AIR MATA CINTA

AIR MATA CINTA
MEMORI CINTA


__ADS_3

Assalamualaikum pembaca buduiman yuk jadi pembaca yang bik hati. dengan tidak pelit memberikan vote, like n komen



Jika keegoisan dapat menghadirkan kebahagiaan maka orang akan melakukannya.demi kepuasan diri.tanpa harus memikirkan kisah di belakanngnya.


Ayasa sudah mulai sehat. namun ia harus tetap beraktivitas di atas kasur kamarnya.agar kandungannya yang lemah tidak beresiko. suster Anisa dengan telatennya merawat Ayasa.


Sementara Arka dengan sabar menunggui istrinya yang tengah berjuang untuk kebahagiaannya.sudah tiga minggu Ayasa menjalani perawatan di rumahnya.kondisinya semakin membaik.


"Maaas..! "panggilnya manja.


"iya sayang...kemana Arsyi kok sepi..? "ucap Ayasa lembut.


"dia pulang kerumahnya..! "Ayasa terdiam"mungkinkah Arsyi mengikuti keinginannya..!?"batin Ayasa bertanya dalam hati.Ayasa meremas erat tangan Arka yang terasa hangat.


"mas...!"


"heem...!"gumam Arka pelan.


"jika aku meminta sesuatu apa mas mengabulkannya...!?"Arka menyipit menatap Istrinya itu,penuh tanya.


"jika mas mampu memberikannya insya allah akan mas berikan. apa yang kamu inginkan sayang..? "Ayasa menatap manik mata hitam Arka sejenak. lalu membawanya ke dada Ayasa.


"apa kamu masih bisa meresakan detak jantungku mas..!?"


"ya tentu mas bisa merasakannya sayang..! "


"apa boleh aku egois mas..?? Aku ingin sebelum detak ini berhenti...ceraikan Ayasa untuk kebahagiaanku dan buah hatikita nantinya..! "


Arka terdiam menatap manik Ayasa yang berkaca-kaca.Arka tak suka hal itu.


"kenapa kamu berubah pikiran dek..? "Tanya Arka ingin tau.


"Mas dek Atsyi, seorang perempuan yang sama denganku, apa setelah kelahiran anak ini nantinya Mas masih tetap menginginkan dia dan anak dari rahimnya..?? jangan egois mas dia masih muda...dia masih bisa mencari kebahagiaan di luar sana,jangan biarkan dia menjadi korban keegoisan kita mas...! "Ucap Ayasa memberi pengertian.


"apapun akan mas lakukan sayang untukmu, untuk kebahagiaan kita semua..! Baiklah Mas akan pikirkan itu.mas akan bicarakan nati dengan Arsyi mastidak bisa memutuskan begitu saja sayang..! "Ucap Arka tegas.


Arsyi yang mendengar hal itu dari balik pintu, tertegun,niatnya yang ingin menyampaikan sesuatu sekaligus menjenguk Ayasa,ia urungkan. Arsyi segera keluar rumah Mewah itu menggunakan ojol yang menunggunya di halaman.


Tangisnya pecah,nasibnya begitu dipermainkan oleh pria yang bernama Arka. Sampai di rumah Arsyi melihat foto hitam putih yang masih belum terlihat jelas, disana hanya ada titik hitam yang menandakan sesuatu.


Arsyi bertekat jika nanti suaminya datang untuk menceraikannya ia akan terima dengan ikhlas,Baginya masadepannya lebih berarti dibanding suami yang tak bisa menghargainya, lagipula pria itu tak pernah menginginkan keturunannya dilahirkan dari wanita sepertinya.


Arsyi bertekat ia tak akan melibatkan mereka dalam kehidupannya.ia akan tanggung sendiri beban baru dalam hidupnya.


Arsyi kembali menata hatinya yang mulai robek di sana-sini.Harapan yang tiga minggu lalu ia dapatkan seolah sirna ditelan bumi.Hatinya tak utuh lagi, banyak sayatan baru yang harus iya sembuhkan dalam kurun waktu yang ia sendiri tak tau sampai kapan.


Arsyi tersenyum getir menatap tubuhnya yang sedikit berisi, karna pola makannya yang tak terkontrol,ketika setres Arsyi akan dengan lahap membasmi hidangan di atas meja makan.

__ADS_1


Matanya menyipit, pria yang tengah berkliaran di benaknya hadir dibelakangnya.Dengan mesra pria itu memeluk Arsyi dari belakang. Arsyi sengaja membiarkan pria itu memeluknya. anggap ini pelukan perpisahan mereka.


