AIR MATA CINTA

AIR MATA CINTA
BAB 20


__ADS_3

Kebahagiaan bukanlah di saat kita memiliki kesempurnaa, namun ketika kita mampu menerima ketidak sempurnaan dengan lapang dada


Sesungguhnya pria bukanlah menginginkan sejuta wanita mengelilinginya, namun pria sejati lebih mengingkan satu wanita yang ia dapatkan dengan sejuta langkah perjuangan.


Pria Sejati tidak mencari gadis paling cantic sedunia, tapi pria sejati mencari wanita yang mampu membuat dunianya cantik seperti dirinya apa adanya.


Denting sendok memecah kesunyian di atas meja makan. Tak seperti biasa, Aya terlihat lebih pendiam dari biasanya. Arka menatap istri tuannya yang wajahnya terlihat pucat.


Tangan besarnya terulur meraih kepala yang terbungkus hijab. Ia usap lembut kepala itu dengan rasa kasih sayang yang begitu dalam.


Bagi Arka Ayasa selalu menjadi wanita yang pertama di hatinya. Meskipu ia mencintai kedua istrinya.


"Kamu kenapa sayang, wajah dan bibirmu terlihat pucat, kamu sakit? "


Aya menggelengkan kepalanya lemah.


"Aya gak papa mas! hanya saja dada Aya terasa sesak."


"Kita ke dokter ya sayang."


"Gak usah mas, Aya udah ada obatnya"


Tolak Aya lemah, usai berucap dada wanita itu semakin sesak, hingga tubuhnya ambruk ke bahu suaminya.


Arka terkejut, pria itu berteriak sekuat mungkin. Memanggil mamanya dan Rama.


Sarah yang mendengar pekikan panik putranya seketika berlari ke rumah Anak dan menantunnya.


"Ada apa ka?"


"Ma. Aya, ma!


Kenapa dia, kok bisa pingsan?"


"Tadi Aya bilang dadanya sesak."


"Ya udah angkat istrimu ke mobil, kita bawa Aya ke rumah sakit, mama rasa ini pengaruh ginjalnya"


Ucap Sarah keceplosan.


"Ginjal?"


Tanya Arka tak ngerti.


"Sudah, bawa dulu ke mobil. Nanti mama ceritakan"


Setelah mobil melaju, Sarah baru mulai menjelaskan pada putrannya.


"Ini semua salah kamu arka, kamu yang terlalu menuntut keturunan dari Aya, sehingga tanpa sepengetahuanmu Aya mengkonsumsi bermacam obat yang ia minum agar kalian segera mendapatkan keturunan, sebelum aya keguguran dulu, kerja ginjalnya berat sehingga menyebabkan kerusakan pada ginjal Aya. Aya terkena gagal ginjal Arka!"


Ucap Sarah geram pada putrannya itu. Arka syok ia terpaku tak mampu berucap Apapun. Ia akui dirinya salah. Rama terus menancap gas mobilnya, agar cepat sampai.


Saat mobil mereka tiba, petugas medis sudah siap menyambut kedatangan Ayasa. Tubuh Ayasa di bopong oleh Arka untuk dinaikkan ke atas brankar. Tim medis bergerak cepat untuk melakukan penyelamatan.



Setelah selesai penanganan awal, Aya harus mendapatkan penanganan lanjutan. Sehingga Dokter Ahli dalam memanggilnya keruangan, karna ada hal penting yang akan dokter Yunus sampaikan.


"Begini pak Arka, saat ini kondisi ibu Aya, sangat menghawatirkan jika tidak dilakukan tindakan cepat akibatnya fatal. Karna kondisi ginjal ibu Aya sudah parah. Kerusakan ginjalnya sudah kronis. Untuk melakukan penyelamatan ibu Aya, kita harus melakukan transplantasi ginjal. Karna untuk kasus ibu Sya, cuci darah tidak efektif.

__ADS_1


Ibu Aya harus melakukan transplantasi ginjal.


Karna pada transplantasi ginjal, ginjal yang sudah rusak akan digantikan kerjanya oleh ginjal donor yang cocok.


Selama ini pak, dari banyak kasus gagal ginjal transplantasi ginjal ini dapat memperpanjang hidup seseorang bila dibandingkan dengan cuci darah dan CAPD. Jadi tinggal terserah bapak, keputusannya bagai mana."


"Jika istri saya belum mendapat donornya, bagaimana dok?"


Tanya Arka hawatir.


"Kita ambil tindakan cuci darah sampai bu Aya mendapatkan pendonornnya, jadi silahkan bapak cari pendonor yang bersedia.


Untuk transplantasi ginjal ini pak, dibagi menjadi dua macam, yang pertama kita bisa lakukan dengan cara, living-donor kidney transplant. Transplantasi ginjal yang diperoleh dari donor yang masih hidup.


Akan diambil 1 ginjal untuk diberikan kepada penerima (resipien), Atau yang kedua dengan cara deceased-donor kidney transplant. Transplantasi ginjal yang diperoleh dari donor yang baru meninggal dunia, atas izin keluarga atau yang bersangkutan (almarhum) ketika masih hidup."


"Lakukan yang terbaik pak. Saya mau donorkan ginjal saya untuk istri saya dok"


"Baiklah kalau bapak bersedia, kita akan lakukan cek kecocokan, jangan hawatir jika ginjal bapak tidak cocok, kami juga dari pihak rumah sakit akan membantu mencarikan dinor yang cocok, jika sudah ada kami akan hubungi pak Arka"


"Terima kasih dok"


Akhirnya demi kesehatan Aya Arka dan Rama melakukan pengecekan. Sayang dari hasil pengecekan ginjal Arka dan Rama tidak cocok.


