
Kesya hanya mengangguk.
Dean pergi tanpa kata, setelah mendapat anggukan dari Kesya.
Kesya sekali lagi tercengan dengan tingkah Dean yang pergi tanpa sepatah kata pun.
"apakah dia tidak tahu berpamitan?" gumam Kesya sebal sendiri.
ia jadi berfikir, apakah Dean terpaksa menerima perjodohan ini ? apakah Dean tidak ingin menikah dengannya ? walaupun dia juga sebenarnya terpaksa, tapi ia berusaha untuk menjalaninya dengan ikhlas dan menerima semuanya.
drettt... drettt...
lamunan Kesya buyar saat mendengar dering Hp nya.
"Assalamualaikum" sapa penelepon
"wa'alaikumsalam, ada apa tante nelepon Kesya ?" sahut Kesya pada calon mertuanya itu.
"apakah Dean sudah datang ke butikmu ?" tanya Wina.
"iya tante, baru saja dia pulang" jawab Kesya.
"yah, kok dia pulang sih" kata Wina dengan nada kecewa.
Kesya jadi heran, kenapa calon mertuanya itu jadi kecewa ?
" tante ingin titip sesuatu padan Dean ?" tanya Kesya.
"tidak, bukan itu. Bunda cuman mau kamu ikut kerumah bareng Dean" kata Wina.
oh sekarang Kesya paham.
"ehm, tante... " kata Kesya terpotong.
"kamu jangan manggil tante lagi dong, panggil aja bunda dari sekarang, kan bentar lagi kamu jadi menantu Bunda" kata Wina memotong ucapan Kesya.
sedangkan Kesya jadi merasa aneh memanggil Wina seperti itu, karena belum terbiasa mungkin.
"tan... eh bunda makhsudnya, ada apa yah kok ingin Kesya ke rumah bunda ?" tanya Kesya pelan-pelan.
__ADS_1
sedangkan Wina terkikik mendengar pertanyaan Kesya, yang menurutnya polos itu.
"aduh sayang, bunda itu ajak kamu kesini supaya kamu bisa lebih dekat sama Dean, sekalian bunda ceritain tentang Dean ke kamu" kata Wina antusias.
Kesya kikuk sendiri, tidak tahu harus menjawab bagaimana. melihat sikap Dean ia jadi tidak yakin.
"em... bunda maaf ya Kesya hari ini enggak bisa datang, soalnya Kesya mau buat desain baju pengantin untuk kami, kan waktu pernikahannya sudah dekat" kata Kesya menyesal, kenapa ia harus menggunakan alasan seperti itu.
Wina yang mendengar kata Kesya jadi antusias, ia merasa kalau Kesya menginginkan pernikahan ini, bukan karena terpaksa seperti Dean.
"wah sepertinya kamu sangat bahagia dengan pernikahan ini, buktinya kamu tidak ingin ada kesalahan, bunda jadi tidak sabar melihat kalian menikah. Dean beruntung banget bisa milikin kamu nanti" kata Wina senang.
Kesya yang mendengar penuturan Wina hanya tersenyum kecut, bagaimana bisa ia bahagia.ndi tambah lagi sifat Dean yang seperti tidak menginginkan pernikahan ini. ia jadi ragu.
"ya sudah kamu lanjutin saja desainnya, pasti kamu sibuk. besok bunda akan ke butik kamu untuk melihat desainnya" kata Wina saat tidak mendengar respon dari Kesya, karena ia mengira kalau Kesya sedang membuat desain baju pengantingnya.
"iya bunda, kapan-kapan Keaya akan berkunjung kesana" kata Kesya dan mengakhiri panggilan.
Kesya memilih untuk melanjutkan desainnya. untuk takdirnya ia serahkan saja pada Tuhan, karena ia yakin pasti tuhan akan memberikan takdir yang indah untuknya.
Di tempat lain.
sahabat yang kedua adalah Feno, mereka bersahabat dari smp dan Feno adalah seorang dokter.
sahabat yang ketiga yaitu Candra, mereka juga bersahabat dari smp. Candra adalah seorang manager di sebuah bank swasta.
sahabat yang terakhir adalah Fendi alias Feni, yah dari namanya aja kalian sudah pasti tahu, kalau Fendi ini setengah perempuan, (nanti kalian akan tahu kenapa bisa begitu), tapi Fendi inilah yang paling dewasa di antara mereka. mereka berteman sejak sma, ia adalah seorang desainer dan mempunyai banyak butik.
mereka sedang asyik mengobrol, sampai tiba-tiba Dean mengatakan sesuatu yang membuat mereka semua terkejut...
"gw akan nikah minggu depan" kata Dean santai sambil meminum minumannya.
"hahaha, bercandaan kamu enggak lucu banget" kata Feno tak percaya, sambil berpura-pura tertawa.
"gw serius" kata Dean cuek. pasalnya ia sudah menduga, kalau mereka tidak akan percaya.
"kamu enggak hamilin anak orang kan ?" tanya Candra dengan wajah serius dan langsung mendapat tatapan dingin dari Dean dan lainnya.
bug!
__ADS_1
Sean memukul lengan Candra dengan keras.
"aduh. santai bro, akukan cuma nanya" kata Candra kesal.
"mana mungkin, walaupun dia sering gonta-ganti pasangan, tapi aku yakin kalau dia belum pernah tidur dengan salah-satu dari perempuannya" kata Sean dan diangguki oleh Fendi alias Feni.
"aikeh yakin kalau Dean sudah ketemu jodohnya " kata Fendi dengan logat yang khas sehingga membuat mereka semua jijik mendengarnya.
"aih, gw jijik banget" kata Candra dengan ekspresi ingin muntah.
Fendi yang melihat itu pun, lantas memukul Candra dengan kipasnya yang selalu ia bawa kemana-mana.
"aduhh, sial banget sih gw hari ini. kena pukul terus" kata Candra mengaduh sambil mengusap lengannya , karena Fendi memukulnya dengan keras di lengan sama seperti Sean, sehingga ia merasa kesakitan.
mereka tertawa melihat kelakuan Fendi dan candra yang selalu saja bertengkar saat berkumpul. Candra adalah orang yang ceplas-ceplos sedangkan Fendi orang yang mudah tersinggung, sehingga mereka berdua paket lengkap dalam bertengkar.
"rasain tuh" kata Fendi sebel.
"awas aja luh ya" kata Candra tidak mau kalah sedangkan Fendi pura-pura tidak dengar.
"Dean kok kamu bisa sih tiba-tiba nikah ?" tanya Feno penasaran sedari tadi.
"gw di jodohin sama anak sahabat ayah dan gw enggak bisa nolak, karena ayah enggak akan kasih gw perusahaan sepenuhnya kalau gw nolak " jawab Dean dengan setengah frustasi.
"apa salah ya sih kamu jalanin dulu, aku yakin orang pilihan ayah kamu pasti orang baik-baik" kata Sean bijak dan diangguki oleh mereka semua.
"iya, aku setuju dengan Sean" kata Candra.
"karena apa yang nenurut kamu buruk itu belum tentu buruk" kata Fendi dengan dewasa walau masih dengan logat khasnya.
Dean hanya mendengar saran mereka semua dengan lesu, entahlah ia merasa ragu.
"kami semua pasti dukung kamu kok" kata Feno memberi semangat pada Dean yang terlihat lesu. Dean hanya tersenyum, baiklah ia akan mencobanya.
***
jangan lupa vote and like ya 😂😇
kasih saran 👌
__ADS_1