AIR MATA CINTA

AIR MATA CINTA
KEPUTUSAN


__ADS_3

Siang yang mencekam Arsyi terduduk ditaman rumah sakit,Air matanya terus jatuh membasaki pipi.


Bukan ia tak ikhlas meninggalkan kisahnya, namun ia tak rela kehilangan wanita sebaik Ayasa.Sinar mentri terik membakar kulit Arsyi yang putih.


Kakinya terus melangkah laju meninggalkan taman RS.Sebelum pria iti datang, Arsyi harus segera pulang dan pergi dari hadapannya. Mobil melaju memnerobos keramaian.


Kembali kaki mungil itu berlari menapaki anak tangga. Perlahan ia membuka pintu, Ia lihat tak ada satu orangpun di sana. Arsyi berkemas,memasukkan semua barangnya.


Setelah ia pikir semua telah terbawa Arsyi kembali memasukkan barang-barangnya kedalam bagasi mobil. Tanpa menoleh Rumah mewah itu lagi Arsyi melajukan mobilnya,tepat di gerbang kompleks perumahan Mobilnya berpapasan dengan Mobil Arka. Alhasil Arsyi mengalah memundurkan sedikit mobilnya.


Namun sayang niat hati tak ingin menemui pria itu,tapi Kaca mobil Arsyi terus di ketuk kasar oleh tangan besar Arka. terpaksa Arsyi menurunkan kaca mobilnya.


"Ada apa lagi mas..? "tanya Arsyi lembut.


"mau kemana kamu..? "Tanya Arka sarkas. Arsyi tetsenyum kecut.


"kemanapun aku pergi itu bukan urusan mas lagi...!"


"apa kamu bilang...? kamu masih tanggung jawabku Arsyi...?!"Bentak Arka sarkas.


"Tanggung jawab itu sudah selesai saat, kamu mengucapkan talak padaku mas..!,maaf aku harus pergi..! "Ucap Arsyi Tegas.


"jangan coba kamu jalankan mobilmu Arsyi...!buka pintunya jika kamu tak mau aku berbuat nekat..! "Dengan kesal Arsyi menuruti pria keras kepala itu.


Arka masuk kedalam mobil Arsyi.Ia tatap perempuan itu lekat-lekat.


"Mas minta maaf..saat itu mas khilaf..! "ucap Arka enteng. Arsyi menatap Arka penuh intimidasi dengan bibir lembutnya Arsyi berucap.


"benar katamu aku bukan perempuan yang layak untukmu,bagiku ucapanmu bukan sebuah kekhilafan namun itu,satu pembuktian jika aku bukan wanita yang patut kamu perhitungkan..! "


"pilihanku sudah bulat mas,kata ceraimu sudah menjadi ketetapan hukum untukku.aku tak bisa kembali padamu.tak ada yang harus dipertahankan dalam pernikahankita.sampai saat ini aku belum bisa memberimu keturunan,Sementara mbak ayasa saat ini tengah mengandung buah cinta kalian.pergilah,Dokter tengah menunggumu..!"


"tidak, talak itu tidak sah Dek. karna tidak ada saksi..!"Ucap Arka frustasi,Arsyi tersenyum getir.


"tak perlu saksi mas Allah telah menjadisaksi untuk ucapanmu..! apa yang mas pertahankan dariku...? tidak ada mas,tidak ada kelebihan yang ada pada diri wanita bekas ******* sepertiku..!"


Arsyi terisak saat meyebutkan kata laknat itu.


"huus...jangan berucap seperti itu dek..! Sungguh mas menyesal...ucap Arka sungguh-sungguh .Arka mendekat kepada Arsyi.kemudian tangan besar itu meraih tangan Arsyi yang masih memegang setir mobilnya,dengan lembut Arka meremas tangan gadis ayu itu.


Barulah ia angsurkan jemari lentik itu ke bibir Arka, Dengan sigap Arsyi menarik tangan putih miliknya.Seketika hati Arka berdenyut, mendapat penolakan dari istri mudanya itu.


jangan lakukan apapun padaku mas,tubuhku menolak untuk kamu sentuh..! "Ucap Arsyi lembut namun mampu menabok hati Arka.