"Dek mas minta maaf... baru bisa datang menjengukmu..! "Ucap Arka sembari meletakkan dagunya tepat di bahu kanan Arsyi.hidung mancung itu mencium lembut leher jenjang Arsyi yang putih bersih itu.Arsyi diam sembari menahan nafas.sembari tersenyum pias.


"gak papa mas...Arsyi paham itu...! "Makasih sayang. Ucap Arka sembari memeluk erat tubuh Arsyi. Dengan gemas Arka membalikkan tubuh Arsyi.


"Dek...kok sepertinya kamu gemukan..??"Arsyi tersenyum lembut kearah suaminya, yang sebentar lagi akan menceraikannya itu.kemudian bibir basah itu berucap lembut.


"itu tandanya aku bahagia menjadi bagian hidup mas Arka..! bukan begitu mas..?? "


Tanya Arsyi sengaja, ia ingin melihat reaksi pria itu. Arka tersenyum sembari membawa Arsyi ke atas pangkuanya.


"apa kamu percaya mas sangat merindukanmu sayang..? "Arsyi terdiam. menatap manik mata Arka,untuk mencari kebohongan.namun kebohongan itu tak terlihat di sana.Kemudian Arsyi tersenyum tulus pada suaminya yang sebenarnya juga sangat ia rindukan.


"Aku juga sangat merindukanmu mas..?? "


balas Arsyi sungguhan.Arka bahagia mendengar jawaban Arsyi.


"benarkah...?? Apa kamu telah memaafkan segala tindak buruk mas yang begitu menyakitimu...?? "tanya Arka ingin tau.


"tentu...Sy sudah memaafkan mas, jauh sebelum ini.Kamu imamku mas,Imam yang selalu aku impikan.yang akan menjadi ayah dari anak-anakku.Ucap yakin Arsyi, pada suaminya.


Arka menatap Lembut istrinya yang sempat ia benci dulu. Tapi saat ini,rasa benci itu terkikis sudah. digantikan oleh rasa cinta yang tulus untuk istri keduanya.


Arka menggendong Arsyi,membawanya ke atas tempat tidur.Mereka saling bertatapan. Tangan Arka terulur merapikan sejumput rambut yang berserakan menutupi wajah Ayu Arsyi. Arsyi tersenyum sangat manis hingga mampu menggetarkan hati Arka.


Mereka menyatukan bibir basah mereka dengan lembut,Nafas sedikit tersengal menahan gairah. Arka berhenti sejenak untuk melafalkan doa sakral sebelum melakukan penyatuan. dengan khusyuk pria itu melafalkan doa



Arsyi dengan ikhlas memberikan yang masih hak Arka. asal ia melakukannya dengan lembut, penuh cinta Arsyi tidak akan dihantui rasa takut yang berlebihan.


Setelah lelah mereka tertidur bergulung dalam satu selimut yang membungkus tubuh polos mereka berdua.


Jam tiga dini hari Arsyi bangun lebih dulu untuk menyucikan tubuhnya,dari hadas besar. usai mandi Arsyi menyiapkan diri untuk shalat Sunah tahajud dan witir.setelah itu Arsyi kembali murajaah. agar hapalannya tak dihapus oleh setan. Suara merdu memenuhi ruangan bernuansa abu-abu dipadu hijau lumut itu.


Arka terbangun, ia mencari soso suara yang mengalun merdu.Sungguh ini suara yang pernah ia dengar di rumahnya dulu, suaranya sangat lembut setiap ayatnya dilafazkan dengan mutqin.


Arka tertegun menatap sosok yang tengah mengenakan gamis abu-abu polos,tangan putih itu sedang memegang Al qur'an, yang sesekali ia buka dan ia tutup.Menunjukkan bahwa ia sedang murajaah hafala.



Arka menitikkan Airmata saat bibir halus itu melantunkan ayat Al qur'an surah Al baqarah ayat 227 sampai ayat 232.dalam ayat itu Allah menerangkan tentang perceraian.


"kenapa ini kebetulan, atau memang Arsyi sudah mengetahui keinginan Ayasa. sungguh dalam hati kecil pria itu ia tak ingin menceraikan istri keduanya. Namun benar kata Ayasa, ia tak boleh egois dengan masadepan Arsyi.


Setelah Arsyi memnutup hafalannya.Arka buru-buru baring kembali, ia pura-pura tertidur. Arsyi mendekati suaminya, yang masih tertidur pulas.


Dengan lembut wanita itu mengecup kenig Suaminya,sembari berucap lirih.