Akhirnya jalan yang diambil saat ini, cuci darah. Aya harus menjalani juci darah dengan rute seminggu dua kali dan itu tidak boleh berhenti dilakukan sampai mendapatkan donor.


Dengan wajah lelah Arka terlihat tak berdaya.


Rama mendekati masnya,untuk sekedar memberi semangat.


"Yang sabar mas, mbak Aya orang baik. Mudah-mudah Allah mempermudah semuannya"


Ucap Rama menepuk bahu masnya.


Jawab Arka lemah.


Arka masuk ke ruangan isyrinya. Saat ini istrinya tengan istirahat ia terlelap setelah melakukan proses cuci darah selama empatjam. Ia genggam jemari pucat istrinya.


"Maafkan mas sayang, ini semua karna ke egoisan mas. Mas janji mas tidaakan memuntut istri-istri mas lagi untuk memenuhi keinginan mas untuk mendapat keturunan. Jika pada akhirnya seperti ini, sungguh mas menyesal, Ay.


Arka terisak, ia ciumi jemari lentik itu.


"Kamu harus kuat sayang, mas gak bisa hidup tanpa kamu. Kamu wanita pertama yang mas cintai setelah mama."


Bisik Arka lirih. Air matanya luruh membasahi jemari istrinya.


Pria Sejati tidak mencari gadis paling cantic sedunia, tapi pria sejati mencari wanita yang mampu membuat dunianya cantik setiap hari. Pria sejati mungkin saja bisa menangis, tapi tidak di depan semua orang, hanya kepada wanita pilihannyalah ia mampu meluapkan kegetiran.


Aya terbangun menatap suaminya yang tengah menangis.


"Mas, Aya gak papa. Mas jangan nangis."


Ucap Aya lirih.



"Bagaimana mas gak sedih sayang, mas takut kehilanganmu, Kamu taukan Ay. Jauh sebelum mas menemukanmu, mas telah mengenalmu terlebih dulu dalam doa-doa mas. Kamu itu bintangnya mas bagai mana bisa mas tenang, saat bintang mas mulai meredup."


Aya tersenyum melihat ketulusan suaminya. Dengan lembut Aya meraih tangan Arka,

__ADS_1


"Aku membutuhkanmu mas, jangan tinggalin Aya dengan kondisiku yang seperti ini. Cukup tiga hari kemarin Aya terbaring di rumah sakit tanpa mas dampingi"


Arka menyipit. Untuk mencerna ucapan istrinya.


"Kapan kamu dirawat? "


Tanya Arka heran.


"Tiga hari yang lalu saat mas di rumah Arsyi. Sakit pinggang yang Aya keluhkan itu ternyata karna Aya gagal ginjal."


Ucap Aya sedih.


"Maafkan mas, sayang. Mas gakakan mengulangnya lagi. Mas tidakakan meninggalkanmu"


"Makasih mas"


Ucap Aya bahagia.


"Tidurlah lagi, kamu butuh istirahat yang cukup"


Aya nurut. Arka mengelus kepala Aya hingga wanita itu kembali tertidur. Setelah tidur arka keluar sebentar menghubungi Arsyi. Setelah diangkat Arka mengucap salam.


"Dek, kamu sedang apa?"


tanya Arka ingin tau.


"Lagi buat sketsa mas, sembil nunggu mas dateng. Tapi kok tumben jam segini mas belum sampe rumah, Arsy udah masak kesukaan mas lo. Buruan dong pulang Arsy kangen mas!"


Ucap Atsy manja. Arka memejamkan matanya sejenak. Sebenarnya Arka tak tega membuat istri mudanya itu kecewa. Tapi karna keadaan Arka harus tegas mengambil keputusan.


"Maafkan mas dek. Malam ini sampai batas waktu yang mas gak bisa tentukan, mas akan absen mengunjungimu, sampai mbakmu Aya sembuh. Saat ini, Aya tengah dirawat karna gagal ginjal."


Ucap Arka sedih. Aya meringis, sudah ia duga akan seperti ini akhirnya.


"Iya mas gak papa"


Jawab Arsy singkat.


"Kamu gak ingin lihat mbakmu? biasanya dia senag jika kamu ada di dekatnya."


Ucap Arka meminta. Arsy meringis mendengar ucapan suaminya.


"Maaf mas, saat ini pekerjaan Arsy menumpuk, jadi gak bis jenguk mbak Aya. salam aja untuk mbak aya. Moga lekas sembuh"


Tolak Arsy datar"


Arka mengerutkan keningnya. Ada sesuatu yang janggal dari nada bicara Arsy.


"Jadi kamu lebih mementingkan karirmu ketimbang, menjenguk Aya sebentar?"


Ucap Arka dengan nada kecewa.


"Maaf mas. Sy, pasti menjengguk, tapi tidak sekarang"


Arka tak suka mendengar jawaban istri mudannya dengan satu kali tekan tombol merah, sambungannya langsung terputus.


Arsyi mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


"Maafkan aku mas. Mbak Aya gak menginginkan kehadiraku lagi."

__ADS_1


Ucap Arsy sembari mengusap bulir bening yang mulai jatu titik demi titik.


Arsy bangkit dari ranjang. Dengan cepat ia buka lingry yang transparan itu dengan baju tidur yang tertutup. Rasa rindu yang memuncah harus Arsy pendam sendiri. Arsy tak heran sudah terbiasa hal ini ia dapatkaan.


__ADS_2