Akad Nikah Suamiku

Akad Nikah Suamiku
Pernikahan


__ADS_3

Kata sah menggema di ruangan serba putih yang dihias sedemikian rupa dengan bunga-bunga serta yang lainnya.


Kini, Tasya sudah resmi menjadi istri dari seorang Sean, pria tampan lagi mapan.


Sesenggukan Sean menangis dengan kedua telapak tangan menutup wajah, tubuhnya terguncang. Saat ini dirinya merasa begitu bahagia, dia tidak menyangka bisa mempersunting wanita yang berhasil membuat nya jatuh cinta berulangkali, dari dulu cinta nya tak pernah padam, tetap membara apapun yang terjadi.


''Hiks, hiks, hiks . . .,'' Sean masih tergugu dengan air mata berderai.


Tasya mengusap punggung sang suami, melihat sang suami yang menangis setelah mengucap ijab qabul membuat Tasya begitu yakin, bahwa cinta Sean untuk nya sungguh lah besar dan tulus. Netra Tasya pun jadi ikut berkaca-kaca, pandangan nya pun buram.


Kedua orang tua mereka serta para saksi yang merupakan tetangga serta kerabat dekat turut merasa terharu mendengar Sean yang terisak. Mereka bisa mengerti, betapa bersyukur dan bahagianya Sean saat ini. Karena mereka sudah tahu, sedalam apa Sean mencintai Tasya.


Setelah itu, Sean dan Tasya duduk saling berhadapan. Dengan takzim Tasya mencium punggung tangan sang suami, Sean balas mencium kening Tasya, ia menatap sang istri dengan penuh cinta.


''Aku sangat sangat bahagia sekarang. Terimakasih Sayang,'' lirih Sean berucap seraya mengusap lembut pucuk kepala sang istri.


''Terimakasih juga suami ku, karena kamu sudah menerima aku apa adanya,'' balas Tasya. Mereka sama-sama tersenyum simpul dan malu-malu, tidak menyangka mereka yang sedari belia sudah bersahabat kini malah menjadi sepasang suami istri. Tasya berharap Sean adalah jodoh terakhirnya, jodoh yang akan menemani nya hingga menua bersama dalam suka maupun duka. Berharap tak akan ada orang ketiga yang dapat mengombang-ambing bahtera rumah tangga mereka.


* * *

__ADS_1


Setelah selesai acara akad, kini tiba waktunya pesta pernikahan di gelar.


Tasya sudah berganti busana dengan busana pengantin, begitu juga Sean.


Mereka duduk di pelaminan, dengan kedua orang tua mereka berada di sisi mereka.


Semuanya terlihat begitu bahagia, pesta berjalan begitu meriah. Senyum dan tawa menghiasi area pesta.


* * *


Di tempat berbeda, seorang pria tengah patah hati. Dari tadi wajahnya terlihat begitu murung.


''Kakak kenapa sih? Dari tadi kok lemes gitu wajahnya?'' tanya Juwita. Karena saat ini Jack sedang berada di rumah Juwita bersama Mama nya.


''Tauk tuh, Kakak mu seperti nya sedang galau,'' timpal sang mama.


''Emang wanita mana sih yang berhasil membuat seorang Jack galau?'' goda Juwita.


''Tasya,'' lirih Jack.

__ADS_1


Mendengar itu, Juwita memandang sang kakak dengan tatapan tajam, begitu juga Rama, karena Rama juga tengah duduk bergabung bersama mereka di ruang keluarga. Sekarang adalah hari Minggu, jadi mereka tidak bekerja.


''Emang kenapa sama wanita mandul itu?'' tanya Juwita dengan intonasi lebih tinggi dari tadi.


''Dia hari ini menikah dengan Tuan Sean. Berita pernikahan mereka viral di sosmed,''


''Iya, terus kenapa?''


''Aku patah hati, Ma. Sebenarnya selama ini aku sudah lama mengagumi Tasya,'' kata Jack jujur.


Mendengar itu, wajah Juwita mendadak memerah, begitu juga dengan Mama nya.


Tetapi yang lebih merasa marah adalah Rama, Rama berdiri dari duduknya, lalu berjalan meninggalkan ruang keluarga.


Ia naik ke lantai atas, lalu duduk di kursi balkon.


Sambil duduk, Rama mengeluarkan ponselnya dari saku celana, lalu ia mulai berselancar memasuki dunia maya.


Benar saja, mantan istri yang masih menghuni hatinya terlihat begitu bahagia di dalam foto. Senyum nya terkembang, tampak sangat cantik. Tangannya menggandeng tangan Sean. Foto tersebut mendapatkan ribuan like serta ratusan komentar baik untuk kedua mempelai. Rama menggenggam erat ponsel nya, ''Alaaaah, palingan kebahagiaan kalian tidak akan bertahan lama,'' gumam Rama yang merasa cemburu. Tapi dia merasa malu mengakui kalau dirinya cemburu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2