AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?

AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?
chapter 1


__ADS_3

hai happy reading ya😁


jangan lupa like, komen ya dan follow aku juga ya GRATIS kok ok 😹


*****


Rumah Kesya


seorang gadis sedang menonton televisi seorang diri di ruang keluarga yang besar. ia baru saya datang dari Inggris setelah menyelesaikan pendidikannya.


ia mendengar langkah kaki beberapa orang memasuki rumahnya.


" Kes...Kesya kamu sudah pulang" sahut tante Mira dengan terkejut saat memasuki rumah.


"tante sangat merindukanmu" sambil memeluk Kesya.


" ah Kesya kapan kamu pulang? kenapa tidak memberi kabar terlebih dahulu? agar kami bisa menjemputmu dibandara" kata paman Aris sama terkejutnya dengan Mira.


"kalau begitu tante akan memasakkan makan malam. Kesya kamu istirahat aja dulu. kamu pasti lelah dari perjalanan jauh" kata Mira.


" iya aku sangat merindukan rumah dan ingin memberikan kejutan dengan kalian. paman tidak perlu repot-repot untuk menjemputku di bandara karena aku tahu paman pasti sibuk" kata Kesya.


"Dan tente tidak perlu repot-repot memasak makan malam karena aku sudah makan tadi.aku rasa kalian juga sepertinya membutuhkan istirahat karena sudah melakukan pekerjaan yang menyenangkan" kata Kesya menyindir mereka.


Kesya berjalan menuju ke kamarnya untuk istirahat, ia muak melihat muka munafik mereka yang hanya memanfaatkannya saja.


terdengar nada panggilan dari iphone milik Kesya.


" hallo, ini dengan siapa ya? " tanya kesya setelah mengangkat panggilan.


"hallo Kesya, aku Riska teman sma kamu" kata penelpon.


" oh Riska ada apa ya tumben telpon aku" kata Kesya.


"hehehe nggak, aku cuman mau tahu kabar kamu aja soalnya aku dengar kamu udah balik dari Inggris."


"oh kabar aku baik, kamu sendiri apa kabar?" balas Kesya.


" aku juga baik, kita ketemuan yuk aku kangen sama kamu sekalian aku ajak yang lain" kata Riska.


" oh okey kita ketemuan dimana? "


"bagimana kalau kita ketemu di Cafe Varians"


" ok besok ya jam 4 sore" kata Kesya memberitahu.


" okeyy, sampai jumpa." Dan panggilan berakhir.

__ADS_1


setelah panggilan berakhir, Kesya kembali mengingat masa sma-nya.


flashback


*seorang perempuan sedang duduk di kantin menunggu pesananya datang, tiba-tiba ada tiga anak perempuan yang duduk di depannya.


"hei nama aku Riska, nama kamu siapa?"tanya salah satu perempuan itu, Kesya yang mendengar ada orang yang duduk di depannya pun mendongakkan kepala.


" hai Riska, aku Kesya" balas Kesya tersenyum pasalnya ia merupakan siswi pindahan dari bandung ke jakarta.


"hay kesya aku Laili" kata perempuan yang kedua.


"hai Kesya aku Fanda" kata perempuan yang ketiga.


" hai senang bertemu dengan kalian" kata Kesya senang.


" Kesya mulai sekarang kita berteman ya" kata Riska dan di angguki oleh kedua temannya.


" iya, yaudah kita makan yuk nanti keburu bel" kata Kesya karena makanan mereka sudah datang.


Kesya senang karena ia sudah punya teman yang bisa ia ajak bicara dan kemana-mana dan tidak sendirian lagi.


beberapa minggu kemudian...


"Kesya kita ke mall yuk jalan-jalan, kan besok hari libur" ajak Riska.


" iya selama kita jadi teman kita belum pernah jalan-jalan bersama" kata Laili menambahi.


setibanya mereka di mall mereka langsung mengelilingi mall.


" kita beli baju yuk" ajak Fanda yang di setujui oleh mereka.


mereka pun masuk ke sala-satu tokoh baju bermerek di mall.


" wah bajunya bagus-bagus" kata Fanda sambil memilih baju.


" iya, harganya juga mahal-mahal" kata Riska.


"kayaknya hari ini kita beruntung deh" kata Laili yang diangguki oleh mereka berdua.


setelah memilih baju yang mereka inginkan mereka pun mencari Kesya.


" itu anak kemana sih? masa dari tadi enggak ketemu juga" kata Fanda kesal.


" kalau kita nggak ketemu dia, kita nggak mungkinkan kembaliin bajunya kan? " kata Laili.


"kok kalian kesel begitu, terus kenapa bajunya mau di kembalikan lagi?" kata Kesya melihat kearah temannya yang kelihatannya panik karena tiba-tiba Kesya datang.

__ADS_1


"kes...Kesya kamu dari mana aja? kita khawatir nyariin kamu" kata Riska senormal mungkin.


"aku dari toilet tadi, tadi aku kebelet jadi aku pergi tanpa bilang, maaf ya udah buat kalian khawatir" sahut Kesya merasa bersalah.


"iya enggak apa-aapa, btw kamu enggak beli apa -apa?" tanya Fanda karena melihat Kesya tidak membawa apa-apa.


"iya, soalnya kemarin aku baru selesai belanja, dan aku belum pakai bajunya. kan sayang belum di pakai masa udah beli yang baru lagi " kata Kesya.


" kalian udah selesai belanja ya? " tanya Kesya.


"iya. kami udah pilih baju yang kami beli" kata Laili sambil memperlihatkan barang yang dibelinya.


" yaudah kalian bayar aja dulu belanjaannya, habis itu kita makan" kata Kesya.


mereka yang mendengarnya pun merasa panik pasalnya barang yang mereka beli adalah barang yang merek dan mereka tidak bisa membayarnya.


sebenarnya alasan mereka mengajak Kesya ke mall itu agar mereka bisa beli baju pakai uang Kesya.


"aduh Kesya kayaknya aku lupa bawa dompet deh" kata Fanda pura-pura memeriksa tasnya.


"kayaknya aku juga deh lupa bawa dompetnya karena tadi perginya buru" kata Riska juga pura-pura membuka tasnya.


Laili jadi bingung harus beralasan apa.


"Kesya boleh enggak kami pinjam uang kamu dulu? soalnya kami enggak bawa uang" kata Laili memohon.


Kesya yang melihatnya pun heran pasalnya mereka melupakan dompet secara beramaan.


"masa sih lupa dompet bisa bersamaan begitu" kata Kesya dalam hati.


"yaudah kalian boleh pinjam uang aku kok, ayok kita ke kasir bayar belanjaannya" ajak Kesya sambil menuju ke kasir dan di ikuti oleh ketiga temannya.


"total semuanya RP. 951.500,00 mbak" kata pengawai mall nya sambik tersenyum rama.


"ini mbak" kata Kesya sambik menyodorkan kartu kreditnya.


"yaudah kita makan yuk" ajak Riska


dan di setujui oleh mereka.


dan lagi Kesya yang harus membayar makanannya.


dan kejadian tersebut berulang kali terjadi saat mereka jalan-jalan bersama.


sampai Kesya menyadari kalau dirinya hanya dimanfaatkan oleh ketiga temannya yang hanya menginginkan hartanya.


sebab itu Kesya memutuskan untuk menjauhi mereka.

__ADS_1


Karena muak dengan orang-orang yang selalu memanfaatkannya, akhirnya Kesya memilih melanjutkan pendidikannya di Inggris agar terjauh dari mereka*.


flashback end


__ADS_2