"katakan Arsyi...! apa yang harus mas lakukan untuk menebus dosa-dosa mas..! "Ucap Arka sungguh-sungguh.


"kamu cukup izinkan aku pergi dari rumahmu mas..! " Sungguh Arka kalah saat ini.


"baiklah...mas akan antarkan kamu.kemana kamu mau pergi..!?"Tanya Arka final.


"aku ingin pulang kerumahku mas...! "


"baiklah,akan mas antar kamu pulang,minggir biar mas yang bawa mobil..! "Ucap Arka yakin.

__ADS_1


Mobil melaju menuju, Rumah Arsyi. Arka keluar dari mobil.Ia berlari kecil untuk membukakan pintu mobil untuk Arsyi.


"aku bisa buka sendiri mas..! "


"gak papa biar mas aja..! "Arsyi tak menggubris.


Dengan langkah jenjangnya Arsyi membuka pintu rumahnya. Sementara Arka membantu membawakan barang-barang Arsyi. Arsyi menyusun barang-barang nya. Arka ikut membantunya.


"pergilah Mas...Mbak Aya tengah membutuhkan kamu..! "


"tidak mas tidak akan pergi sebelum kamu memaafkan mas..! "Arsyi menarik nafasnya lelah.


"baiklah...Arsyi maafkan..pergilah, temui mbak Ayasa..! "ucap Arsyi lembut.


"terima kasih sayang...itu berarti kita rujuk dek...jika suami menalak istrinya. satu kali mengucap kata cerai,namun ia masih mau memaafkan dan melakukan amalan sunah Rasul,dengan suka rela maka hubungannkita masih sah.selagi itu masih dalam masa idah!"


Hal itu ada diterangkan dalam surah Al baqarah ayat 229.! "


ucap Arka menjelaska. sementara Arsyi paham tentang hal itu. Arka memeluk tubuh Arsyi lembut.


"lepaskan mas...! "Ucap Arsyi, sembari menahan tangis.


"heey kenapa kamu menangis...?"Tanya Arka hawatir.


"taukah kamu mas, Sentuhanmu itu membuat aku takut..kamu dengan sengaja malam itu membangkitkan traumaku..! "


Tangis Arsyi tertahan, Keringatnya bercucuran menahan desakan ketakutan di dadanya.


"Dek...maaf...!"ucap Arka sembari meraih tangan Arsyi.namun dengan gesit tangan itu Arsyi tarik. Arsyi menggeleng sembari melangkah mundur.


Mendengar pertanyaan Arka,Arsyi tertawa sumbang.


"kenapa baru sekarang kamu tanyakan hal itu padaku,setelah kamu membangkitkan rasa menakutkan itu lagi..pergilah aku ingin sendiri!"pinta Arsyi sungguhan.


Arka akhirnya menuriti permintaan Arsyi, ia pergi dengan hati gamang. dengan langkah berat Arka memasuki mobil Milik Arsyi.


Dua hari di sura baya sungguh mengajarkannya tentang banyak hal.Arka mendapat pencerahan dari sahabat-sahabatnya tentang bagaimana berpoligami yang di ajarkan Rasulullah.


Sungguh ia menyesal telah memperlakukan buruk Arsyi,dulu dia yang memintanya untuk menjadi istri kedua dengan persetujuan Ayasa istri tuanya.


Arka tau ia salah, menganggap rendah istrinya sendiri, bahkan dengan kejam Arka memperkosanya. Melakukan sunah Rasul,hanya karena nafsu setan.


Setelah hari terakhir di sura baya barulah Arka, merasakan rindu di hatinya untuk istri keduanya yang telah ia sia-siakan.mungkin orang lain bisa berkata ini lebai, tapi ini nyata tanpa di buat-buat.


Atas kuasa Allah,benih cinta itu ditebar begitu mudah oleh Allah,melalui bayangan wajah Arsyi, yang tiba-tiba selalu muncul di benaknya saat gadis itu tersenyum manis.


Dengan hati sedikit gelisa, Arka menancap Gas, ia harus segera menemui Ayasa.istrinya itu tengah terbaring lemah.Sungguh ia bahagia mendengar berita kehamilan bidadarinya itu.


