
hari ini Kesya sangat gugup di kamarnya. ia ragu, apalagi saat melihat sikap Dean yang acuh tak acuh dengannya seolah tidak suka dengannya. ia pun menitikkan air matanya, bagaimana kalau nanti dia tidak bahagia? bagaimana kalau Dean menyiksanya? ia jadi terisak memikirkan itu semua.
" loh sayang kok kamu nangis? " tanya Mira saat melihat Kesya yang terisak.
"Kesya takut tan" kata Kesya dengan air mata yang terus mengalir di mata indahnya.
Mira pun tersenyum maklum melihat tingkah Kesya.
"ust... tante yakin Dean adalah laki-laki yang tepat buat kamu. kamu tahu enggak dulu juga tante sama seperti kamu, pas mau nikah sama om Aris. saat itu tante merasa mungkin dia akan membenci tante, mungkin dia akan menyakiti tante dan segala pemikiran buruk lainnya. tante jadi ingin kabur rasanya saat itu. tapi mami tante yakinin tante kalau semuanya akan baik-baik saja. dan lihat tante bahkan sangat mencintai om kamu begitu pun sebaliknya. jadi kamu harus yakin kamu pasti akan bahagia nanti, apalagi pria itu pilihan papa kamu uang pastinya baik untuk kamu" kata Mira menghibur Kesya.
Kesya sedikit tersenyum dan lega saat mendengar ucapan Mira.
"yah Kesya yakin pilihan papa adalah yang terbaik" kata Kesya dalam hati.
" yasudah sekarang kamu mandi sebentar lagi periasnya akan datang" suruh Wina.
Kesya pun ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
tak lama kemudian, perias pun datang dan segera merias Kesya secantik mungkin.
Di lain tempat...
Dean sudah siap, dan terlihat sangat tampan,sehingga membuat beberapa tamu undangan berdecak kagum melihatnya.
Dean sudah duduk berhadapan dengan Aris, sebagai wali Kesya dan penghulu serta beberapa saksi.
__ADS_1
Dean sangat gugup, tapi ia berusaha menutupunya dengan wajah dinginnya, sehingga ia terlihat lebih tampan.
"oh astaga pengantin prianya sangat tampan, tapi sayang dia sudah akan menikah"
"ia terlihat sangat cool"
"apa aku ajak kabur aja ya prianya"
kira-kira begitulah komentar para gadis yang melihat Dean dengan kagum.
ijab kabul pun di mulai.
Dean pun menjabat tangan Aris.
"SAYA NIKAHKAN DAN SAYA KAWINKAN ENGKAU DENGAN KEPONAKAN SAYA YANG BERNAMA KESYA LARAGA BINTI ALM. HAMZAH DENGAN MASKAWINNYA BERUPA UANG SEBESAR 1.200.720 RUPIAH, CINCIN EMAS 7 GRAM DAN SEPERANGKAT ALAT SHOLAT TUNAI, KARENA ALLAH TA'ALA"
" SAYA TERIMA NIKAHNYA DAN KAWINNYA KESYA LARAGA BINTI ALM. HAMZAH DENGAN MASKAWINNYA TERSEBUT TUNAI, KARENA ALLAH TA'ALA. " jawab Dean dengan sekali tarikan nafas.
semua orang pun betepuk tangan dengan bahagia, bahkan ada yang menitikkan air mata dengan haru.
Penghulu pun membacakan doa untuk kedua mempelai agar selalu di berikan kebahagiaan dan rahmat Allah swt.
setelah Ijab kabul di ucapkan Mira pun menuntun Kesta keluar, untuk acara selanjutnya.
"ayo sayang, suami kamu sudah nunggu" kata Mira.
__ADS_1
sedangkan Kesya, wajahnya sudah memerah saat mendengar kata Mira yang menyebut kata suami. ia jadi geli sendiri mendengarnya.
Dean yang melihat Kesya pun kagum, bagaimana tidak Keaya sangat cantik dengan kebaya putihnya yang terlihat sangat elegan, dengan make up yang terlihat sangat natural, tapi sangat cocok dengan Kesya, sehingga membuat Kesya terlihat sangat cantik bak bidadari.
begitu pun dengan Kesya, ia sama kagumnya dengan Dean saat melihat penampilan suaminya itu. oh bahkan Kesya sangat malu menyebut Dean sebagai suaminya.
Keaya pun duduk di dekat Dean.
penghulu pun menyuruh kedua mempelai untuk bertukar cincin.
Dean pun memasangkan cincin ke jari manis Kesya dengan jantung yang deg degan, kemudian Kesya mencium tangannya.
Setelah itu Giliran Kesya yang memasangkan cicin ke jari Dean, kemudian Dean mencium keningnya membuat Keaya memerah dan deg degan. oh astaga ini kali pertamanya Kesya di cium oleh seorang pria.
acara selanjutnya yaitu acara sungkeman, kemudian di lanjutkan acara Resepsi yang akan dilaksanakan nanti malam di sebuah pinggir pantai, ya acara resepsinya out door.
untuk acara selanjutnya Keaya dan Dean pun memilih untuk istirahat, karena acara selanjutnya pasti akan sangat melelahkan, bagaimana tidak tamu yang di undang Wina dan Mira sangat banyak yaitu dari 2000 orang .
Kesya memasuki kamarnya yang sudah di hias sedemikian rupa. acara ijab kabulnya memang di adakan di rumah Kesya.
Namun, ia tidak melihat keberadaan Dean, mungkin Dean masih di bawa, kata Kesya sambil berlalu menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Kesya pun melepas kebayanya dan terlebih dahulu menghapus make upnya. setalah menghapus make upnya ia pun merendam dirinya di dalam bathtub, ia dapat merasakan air yang memijat tubuhnya, sehingga membuat ia merasa sangat nyaman dan lelahnya seolah-olah lenyap.
saat sedang menikmati acara mandinya, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Kesya pun teriak saat seseorang membuka pintu kamar mandinya.
Dean yang melihat Kesya yang sedang mandi pun langsung keluar sambil menutup pintu.
__ADS_1
sedangkan Kesya mempercepat mandinya. setelah mandi ia memakai baju yang di bawanya tadi, ia pun keluar dan melihat Dean yang melihatnnya dengan tatapan dingin. mengingat tadi membuat Kesta jadi malu rasanya ia ingin mati saja.