__ADS_1


"jika Allah tidak mempersatukan kita di dunia,semoga Allah mempersatukan kita kelak di surganya.aku sangat mencintaimu mas,kamu imam dunia akhiratku...! "bibir itu berucap lirih,sembari menahan tangisnya.


Setelah itu Arsyi kembali masuk kamar mandi, untuk menyiapkan air hangat untuk suaminya. setelah bethtub terisi penuh oleh air hangat, Arsyi kembali mendekat ke ranjangnya.


"mas bangunlah... hari sudah subuh...buruan mandi, Sy ingin shalat berjamaah bersamamu , menjadi makmummu satu-satunya hari ini.Ucap Arsyi lembut sembari mengusap kening Arka yang putih.


Arka pura-pura mencelangkan matanya. seolah baru terbangun.


"sudah subuh dek..? "Tanya arka serak,itu bukan suara orang bangun tidur, melainkan suara menahan tangis.


"iya.. mandilah...sudah sy siapkan Air hangatnya..! "Ucap Arsyi sembari tersenyum.


"terimakasih sayang..! "Arka tak tahan akhirnya ia meluapkan tangisnya dalam pelukan istri keduanya. batinnya terus menjerit.


"ya allah apa wanita sesempurna ini yang akan aku ceraikan..?dan wanita sesempurna ini yang pernah aku hinakan.ya allah titipkanlah keturunanku kedalam rahimnya ya rabby..!! ampuni segala dosa yang telah aku perbuat. sungguh aku pria paling bodoh jika aku melepaskannya.! "Ucap Arka dalam hati.


"Heey..kenapa mas nangus..?? apa aku melukaimu..?? sy minta maaf jika benar begitu..! "pinta Arsyi tulus.


"tidak sayang... tidak..mashanya menyesal telah terlalu dalam melukai hatimu..!! "


"tidak mas...aku pantas menerim...!"bibir Arsyi terkatup karna jari besar itu menutup bibir basah Arsyi yang terasa lembut.hingga tak bisa melanjutkan kalimatnya.


"jangan berkata seperti itu sayang...cukup mas yang berdosa mengatakan halburuk itu..!"


"Ya sudah mas buruan mandi"Ucap Arsyi sembari memimpin tangan suaminya ke dalam kamar mandi.


"dek mas bisa mandi sendiri..! "


"tidak mas.. biarkan sy memandikan suamiku..! aku ingin memanjakan suamiku di rumahku ini..! "ucap Arsyi tulus.


Arsyi terus menggosok tubuh suaminya,dan memberikan sampo di atas kepala imamnya. jemari lentik itu terus memijit kepala Arka, hingga pria itu merasa rileks.


Selesai membilas tubuh kekar Arka, Ayasa kembalu mengelap tubuh polos itu dengan handuk putih. selesai ritual mandi. Arsyi membiarkan suaminya mengambil air wudu.


Arsyi memasuki kamar menggelar sajadah. Melihat itu semua, Arka kembali menitikkan air matanya"inikah sosok istri yang pernakku benci..?? bahkan Ayasa tak pernah melakukan semua ini" batin Arka menjerit pilu.


"Mas Ayo sudah adzan..!"panggil Arsyi. Mereka dengan khusyuk melaksanakan ibadah shalat subuh berdua.


Selesai shalat Arsyi menuju dapur membuatkan, secangkir kopi kesukaan suaminya.dan membuat sarapan untuk mereka berdua.Mereka duduk di meja makan berbentuk oval.Arka menyeruput kopi hangatnya.


Usai ngopi Arka melahap masakan Istri keduanya itu. Arsyi menunggu suaminya untuk mengatakan sesuatu padanya, tapi sepertinya pria itu tidak ingin mengatakan,hal yang sedang Arsyi pikirkan.


"dek...! "ucap Arka.


"iya mas..! "


"sering-sering ya masakkan mas seperti ini..?? "Mendengar penuturan Arka, mata Arsyi berkaca-kaca.ia kembali teringat kejadian di rumah suaminya.


"mas kenapa tiba-tiba baik padaku...apa ini cara mas untuk melepasku...?? "Sembarari menitikkan Air matanya.,yang semakin deras berjatuhan.

__ADS_1


"kenapa kamu berkata sepertinitu dek..?? "


Arsyi diam tak menjawab. biarlah ia sendiri yang tau jawabannya...cukup baginya satu malam ini ia torehkan kenangan indah bersama suaminya menjadi memori cinta mereka.


__ADS_2