Akad Nikah Suamiku

Akad Nikah Suamiku
Part 15


__ADS_3

''Dari mana kamu tahu tempat tinggal aku?''


Pria yang tengah fokus menyetir tersebut menoleh ke samping sekilas begitu ia mendengar Tasya melempar tanya kepada nya, lalu ia menjawab pertanyaan Tasya.


''Tidak sulit bagi kami untuk menemukan tempat tinggal Non Tasya, karena selama ini, Mama dan Papa Non telah mengirimkan mata-mata untuk memata-matai kehidupan Non,'' jelas pria yang terlihat begitu berwibawa.


''Jadi, Mama sama Papa aku selama ini masih peduli terhadap aku?'' gumam Tasya lirih yang masih bisa di dengar oleh Jonas.


''Iya, Non. Mereka itu sangat sangat menyayangi Non,'' ujar Jonas lagi.


Mendengar itu, semakin tidak sabarlah rasanya Tasya ingin bertemu dengan Mama dan Papa nya. Rasanya ia ingin memeluk dengan segera kedua orang tuanya tersebut, ingin meminta maaf atas kesalahan di masa lalunya.


Setelah melewati perjalanan yang lumayan jauh, akhir nya mobil yang membawa mereka berbelok memasuki gerbang tinggi yang terbuka lebar.


Ada rasa deg-degan yang Tasya rasakan, setelah lima tahun lamanya ia tak pulang ke rumah tempat dirinya dibesarkan, akhirnya kini, ia akan kembali bertemu dengan Mama dan Papa nya.


Perlahan Jonas memperlambat laju kendaraan yang ia bawa, lalu setelah itu ia menginjak pedal rem dengan pasti. Hingga akhirnya kendaraan roda empat yang ia bawa berhenti tepat di depan teras.


"Ayo keluar, Non.'' Jonas membuka pintu untuk Tasya. Lalu Tasya keluar dari dalam mobil dengan langkah kaki sedikit gemetar. Berulangkali kali ia menarik nafas dalam lalu menghembuskan perlahan, ia berusaha untuk menetralkan detak jantungnya yang mendadak tak beraturan.


Tasya dan Jonas berjalan memasuki rumah mewah tersebut. Sedari tadi pandangan Tasya terus mengedar ke segala arah, tak banyak yang berubah, halaman rumah itu masih terlihat seperti dulu, bersih terawat dengan bunga bunga tumbuh dengan subur, karena tukang kebun selalu rutin mengurus tanaman yang ada di halaman rumah dan di taman samping rumah. Selain itu karena Mama nya Tasya merupakan pecinta tanaman. Ada banyak jenis kembang yang ia koleksi di rumah nya, termasuk kembang yang paling langka sekalipun.


Begitu sudah tiba di dalam rumah, para pelayan yang berjumlah sekitar lima belas orang berdiri berjejer menyambut kedatangan Tasya, mereka menunduk kepala memberi hormat kepada sang nona muda. Tasya pun balas dengan menunduk dan tersenyum simpul kepada mereka. Ada perasaan tak enak saat Tasya di perlakukan dengan begitu istimewa, karena Tasya sudah tidak terbiasa lagi diperlakukan seperti itu, selama berumahtangga dengan Rama, ia hidup dengan apa begitu sederhana, bahkan untuk urusan pekerjaan rumah tangga, ia handel sendiri.

__ADS_1


''Tuan dan Nyonya besar ada di kamar atas, Non,'' kata Jonas.


Tasya mengangguk kecil, kini langkah mereka menaiki satu persatu anak tangga.


Begitu sudah tiba di lantai atas, mereka langsung menuju kamar utama, dan setelah mereka tiba di depan pintu kamar.


''Ayo, silahkan masuk, Non,'' Jonas memutar handle pintu, pintu pun terbuka karena nya.


