AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?

AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?
prolog


__ADS_3

Prolog


"Dean aku bisa menjelaskan semuanya, ini semua tidak seperti yang kamu lihat" kata Kesya dengan wajah pucatnya serta suara gemetar menahan sakit.


"cihh ternyata semua perempuan sama saja, kamu tenang saja aku tidak heran dengan hal seperti ini dan kamu tidak perlu menjelaskan apapun padaku karena aku tidak butuh" kata Dean sambil tersenyum smirk dan berjalan keluar dari kamar.


" tidak tidak, kamu salah paham aku mohon dengarkan penjelasanku dulu" Kata Kesya sambil menahan air mata.


"Dean ku mohon jangan pergi aku... aku tidak seperti yang kamu bayangkan" Cegah Kesya sambil menangis terisak.


Dean menghentikan langkahnya tanpa berbalik kearah Kesya.


" sudahlah dari awal memang seharusnya kita tidak usah menikah itu semua malah menjadi malapetaka untukku... oh ya kamu bereskan saja pakaianmu, karena aku akan menceraikanmu dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi" kata Dean dan melanjutkan langkahnya.


Kesya yang mendengar kata Cerai dari mulut Dean terdiam bagai disambar petir di siang bolong.


hiks.. hiks... hiks...


"hiks... Dean kamu salah paham. aku mencintaimu kumohon jangan ceraikan aku"


kata Kesya sambil terisak sampai kegelapan menghapirinya.


Ditempat lain.


Dean sedang melamun memikirkan perbuatannya ia marasa bersalah kepada Kesya, tapi hati dan pikirannya bertentangan ia yakin, kalau tindakannya sudah benar.

__ADS_1


terdengar suara langkah kaki mendekatinya.


" tuan gawat, nyonya di larikan kerumah sakit karena tidak sadarkan diri" kata Harri asisten Dean.


"kamu urus semuanya seperti biasa, karena dia sudah tidak ada hubungan lagi denganku"


kata Dean dingin.


padahal ia sangat khawatir tapi pura-pura tidak peduli.


"tapi tuan nyonya Kesya masih istri tuan" kata Harri takut-takut karena di tatap dingin oleh sang bos.


" baik saya akan mengurusnya seperti biasa" kata hari dan pergi kerumah sakit.


Rumah sakit.


"padahal Nyonya Kesya adalah perempuan yang baik hati dan pengertian, kenapa ia mendapatkan cobaan yang sangat berat" kata Lina sambil memandangi sang majikan.


terdengar suara dorongan pintu.


"pak Herri bagaimana apakah tuan sudah datang?" tanya Lina setelah melihat Herri masuk keruangan.


"Lina kamu harus menjaga nyonya karena tuan tidak akan datang" kata Herri lesuh sambil melihat kearah brankar dengan pandangan iba.


"keluarga pasien?" panggil dokter.

__ADS_1


" saya dok" kata Lina.


"bu mari ikut keruangan saya untuk membahas tentang keadaan ibu Kesya" ajak dokter sambil berjalan kerungannya diikuti Lina.


"keadaan ibu Kesya semakin parah, jadi jita harus mengambil tindakan opeasi, karena penyakit ibu kesya sudah masuj stadium tiga" kata dokter.


Lina sangat terkejut mendengar sang majikan sakit.


" memangnya Nyonya Kesya sakit apa dok? " Tanya Lina.


" loh bukannya ibu sudah tahu kalau ibu Keaya menderita penyakit leukimia? " tanya dokter heran.


" ap... apa nyonya Kesya sakit leukimia" kata Lina sambil meneskan air mata.


"baik, dokter harus melakukan sesuatu untuk membuat nyonya Kesya sembuh" kata Lina sambil memohon.


"ibu yang sabar ibu Kesya pasti baik-baik saja kita serahkan saja kepada yang kuasa. kalau untuk operasi sebaiknya ibu Kesya di bawa ke Singapura karena di sana fasilitasnya lengkap dan lebih terjamin" kata dokter.


" baik dok, saya akan melakukan apapun yang terbaik untuk nyonya Kesya".


///////


hallo maaf ya ceritanya masih kurang bagus soalnya aku masih baru buat heheeh 😇😁😂


kalian jangan lupa komen ya dan like ya semuanya graris kok ok 😂😄

__ADS_1


dan jangan lupa follow aku 😊


__ADS_2