
Jika kepercayaan itu tidak ada sejak awal maka penjelasan apapun tidak akan pernah masuk akal.benar kata orang jika kita pernah tenggelam di lembah hitam,maka masa kelam itu akan terus melekat di nama kita.
Sebaik-baiknya Arsyi bertindak tetaplah ia tak mendapat kepercayaan dari orang lain,bahkan mungkin dari orang terdekatnya sekalipun.
Setelah pak Yanwar menjelaskan,perubahan konsep untuk cover novel,akhirnya Arsyi setuju,dengan permintaan kliennya. malam ini ia harus bekerja keras. bersama dua rekannya.bukan hanya satu novel yang harus ia kerjakan,melainkan delapan cover novel yang harus Arsyi rampungkan.namun ia tak sendiri,Ada dua temannya yang menjadi timnya.
Untuk memanfaatkan waktu Arsyi menggunakan, pertemuan ini untuk menyerahkan bantuan untuk Yayasan sosil.
Usai Arsyi menandatangani cek untuk bantuan panti asuhan Khairul syam,dengan ikhlas ia serahkan pada pak Yanwar.
Pak Yanwar selain pemilik percetakan yang bekerja sama dengan Arsyi,beliau juga bekerja sama dalam hal donatur,untuk yayasan peduli sosial.
"terima kasih bu Arsyi.. seoga apa yang telah ibu Arsyi berikan,akan menjadi ladang pahala..! "
"aamiin..terima kasih pak..! baiklah kalau begitu saya pamit pulang dulu..!"ucap Arsyi undur diri.
"oh ya silakan buk Arsyi...! hati-hati di jalan...!"
ucap pak Yanwar mengingatka. Sampai di lobby Arsyi menemui pak Diman.
"pak...Diman, pulang dulu aja,saya masih ada kerja, yang harus saya rampungkan.biar nanti saya yang bilang ke mas Arka...! "
"tapi bu...saya takut jika nanti...! "
"udah gak papa pak...!
"baiklah bu...! "akhirnya Pak Diman menuruti,perintah majikannya.
Tanpa Arsyi tau Arka masih menguntitinya. Arsyi mengeluarkan henpon canggihnys. untuk menghubungi sopir pribadinya.
"Assalamualaikum beb...bisa jemput aku sekarang...!"Setelah Arsyi menyebutkan nama hotelnya,Sambungan terputus.
Tak lama mobil mewah yang dikendarai Sopirnya itu datang, Arsyi segera masuk..! "
Tak lupa Arka terus menguntit pergerakan Arsyi.Di dalam mobil Arsi mencoba menghubungi Arka untuk meminta izin.tak lama setelah berdering, panggilan telpon Arsyi,diangkat.
"assalamualaikum mas...! sy belum bisa pulang,masih ada pekerjaan yang harus sy selesaikan. apakah mas mengizinkan,sy menyelesaikan pekerjaan sy sebentar..? "
tanya Arsyi dalam telponnya.Setelah Arka menjawab salam pria itu dengan gampangnya mengizinkan Arsyi.
__ADS_1
"Baiklah...sampai jam berapa...dimana kamu mengerjakan pekerjaanmu...apa mang diman masih bersamamu...!? "tanya arka untuk memastikan kejujuran istri mudanya.namun semua pertanyaannya Arsyi jawab dengan benar.
"terima kasih mas.sy di perumahan cempaka 2,maaf pak Diman sudah sy suruh pulang terlebih dahulu...! "jawab arsyi dalam telponnya.
Arsyi turun dari mobilnya,Ia berjalan mendekat kearah pintu.ia ambil kunci rumah mewah itu dari ranselnya. Arka yang melihat itu dari kejauhan mengerutkan kemingnya.
"Rumah siapa itu,sebenarnya kenapa Arsyi yang memegang kuncinya...,?"
Setelah lama ia mengawasi,tak ada kegiatan yang mencurigakan Arkapun putar Arah,akhirnya ia pulang ke rumah.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"baru pulang mas...?dari mana...gak biasanya loh mas keluar rumah selama ini..? "
Tanya Ayasa heran.
"Maaf sayang aku jadi mengabaikanmu...! "Ucap Arka menyesal, telah meninggalkan bidadarinya.
"iya gak papa mas...! Ay cuma hawatir aja...mas udah makan...? "
"mas masih kenyang sayang...! "Araka tersenyum sembari membawa istrinya kekamar.
"eeeh mas mau ngapain nih...adek lagi gak sholat loh mas...!"Ayasa mengatakannya sembari tersenyum.
"mas... mas gak lupakan,malam ini jadwal mas tidur di kamar dek Arsyi...! "Arka kesal dengan Ayasa seolah bidadarinya tak menginginkan kehadirannya di kamar mereka.
"iya mas tau gak perlu kamu ingatkan dek..! "Dengan gondok pria itu keluar kamarnya, dan menuju kamar Arsyi. Melihat tingkah Suaminya Ayasa tersenyum lucu.
Arka dengan hati yang masih kesal memasuku kamar Arsyi yang madih kodong, gadis itu masih belum pulang, padahal sekarang sudah jam sembilan malam. Arka dengan penasaran menelusuri isi kamar Arsyi.
