Akad Nikah Suamiku

Akad Nikah Suamiku
Tentang Sean


__ADS_3

Pagi Minggu yang cerah.


Seorang pria keluar dari gerbang tinggi menjulang. Ia tampak gagah dengan sepatu sport, topi serta celana training di padukan kaos olahraga. Ia akan lari pagi mengelilingi kompleks perumahan nya, ia sendirian saja.


Ia mulai berlari pelan membawa langkah kaki nya, pandangannya fokus ke depan, sedangkan pikiran nya selalu tertuju kepada satu wanita, satu wanita yang membuat nya tak bisa berpaling ke lain hati.


Selama berlari, banyak para wanita muda maupun tua yang memandang penuh kekaguman pada sosok pria bertubuh tinggi atletis tersebut, berdada bidang serta bentuk perutnya yang sispack. Mereka sangat ingin memiliki pasangan seperti Sean, memiliki menantu seperti Sean. Pria idaman yang tak mudah tergoda dengan wanita manapun, pria idaman yang selalu bersikap baik dan ramah.


Di sekitaran kompleks tersebut, bukan rahasia umum lagi, semua orang sudah tahu kalau Sean telah lama memendam rasa cinta kepada Tasya. Oleh sebab itulah sampai saat ini Sean masih betah sendiri, menjomblo.

__ADS_1


Sean sama sekali tak tertarik sama wanita wanita yang memandang nya dengan penuh kekaguman. Menurutnya tak ada satupun wanita yang mampu menggantikan posisi Tasya di hati nya. Kedudukan Tasya yang paling utama di hatinya, akan tetap bertahta menjadi ratu hatinya.


Sean berlari pelan melewati rumah Tasya, ia berhenti di sana sebentar, sengaja, ia harap pagi hari yang cerah ini ia bisa melihat paras ayu sang wanita pujaan hati.


Iya, rumah orang tua Tasya dan rumah orang tua Sean berada di dalam satu kompleks yang sama, mereka bertetangga. Tasya dan Sean sudah sedari belia bersahabat, satu PAUD yang sama, satu SD yang sama hingga perguruan tinggi pun mereka masih tetap sama-sama. Oleh sebab itu, karena sering menghabiskan waktu bersama membuat cinta yang Sean punya untuk Tasya sangat lah besar, ia tulus, tak peduli orang orang mengatakan Tasya wanita mandul, cinta nya tetap tumbuh subur.


Lama Sean berdiri di depan pagar, tidak ada tanda-tanda Tasya akan keluar. Akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan lari nya lagi. Tadi ia sudah mengirim pesan kepada Tasya, mengajak Tasya lari bersama, tapi Tasya tak membalas pesan nya itu.


Saat Tasya menikah dengan Rama waktu itu, Sean merasa begitu hancur hatinya, akhir nya ia memilih untuk tinggal di luar negeri selama beberapa tahun, agar ia bisa melupakan Tasya. Tapi sayangnya, sudah tiga tahun lamanya ia menetap di luar negeri, menjalankan perusahaan Papa nya yang ada di sana, ia menyibukkan dirinya dengan bekerja dan bekerja, tapi, lagi-lagi bayang-bayang paras ayu Tasya tak mau pergi dari ingatan.

__ADS_1


Dua tahun terakhir, ia memilih untuk kembali ke Indonesia, ia mencoba berdamai dengan keadaan, mencoba menerima kenyataan kalau Tasya sudah menjadi istri orang. Tapi tetap saja, bukannya rasa cinta itu pudar malahan yang ada semakin tumbuh subur karena ia sering bertemu dengan sang wanita idaman.


Berita tentang perceraian Tasya dan Rama membuat Sean merasa begitu senang, karena ia jadi punya harapan dan kesempatan untuk memiliki Tasya. Tapi saat ia menyatakan perasaan nya secara langsung, lagi-lagi Tasya hanya menganggap dirinya sebagai seorang sahabat, itu saja, tidak lebih. Sakit sekali hati Sean, apalagi pagi ini Tasya mengabaikan pesan yang ia kirim. Semakin besarlah keyakinan nya bahwa selama ini Tasya memang tak pernah menganggap kehadirannya berarti.


Entah kenapa rasa-rasanya Sean ingin menyerah saja, rasa-rasanya ia ingin menyetujui saja perjodohan yang dilakukan oleh orang tuanya. Kedua orang tuanya yang tak lagi muda sering sekali mendesak agar Sean segera menikah, sudah banyak wanita cantik serta berpendidikan tinggi yang mereka jodohkan dengan Sean, tetapi Sean selalu menolak. Hingga membuat kedua orang tuanya merasa sedikit frustasi.


''Baiklah, sepertinya aku memang harus menerima tawaran Mama dan Papa. Wanita yang dipilih oleh mereka tidak jelek-jelek amat. Tasya tidak akan pernah bisa aku miliki, ia tak mencintaiku, ia hanya menganggap aku sebagai teman. Untuk apa aku mengharapkan hal yang tak pasti, buang-buang waktu saja. Nanti, ia malah memilih pria lain lagi di bandingkan aku, ah . . . Rasanya aku belum siap untuk merasakan sakit hati lagi. Oke, mulai hari ini aku harus menentukan masa depan ku sendiri, demi kebahagiaan orang tuaku,'' gumam Sean lirih, ia masih berlari kecil. Netra nya berkaca-kaca mengingat cinta nya yang tak kunjung terbalas.


Sean lalu berlari dengan cepat menuju rumahnya, karena nanti siang sang mama akan mengenalkan nya dengan anak gadis teman mamanya.

__ADS_1


''Semangat Sean, kamu harus melupakan Tasya dan mulai menjauhi dia. Kalau tidak, maka kamu akan terus merasa sakit,'' ucap Sean lagi di dalam hati. Setelah itu langkah kakinya berbelok memasuki gerbang tinggi menjulang.


Bersambung.


__ADS_2