
''Kamu lihat sendiri kan, tanpa adanya hasutan dari aku, akhirnya Putra ku sadar juga, kalau Putri mu itu tidaklah becus jadi seorang istri, ia sungguh tidak dapat diandalkan, sehingga Rama berpaling pada wanita lain. Duhh sakit banget pasti, diselingkuhi sampai selingkuhan nya hamil,'' Jeni berkata saat dirinya berada di dekat Bella.
''Justru saya merasa senang dan lega, akhir nya Putri saya bisa lepas dari pria tak setia sepertinya Rama. Hamil diluar nikah aja bangga! Duh, miris saya denger nya,'' balas Bella tenang.
Mendengar itu, membuat wajah Jeni memerah menahan amarah.
''Udah Ma, enggak usah diladeni lagi,'' bisik Tasya tepat ditelinga sang mama. Andi tidak dapat hadir menemani Tasya, karena ia sedang ada meeting pagi ini.
Mendengar itu, Bella pun tak mengindahkan perkataan Jeni lagi. Ia memilih mengabaikan Jeni yang masih saja ngoceh.
Sedangkan tidak jauh dari Tasya, Juwita terus saja bergelayut manja pada lengan Rama. Juwita sengaja melakukan itu untuk memanas-manasi Tasya. Tapi sayangnya Tasya tidak merasa panas sedikit pun. Yang ada dia malah muak dan jijik melihatnya. Tasya tidak habis pikir, bisa-bisanya Rama menduakan nya dengan wanita seperti Juwita. Wanita yang kualitas dirinya jauh berada di bawah Tasya.
Tidak lama setelah itu, sidang perdana dimulai.
Para hakim sudah memasuki ruangan, begitu juga dengan pengacara yang telah di sewa oleh Tasya.
Rama tidak menyewa seorang pengacara, karena kedua orangtuanya yang melarang. Padahal Rama ingin sekali menyewa seorang pengacara untuk membantu agar gugatan cerai yang diajukan oleh Tasya tidak di setujui oleh hakim. Tapi apa boleh dikata, kali ini Rama sudah tidak bisa lagi memperjuangkan cintanya kepada Tasya, karena Tasya tak menginginkan dirinya lagi dan karena Juwita tengah mengandung.
__ADS_1
Selama proses sidang, Rama lebih banyak diam, sedangkan Tasya sudah menunjukkan semua barang bukti tentang perselingkuhan Rama dan Juwita kepada Hakim dan saksi.
''Repot-repot banget nunjukin bukti. Lagian Rama juga sudah tidak mau dengan wanita mandul,'' kata Jeni, Mama nya Rama. Ia sengaja berkata seperti itu untuk menyindir Bella. Tapi sayangnya Bella sama sekali tidak mengindahkan perkataan Jeni. Karena yang Bella tahu, Putri nya bukanlah wanita mandul, Bella tahu betul soal itu. Iya yakin, suatu saat nanti sebuah kebenaran akan terungkap dengan sendirinya, tentang siapa yang sebenarnya mandul dan siapa yang subur.
Setelah melewati beberapa proses, akhirnya untuk hari ini sidang berakhir. Dua Minggu lagi akan ada sidang susulan.
Untuk harta gono-gini, Rama tak mempermasalahkan hal itu, apa yang menjadi hak Tasya, maka akan ia berikan. Tapi Juwita lah yang begitu sibuk membicarakan masalah harta, bahkan Juwita meminta agar rumah yang ia tempati sekarang untuk dirinya saja. Rasanya Juwita tidak rela Tasya mendapatkan banyak bagian dari Rama.
***
''Hey, kalian kalian, saya ingetin ya, jangan mau kalian sama wanita ini, karena dia adalah wanita mandul. Cepatlah kalian sadar sebelum kalian terlambat. Lihatlah adik saya, dia akhirnya sadar dari kekeliruan nya, dia akhir nya memilih menikah lagi dengan wanita sempurna seperti Juwita, wanita yang tidak hanya cantik, tetapi juga bisa memberikan keturunan,'' ucap Dira seraya menunjuk ke arah Sean dan Jonas.
Mendengar itu, Sean dan Jonas sama sekali tidak terhasut.
''Heh Dira, emang kamu tidak capek apa? Kamu selalu saja mengatakan kalau aku ini mandul kepada semua orang. Hanya itu saja bahan hinaan yang keluar dari mulut mu untuk aku. Emang kamu yakin kalau aku ini mandul? Berani taruhan tidak?'' tantang Tasya, ia tersenyum sinis menatap Dira.
''Hahaha belagu banget sih lo, pakai acara ngajak gue taruhan. Lihatlah Tasya, sudah ada bukti nya, saat Rama bersama Juwita, Juwita bisa hamil dengan begitu cepat, sedangkan saat bersama kamu, sudah lima tahun lamanya, tetapi kamu tak kunjung hamil. Apa semua itu tidak cukup sebagai bukti?!'' balas Dira lagi seraya tertawa.
__ADS_1
Mendengar itu, Tasya bersikap biasa saja. Malah Juwita yang berubah pias wajahnya. Tasya yang menyadari kalau Juwita sedang salah tingkah, membuat Tasya tersenyum kecut. Lalu setelah itu Tasya menarik langkahnya dari hadapan keluarga Rama. Menurut nya kalau terus diladeni, tak akan ada habisnya.
***
Malam hari, Tasya duduk di atas kasurnya yang empuk, Tasya sedang memegang kertas HVS.
Ia membaca tulisan yang ada pada kertas tersebut, Tasya tersenyum getir.
Kertas itu adalah kertas hasil pemeriksaan kesuburan Rama. Iya, beberapa tahun yang lalu, Tasya sengaja menyembunyikan hasil tes tersebut dari Rama, karena ia tidak ingin membuat sang suami merasa rendah diri karena kekurangan yang ada padanya. Sedalam itu rasa cinta yang Tasya punya untuk Rama dulu, tapi sayangnya, Rama malah berbuat curang dibelakangnya.
Di atas kertas tersebut, tertulis kalau Rama lah yang bermasalah pada kesuburan nya, sedangkan Tasya dinyatakan subur.
Dulu, Tasya sudah menerima Rama apa adanya tanpa banyak menuntut, tetapi kebaikannya malah dibalas dengan kecurangan.
"Hah, cepat atau lambat semua kebohongan Juwita pasti akan terungkap. Aku harap Rama dan keluarganya tidak syok begitu tahu tentang kebenaran yang sebenarnya,'' gumam Tasya. Lalu ia menyimpan kembali hasil tersebut kedalam laci.
Bersambung.
__ADS_1