
1 tahun kemudian
"sayang minggu depan aku akan ke Singapura untuk perjalanan bisnis" kata Dean sambil memeluk Kesya dari belakang.
"berapa lama?" tanya Kesya.
"sekitar 2 bulan, soalnya ada sedikit masalah dengan perusahaan di sana" kata Dean sambil membalikkan badan Kesya.
"sebaiknya kamu tinggal sama bunda ya saat aku pergi takutnya kamu kesepian di rumah" kata Dean.
"nggak apa-apa kok, aku akan tetap tinggal di sini"
"tapi..." ucapan Dean terpotong.
"kamu tenang aja aku akan baik-baik saja"
"baiklah" kata Dean sambil memeluk Kesya.
Sebenarnya Kesya kecewa ia berharap Dean mengajaknya.
selama setahun ini hubungan Kesya dan Dean semakin membaik, mereka sudah satu kamar dan pernikahan mereka sudah seperti pasangan lainnya.
semakin hari Kesya semakin mencintai Dean, Dean pun begitu namun belum ada yang mengungkapkan perasaan masing-masing.
"bagaimana kalau kita jalan-jalan besok?" usul Dean pada Kesya sambil melepaskan pelukannya.
Kesya hanya mengangguk sambil bersandar di bahu Dean.
keesokan harinya
Kesya masih tidur sedangkan Dean sudah bangun sejak tadi bahkan sedari tadi ia terus memandangi wajah Kesya yang tertidur pulas dengan damai.
"sayang bangun!" kata Dean sambil mengusao pipi Kesya dengan lembut namun sang empunya tidak bangun sama sekali.
"sayang bangun, hari ini kan mau jalan-jalan" kata Dean mencubit pipi Kesya sampai Kesya menggeliat kecil.
__ADS_1
"kalau kamu nggak bangun aku cium" kata Dean gemas melihat Kesya yang tak kunjung bangun.
Dean pun mencondongkan badannya ke arah Kesya untuk menciumnya.
"ehm... Deamm" Kesya bangun dengan kaget saat Dean menciumnya. Dean tetap melanjutkan ciumannya walaupun Kesya sudah bangun.
Kesya pun mendorong tubuh Dean dengan kuat sampai ciuman lepas.
"hoss...hoss... kamu bunuh aku" kata Kesya kesel karena Dean menciumnya sampai kehabisan nafas.
"hehehe soalnya dari tadi aku bangunin, kamu nggak bangun-bangun juga" kata Dean sambil terkekeh melihat Kesya.
"kita jalan-jalan kemana?" tanya Kesya saat mereka sudah bersiap-siap.
"bagaimana kalau kita ke "mungkin kak Kesya lagi sibuk" kata Mira lembut.
"tapikan Rian kangen sama kak Kesya"
"em, gimana kalau kita pergi ke rumahnya kak Kesya?"
"beneran, Rian mau"
Dengan antusias Rian berlari menuju kamarnya untuk berganti baju.
Mira hanya geleng-geleng Rian.
huwaaaa!
Mira dengan cepat berlari saat mendengar tangisan Rian.
"astaga Rian" kaget Mira melihat Rian yang terjatuh sehingga membuat lututnya berdarah dan tergores, Mira segera memeriksa lutut Rian dan menggendong Rian ke sofa untuk di dudukkan.
"Rian kenapa?" tanya Aris saat memasuki rumah dan melihat Rian yang menangis dengan lutut berdarah.
"hiks...hiks..." tangis Rian semakin pecah saat melihat Aris.
__ADS_1
"hust... sudah sayang, enggak apa-apa kok" Mira menenangkan Rian yang menangis semakin kencang.
"tadi dia jatuh saat akan berganti baju" Mira menjawab pertanyaan Aris.
"hiks...Rian nggak jadi hiks... ketemu sama kak Kesya hiks..." Rian menangis terisak.
"anak papakan hebat, nggak boleh nangis. kalau Rian mau ketemu kak Kesya nanti papa suruh dia datang temui Rian" Aris berusaha menenangkan Rian.
"hiks bener?" Rian sedikit antusias dan mulai meredakan tangisnya.
Aris mengangguk.
Kesya sedang menyiapkan makan malam, sedangkan Dean hanya memperhatikan kegiatan Kesya.
dreett...drettt....
ponsel Dean berdering, ia segera mengangkatnya saat melihat nama Aris tertera di layar ponselnya.
"Waalaikumsalam om" jawab Dean.
"nggak kok aku lagi di rumah sama Kesya"
"saya bilang sama Kesya dulu om" kata Dean sambil melihat Kesya,
"Kes om ngajak kita ke rumahnya, dia bilang Rian rindu sama kamu. apa kau mau pergi?"
"iya, aku mau"
Kesya juga merindukan Rian, akhir-akhir ini ia jarang menemui Rian.
"yasudah kita siap-siap aja dulu" kata Dean sambil mengajak Kesya.
"kak Kesya!" teriak Rian girang saat melihat Kesya dan Dean memasuki rumahnya.
Kesya mencium tangan Aria dan Mira yang diikuti Dean, kemudian menghampiri Rian yang duduk. Kesya melihat lutut Rian yang tergores.
__ADS_1
"lutut Rian kenapa?" tanya Kesya cemas melihat luka gores di lutut Rian.
"nggak apa-apa kok" kata Rian tersenyum sambil memeluk leher Kesya, karena Kesya saat ini tengah jongkok ke arah Rian.