
"ini kamar kamu" kata Kesya sambil membuka kamar yang tak jauh dari dapur.
"tapi nyonya, kamar ini terlalu besar dan bagus untuk saya" kata Lina tidak enak saat melihat kamar itu yang sepertinya kamar tamu.
"nggak kok, ini cocok buat kamu, sebaiknya kamu bereskan barang kamu dulu" kata Kesya sambil berlalu
"nyonya baik banget pasti tuan Dean sangat beruntung hidup dengannya" gumam Lina terharu ketika Kesya yang baik padanya, berbeda dengan majikan-majikan sebelumnya yang terkesan sombong dan angkuh.
hari ini adalah hari keberangkatan Dean ke Singapura.
"sayang aku berangkat dulu, jaga diri baik-baik. saat aku pulang dari Singapura kita akan pergi bulan madu" kata Dean sambil tersenyum. sedangkan Kesya memerah mendengar perkataan Dean.
"yaudah kamu hati-hati ya, jaga diri baik-baik di sana" kata Kesya.
Dean pun memeluk Kesya dan mencium keningnya.
"aku berangkat ya"
Dean pun berangkat bersama Harry, Kesya berencana untuk ke rumah Arris dulu untuk bertemu dengan Rian.
"kak Kesya!" sahut Rian senang saat melihat Kesya.
"Kesya kagen banget sama Rian" kata Kesya sambil memeluk Rian.
"Rian juga, kak Dean mana?" tanya Rian saat melihat Kesya hanya sendir.
"kak Dean lagi ke Singapura"
"kok kakak nggak ikut? kak Dean nggak ajak kakak ya, karena kakak nakal" tanya Rian polos, Kesya hanya tertawa mendengar penuturan Rian.
"kak Dean lagi kerja di sana jadi kakak nggak ikut" jelas Kesya.
__ADS_1
"gimana kalau hari ini kita jalan-jalan?" usul Kesya.
"Rian mau! Rian mau jalan-jalan" kata Rian senang sambil loncat-loncat.
"yaudah bilang sama mama dulu" kata Kesya sambil mencari Mira.
"eh Kesya, kamu udah dari tadi?" tanya Mira saat melihat Kesya.
"baru aja kok tante,"
"mah Rian sama kak Kesya mau jalan-jalan bokehkan?" izin Rian.
"emangnya mau jalan-jalan kemana?"
"ke taman tante" jawab Kesya.
" yaudah kalian hati-hati ya" kata Mira.
Rian dengan senang pun berjalan sama Kesya menuju taman yang tak jauh dari rumah Mira.
"kak Rian haus" kata Rian menghampiri Kesya.
"ya udah kamu duduk di kursi itu dulu ya, kakak akan beli minum" kata Kesya sambil menunjuk sebuah kursi panjang di taman.
Rian menunggu Kesya di kursi sampai tiba-tiba...
"Rian!" seseorang memanggil namanya, Rian pun menengokkan kepalanya ke arah sumber suara.
saat melihat orang itu Rian bingung pasalnya ia tidak mengenal orang yang saat ini memanggilnya.
"Rian sendiri aja disini" kata Orang itu tersenyum dan duduk di dekat Rian.
__ADS_1
"kakak siapa?" pertanyaan itu yang keluar dari mulut Rian yang sedari tadi diam melihat orang yang duduk di sampingnya.
"coba deh Rian inget kakak siapa? kita pernah ketemu di taman ini loh" kata pria itu memberi klu.
Rian mengingat-ingat dengan siapa saja ia bertemu di taman ini sampai tiba-tiba seseorang yang pernah menolongnya bersama Kesya.
"ah Rian ingat, kakak ganteng!" seru Rian semangat, karena mengingatnya.
pria itu tertawa melihat tingkah Rian yang sangat antusias.
"Rian kamu sama siapa?" tanya Kesya saat melihat seseorang bersama Rian.
pria itu berbalik saat mendengar suara Kesya.
"Geri!" kata Kesya kaget saat melihat pria itu yang tenyata Geri.
Geri hanya tersenyum ke arah Kesya,
"hai Kesya" sapa Geri
"eh ha...hai" balas Kesya agak canggung pasalnya dulu Geri pernah menyatakan perasaan padanya.
"kaka minum Rian mana?" kata Rian sambil meminta air minum.
"kak Geri kenapa jarang ketemu sama kita lagi? padahal dulu kita sering jalan bareng" tanya Rian saat sudah minum.
"oh itu, kakak ke Bandung untuk ada masalah dikit sama restoran di sana" kata Geri.
"kak Geri masih suka nggak sama kak Kesya?" tanya Rian polos, membuat Geri dan Kesya jadi salah tingkah.
Geri melirik ke arah Kesya sebentar sebelum bicara.
__ADS_1
"Rian setuju nggak kalau Kakak dekat sama kak Kesya?" tanya Geri balik,
"suka, karena kakak baik terus ganteng juga..." Rian menjeda sejenak kalimatnya.