Banyak hal yang harus ia cari tau, mungkin dari kamarnya lah penyelidikan di mulsi. Tangan Arka mencoba bembuka laci nakas,yang tak terkunci.setelah terbuka isi nakas itu membuat mata Arka membulat.
Disana ada kunci serep mobil mewah yang mereknya sama ia kendarai tadi.bahkan lengkap dengan bpkb atas nama pemiliknya Arsyi Harisman.tak hanya itu di laci nakas itu terdapat cek yang keduanya dari nama seorang pria yang berbeda. Pria itu semakin murka. Arka ingin melanjutkan penyelidikannya namun sayag diluar terdengar suara mesin mobil yang berderu.
dengan sangat menyesal ia harus menghentikan aksinya.Arka bergerak menuju jendela,kembali ia melihat mobil itu lagi. dengan hati tak sabar Arka berjalan menuju pintu kamar,belum sempat arka membuka pintu, pintu itu sudah terbuka terlebih dulu.
"mas Arka...!?? "Tanya Arsyi dengan mimik terkejut.
"jam segini kamu baru pulang..apa sebenarnya yang kamu lakukan di luar sana heeem..? dan itu mobil sapa yang kamu bawa..? "Arka berucap sembari menunjuk kearah mobil di garasi.
__ADS_1
"anu mas,maaf...kerjaku baru kelar mas..!Ucap Arsyi takut,ia sengaja tak menjawab soal mobil itu.Arsyi tak mau bohong,ia pikir belum waktunya ia menceritakan prihal dirinya.
"apa ada yang kamu tutupi dari saya...Arsyi..?"
Arsyi menunduk ia makin takut melihat kilatan mata elang Arka.
" kamu bisa mendengarku...? atau kamu sengaja ingin menutupi pekerjaanmu di luar sana heeem? "
"maksud mas Arka apa...? ini... kamu bisa lihat ini apa..?ini cek yang nilainya ratusan juta dan ini bpkb mobil atas namamu..siapa kamu sebenarnya...?"Dengan hati menggebu arka menunjukkan kedua benda itu. lalu membantingnya di atas nakas.
"maaf mas, jika aku belum menceritakan yang sebenarnnya pada mas Arka...! itu seemu Sy dapatkan dari hasil kerja keras yang sy lakukan mas..! "
Mendengar itu Arka tertawa sinis.
"kerja apa kamu,..? kerja membuka paha sama om om di hotel iya..? Aku bukan pria bodoh Arsyi, wajahmu cukup memikat, tubuhmu sintal...sangat mudah untukmu me dapatkan uang dari menjual tubuhmu ini...! "
Arsyi terkejut mendengar tuduhan yang Arka lontarkan.
Tak berhenti di situ Arka terus berucap,sembari menyentuh bagian-bagian tubuh Arsyi. Arka mendekat tangannya terus melecehkan Arsyi.
"jangan berpura-pura takut Arsyi,kamu sudah biasa melakukannya bukan...!?"Arka melepas hijab bunga-bunga yang dikenakan Arsyi.ia lemparkan kesembarang Arah.
Malam ini Arka berubah menjadi sosok yang mengerihkan,Entah setan mana yang merasukinya,yang pasti ia kesal pada kedua istrinya.Ia marah pada Arsyi mengapa gadis itu bisa menjadi simpanan Pak Yanwar yang notabennya rekan bisnis Arka sendiri.
Karna rasa tak terimanyalah Arka nekat memperkosa istrinya sendiri. Setelah puas melampiaskan amarahnya barulah Arka bangkit dari posisinya.Sungguh dasyat bisikan setan. ia mampu menggelapkan pikiran.Dengan teganya Arka meniduri istrinya dengan cara sekasar itu.
Setelah puas dengan santainya ia rebahan disamping Arsyi tanpa mengucap kata maaf. Arsyi yang melihat itu hatinya nyeri. dengan sedikit keberanian ia berucap pelan.
"jika kamu menginginkannya,kenapa harus dengan cara menyakiti hatiku terlebih dulu mas..? tidakkah kamu tau bagaimana sunah Rosul yang telah beliau ajarkan..?rasulullah telah memerintahkan para suami untuk menggauli istri-istrinya dengan cara yang bsik...?? "Ucap Arsyi takut,dengan suara yang bergetar.
"apa karna kisah kelamku kamu berhak menilaiku rendah...? kalau kamu tak bisa menerimaku...kamu bisa kembalikanku ke mas zahri mas.!! Ucap Arsyi sembari memunguti pakaianya yang terlempar ke lantai oleh tangan kasar Arka.
"heeem...jangan meminta sesuatu yang aku tak bisa melakukannya,wanita sepertimu pantas mendapatkannya..!"
ucap Arka tak perduli,yang terpenting baginya,ia merasa puas telah meluapkan seluruh amarahnya. hingga ia lupa pada ucapannya sendiri.ia tak mau menjadikan Arsyi ibu untuk ansk-anaknya.namun kenapa ia menitipkan bibit itu ke rahim Arsyi yang sedang masa subur.
Bodohkah Arka...?
atau ia sengaja....?
__ADS_1
Mungkinkah Arka cemburu..?
entahlah hanya pria sialan itu yang tahu.