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Arka membuka pintu kamar rawat inap Ayasa. di sana Ayasa masih terlelap. Sementara Rama baru keluar dari kamar mandi.


Rama segera menarik tangan Arka keluar kamar rawat inap Ayasa.

__ADS_1


"ada apa dek..! "tanya Arka heran.


"apa mas sudah tau...tentang kehamilan mbak Ayasa...? "


"iya barusaja..! "


"heeh pasti perempuan murahan itu yang memberi tahu mas..iyakan..? "


"sapa maksudmu Arsyi..? "


"heem siapa lagi...!"


"jaga ucapanmu Rama,kamu gak berhak mengatakan itu padanya dia istriku...!"


"mas...mbak Aya sudah hamil..lantas kenapa, mas masih mempertahankannya hah...mas cinta sama perempuan seperti dia...!?"


"Rama...jaga ucapanmu..! "bentak Arka kembali mengingatkan. Dengan kesal Rama meninggalkan Rumah sakit. Ia kesal, jika masnya itu membela Arsyi.Atka menarik napas dalam. untuk mengendurkan saraf yang menegang.


Arka melangkah menuju Ruang Ayasa. ternyata di ruangan itu ada Dokter Simi. Dokter kandungan yang biasa menangani Ayasa. Dokter cantik itu dengan ramah mempersilahkan Arka masuk.


"kemari ada yang harus saya jelaskan..! "ucap Doktet Simi lembut. namun belum sempat Dokter Simi menjelaskan,Arka sudah bertanya terlebih dahulu.


Bagai mana keadaan istri saya dok...bagaimana mungkin dia hamil,dia selalu datang bulan Dok..?"tanya Arka tak sabar.


"Begini pak Arka...itu bukan mens.tetapi itu flek akibat dari kandungan ibu Aya, yang lemah. saat ini usia kehamilannya sudah menginjak enam belas minggu,tapi kondisi buk aya ini sangat berbahaya jika hamil, hal itu dapat, berakibat fatal karna dapat mengancam nyawa buk Ayasa.


karna kandungan ibu Ayasa sangat lemah,kista di rahim ibu Ayasa juga semakin membesar.Itu dapat mempengaruhi kesehatan janin,dan Buk ayasa akan terus merasa sakit yang sangat hebat, akibat tekanan dari perkembangan janin..!" Jelas dokter Simi pelan hingga Ayasa tak mendengarnya.


"jadi bagaimana jalan terbaiknya Dok..? apa tidak bisa di selamatkan kedua-duanya..? "tanya Arka penuh harap.


"bisa kita lakukan tindakan oprasa untuk pengangkatan kista,namun itu beresiko tinggi untuk janin.namun kita bisa ambil opsi yang ke dua.


"kita pertahankan janinnya,tapi resikonya tinggi..! Buk Ayasa akan merasa sakit di bagian perut setiap hari dan ibu Aya tetap dalam pengawasan saya hingga waktu yang ditentukan..bagaimana pak Arka,bapak bisa tanyakan langsung ke buk Ayasa..?"


Ayasa yang mendengar ucapan terakhir Dokter Simi, langsunh berkata.


"Saya akan pertahankan anak saya dok.apapun resikonya..! "


"tapi dek itu sangat berbahaya, mas gak mau kamu kenspa-napa..! "Ucap Arka hawatir.


"tidak apa mas, ada Allah bersama kita..! Aya percaya akan kekuatan Allah..!"


"baiklah jika itu keputusanmu..bagaimana dok..? "tanya Arka lagi.


"baiklah berarti ibu Ayasa tetap dirawat..!ibu bisa di rawat di sini,ataupun di rumah, jika di rumah nanti ada perawat khusus yang menjaga ibu Ayasa dua puluh empat jam. dan saya akan kontrol setiap hari.bagaimana..?"


"saya mau dirawat di rumah aja dok..! "pinta Ayasa.


"baik lah..! "


setelah keputusan diambil akhirnya Ayasa menjakani perawatan di rumah.


Namun bagai mana dengan nasib Arsyi...?

__ADS_1


temukan jawabannya dicerita selanjutnya ya...


__ADS_2