu.Tetapi kondisi buk aya tidak memungkinkan untuk hamil,sebaiknya hal ini harus dibicarakan dengan suaminya..! kapan kira-kira suami buk Ayasa kembali..? "
"sepertinya besok sudah kembali.. Dok..! "
"baik dok... akan saya sampaikan nanti..! "Ucap Rama sopan.
"tapi untuk hari ini buk Ayasa harus dirawat,karna kondisinya yang sangat lemah..!"
"baiklah Dok, lakukan yang terbaik untuk mbak Aya..! "
"insya allah saya usahakan yang terbaik untuk buk Ayasa..! "
"terima kasih dok..! "
"sama-sama..! "
Rama kembali menuju ruangan Ayasa, di sana ada Arsyi tengah menunggu Ayasa dengan sabar.
"apa kata dokter Ram..??mbak Aya sakit apa..?? "tanya Arsyi ingin tahu.
"Mbak Ayasa sedang hamil..! jadi sekarang ngapain kamu bertahan dengan pernikahan kalian...?? jangan hancurkan kebahagiaan mereka Arsyi..! "Ucap Rama berbisik di telinga Arsyi.hingga Ayasa tak mendengarnya.
Tubuh Arsyi menegang,dadanya sesak..Arsyi berdiri hendak keluar.namun dicegah Ayasa.
"kamu mau kemana Dek..?"tanya Ayasa.
"Sy mau keluar sebentar mbak..! "
"sini aja temenin mbak..! "pinta Ayasa lembut.
__ADS_1
"Sy mau telpon mas Arka sebentar...! "Ayasa mengangguk, tanda mengizinkan.
Arsyi merogoh tasnya untuk segera menghubungi Arka diluar kamar. Setelah deringan ketiga barulah telponnya diangkat.
"Assalamualaikum mas..! maaf mengganggu,sy mau memberi tahu,jika mbak Ayasa sedang sakit..apa mas bisa pulang...!?"
"tentu aku pulang dia istriku...!"Ucap Arka tak bersahabat,tanpa membalas salam. lalu mematikan sambungannya tanpa mengucap salam penutup pula.Hati Arsyi berdenyut, dengan entengnya pria itu berkata seperti itu, tak perlu pria itu mengatakan itu, Arsyi tau posisinya??
Arsyi tertegun mendengar ucapan Arka. Semakin kuat tekat di hatinya untuk mengiyakan ucapan Arka malam itu.Apa lagi saat ini Ayasa tengah mengandung buah cinta mereka,lebih baik Arsyi mundur teratur daripada ia harus menelan siksa batin yang tak berkesudahan.
Arsyi melangkah menuju kamar rawat inap Ayasa.ia duduk di sebelah Ayasa, tangan Arsyi terus memegangi tangan pucat Ayasa.
"mbak jangan banyak pikiran ya... semuanya akan baik-baik aja kok mbak..,mas Arka sebentar lagi pulang tenaglah...! " Arsyi terus memberi semangat pada Ayasa.
"mbak takut dek, kebahagiaan mbak akan terrenggut.!" deg jantung Arsyi serasa berhenti berdetsk.ucapan Ayasa sangat menohok hatinya.Namun Arsyi harus tetap tampak tak masalah.
"huus...udah mbak jangan mikir yang macem-macem,tetap ikhtiar ya..! "Ucap Arsyi memberi semangat.Ayasa menangis dalam pelukan Arsyi. "terima kasih,mbak bahagia memiliki adik sepertimu...! "
Arsyi tersenyum sembari menghapus air mata di pipi Ayasa.
"Arsyi juga bahagia memiliki kakak sebaik mbak Ayasa,yang ikhlas membagi kebahagiaan untuk wanita sepertiku,walau hanya sesaat."Ayasa semakin terisak dalam pelukan Arsyi.
"kenapa kamu berkata seperti itu dek..! ??"
Arsyi hanya tersenyum simpul tanpa menjawab. namun Ayasa kembsli berkata dengan lembut.
"tidak....! mbak tidak sebaik itu dek...!,mbak perempuan egois"Ucap Ayasa lsedih.
"kenapa mbak berkata seperti itu..? "
"iya.. karna mbak akan minta sesuatu padamu,namun belum tentu kamu mengiyakannya...!"
"katakan apa yang mbak mau...insya Allah Akan Arsyi usahakan,demi kebahagiaan mbak..! "
"benarkah...? "
"tentu...! katakanlah..! "Ucap Ayasa oenuh keyakinan.
"mbak mau,kamu tinggalkan mas Arka..?? "
Arsyi terkejut,menatap wajah pucat Ayasa.
"kasih Sy alasan kenapa mbak meminta aku pergi dari mas Arka..? "tanya Arsyi tegas.
"Dek kebahagiaanmu tidak dengan mas Arka.dia hanya memanfaatkanmu untuk mencari keturunan.mbak gak rela, Mas Arka memperlakukan kamu seperti itu.maaf jika mbak tak sengaja mendengar percakapan kalian..! mbak juga seorang istri,mbak bisa rasakan kesakitanmu...maaf jika permintaan mbak menyakitimu...!!"
"jangan minta maaf mbak...Arsyi gak papa...! "
"Apa kamu mencintai mas Arka...dek...?? "
"entahlah..! dulu aku sangat mengaguminya,Aku selalu bermimpi mempunyai suami selembut mas Arka,namun semua itu memudar,setelah sy tau mas Arka tak mampu menerima keadaan si yang sebenarnya.tenaglah Sy akan pergi secepatnya...!" Ucap Arsyi sembari menitikkan air mata.
Ayasa iba melihat gadis baik hati itu yang tersakiti oleh imamnya sendiri..!
Sementara Arsyi tersenyu manis dalam tangisnya....
pergikah Arsyi dalam kehidupan mereka...?
__ADS_1
Temukan jawabannya di episode selanjutnya ya..!