Perlahan Tasya masuk ke ruangan yang luas tersebut, ruangan itu gelap, karena lampu di dalam kamar tersebut tidak ada satupun yang menyala. Tasya heran karena nya.


''Kenapa gelap Jonas? Mama, Papa . . . Di mana kalian?'' ujar Tasya terdengar panik.


Jonas tak bersuara, terdengar langkah kaki Jonas berjalan memasuki kamar, ia memencet seklar lampu, lalu terlihatlah oleh Tasya apa yang ada di dalam kamar tersebut. Tasya begitu kaget karenanya. Ia bahkan menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan.


Suara jarum jam yang ada di dinding kamar berdenting, menandakan kalau waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam.


Dan setelah itu.


''Tarrraaaa . . . Selamat datang kembali di rumah ini Anastasya dan selamat ulang tahun untuk putri kesayangan kami. . .'' Wanita yang masih cantik di usianya yang tak lagi muda tersebut berseru dengan netra berkaca-kaca, suaranya serak. Wanita itu adalah Bella, Mama nya Tasya. Di sampingnya berdiri pria yang masih terlihat begitu gagah, pria itu pun sama, netra nya juga berkaca-kaca melihat ke hadiran sang putri yang sudah begitu ia rindukan.


"Mama, Papa ... Kalian memang yang terbaik, maafkan Tasya, maaf karena Tasya telah menjadi anak durhaka dengan tak mendengar nasihat kalian dulu.'' Tanpa di duga-duga, Tasya langsung berjalan menghampiri kedua orangtuanya, lalu ia menjatuhkan dirinya di depan kaki Mama dan Papa nya, Tasya bersimpuh, memohon maaf dengan sedalam-dalamnya.


Bella memberikan kue ulang tahun kepada Jonas, meminta Jonas memegang nya.

__ADS_1


''Sudah, berdiri lah, Nak. Kami sudah memaafkan kamu, dan maafkan kami juga, karena dulu kami telah menjadi orang tua yang egois, hingga membuat hubungan kita renggang,'' Bella memegang kedua bahu Tasya, meminta Tasya berdiri.


"Aku sangat-sangat merindukan kalian,'' Tasya menghambur ke dalam pelukan sang mama, Papa nya pun ikut memeluk nya. Mereka bertiga berpelukan dengan isakan yang terdengar lirih. Mereka tengah menangis, menangis karena bahagia.


Jonas tersenyum simpul melihat pemandangan yang ada di depan mata, ia pun merasa bahagia dengan kembali nya Tasya di rumah itu.


Setelah beberapa saat.


''Loh, kata asisten Papa, Papa sakit, lalu?'' begitu mereka sudah melepaskan pelukan, Tasya menatap Papa nya lekat.


''Hehehe Papa sengaja meminta Jonas untuk berbohong, supaya kamu bersedia pulang ke rumah,'' jawab Andi seraya nyengir.


''Iihh Papa, enggak lucu tauk. Nanti kalau Papa sakit beneran bagaimana? Ingat! Ucapan adalah doa, Pa. Jadi berucap lah yang baik-baik,'' Tasya memukul kecil dada bidang sang papa. Hingga membuat sang papa tertawa karenanya, Bella pun ikut tertawa kecil. Bella merasa sangat bahagia karena kini keluarga nya sudah berkumpul kembali.


Tasya akan menjadi wanita yang begitu manja saat sedang bersama Mama dan Papanya.


Pertemuan dengan Mama dan Papa nya, membuat Tasya sejenak melupakan sosok Rama.


Bella dan Andi sudah mengetahui semua yang terjadi kepada Tasya dan Rama, oleh sebab itu mereka meminta Jonas untuk menjemput Tasya.


Karena Andi tahu, begitu Rama sudah menjatuhkan talak kepada Tasya, maka lepaslah tanggungjawab Rama kepada Tasya. Kini, semua tanggungjawab atas diri Tasya sudah kembali kepada Andi lagi, selaku Papa nya Tasya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2