AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?

AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?
Chapter 27


__ADS_3

sedangkan Herry ia merasa heran saat mendengar suara bosnya yang seprti sedang menahan amarah, ya ampun sepertinya kali ini Herry akan mendapat sesuatu dari bosnya itu.


Dengan segera ia menuju apartemen bosnya.


"ada apa pak?" tanya Herry saat sampai di apartemen Dean.


"berapa lama lagi aku di sini?" tanya Dean dengan dingin dan terlihat sedang menahan emosi.


Herry segera mengecek jadwal Dean di ponselnya.


"sekitar seminggu lagi pak" Katanya.


"apakah ada rapat penting?" tanya Dean.


"seminggu kedepan tidak ada rapat yang terlalu penting, selain itu hanya ada pengecekan proyek ke Bangkok 3 hari lagi. hanya itu pak"


"baiklah, percepat jadwal aku ke Bangkok. kalau bisa besok dan pesankan juga tiket ke Indonesia 2 hari lagi" kata Dean.


"baik pak. ada lagi pak?"


"kamu boleh pergi"


Herry pun segera undur diri.


Dean memiliki apartemen di Singapura, karena perusahaannya ada di Singapura juga. jadi tidak ribet saat dia ke Singapura untuk mengecek perusahaannya.


-Jakarta-

__ADS_1


saat ini Kesya sangat bosan di rumah karena hampir sebulan ia hanya tinggal di rumah, keluar pun hanya sesekali. Ia juga merasa sangat kesal dengan Dean yang selama ini tidak pernah menghubunginya lagi setelah Dean sampai di Singapura, apakah dia sesibuk itu sampai-sampai tidak menghubungi Kesya? balas pesan pun tidak, padahal Kesya setiap hari mengirimkan pesan untuk Dean, tapi semuanya hanya di Read. Kesya sangat merindukan Dean, pernah ia berfikir mungkinkah Dean telah menemukan perempuan lain di sana? dan hal itu membuat Kesya jadi takut, tapi ia mensugesti dirinya kalau Dean tidak mungkin seperti itu.


ting...ting...(nada dring ponsek Kesya)


"halo" kata Kesya saat menjawab telepon.


"halo Kesya, ini aku Geri"


"ada apa Geri?"


"akhir pekan kamu ada acara nggak?"


"enggak tahu" Jawab Kesya asal.


"kalau ada, aku minta tolong banget sama kamu. akhir pekan rencananya aku mau lamar seorang wanita" kata Geri di seberang telepon dengan malu.


"benarkah? aku ikut senang mendengarnya. insyaallah aku akan bantu kamu" kata Kesya antusias.


"syukurlah, makasih ya Sya nanti aku kabari lagi" kata Geri lega saat Kesya akan membantunya.


Hari ini adalah hari kepulangan Dean ke Indonesia dan juga hari di mana Kesya akan membantu Geri melamar seorang perempuan yang di sukainya.


sebelum Kesya membantu Geri ia sudah mengirimkan pesan pada Dean, kalau dia akan membantu Geri, namun Dean tak kunjung juga membaca pesan Kesya hal itu membuat Kesya jengkel, jadi dia memutuskan akan membantu Geri, toh dia juga sudah mengirim pesan pada Dean, hanya saja Dean tidak membacanya.


Geri dan Kesya rencananya akan bertemu di Cafe.


"jadi aku harus gimana Ger?" tanya Kesya.

__ADS_1


"aku minta tolong sama kamu untuk berakting jadi perempuan itu dulu ya, soalnya aku mau latihan lamar dia, supaya nanti aku tidak gugup" sahut Geri yang sangat kentara ke gugupannya.


Kesya yang melihat itu pun sontak tertawa apalagi melihat mimik wajah Geri yang sangat lucu menurutnya.


"hahhahaha, sumpah kamu lucu banget" kata Kesya di sela-sela tawanya dan sesekali mengelap air matanya yang keluar karena tertawa.


Geri pun jadi kesal karena Kesya malah menertawakannya.


"udah ketawanya" kesel Geri yang melihat Kesya yang masih tertawa.


Kesya pun mulai meredakan tawanya saat menyadari kalau Geri sudah kesel.


"yaudah praktek sekarang yuk" kata Kesya saat sudah meredakan tawanya dan mulai serius.


Geri pun mulai serius sambil memegang kedua tangan Kesya dan berlutut.


"aku tahu, aku bukan pria idaman kamu, seperti oppa-oppa Korea yang selalu kamu idam-idamkan, yang selalu kamu puji-puji. aku bukan pria romantis yang akan melamar sang pujaan hati di sebuah pantai yang indah dan di kelilingi oleh lilin-lilin yang berbentuk hati dan semacamnya, tapi di sini aku ingin kamu hadir di setiap jalan hidupku, selalu menemaniku dan mendukungku. aku sadar aku bukan pria sempurna tapi aku ingin kamu menyempurnakan ketidak sempurnaanku. will you marry me?" kata Geri sambil membuka kotak beludru yang berisi cincin berlian yang sangat indah.


"yes. i will" kata Kesya tegas.


tanpa mereka sadari, seseorang telah merekam kejadian tersebut sambil tersenyum licik.


"ini akan jadi senjata berharga aku untuk membuat lo pergi dari hidup Dean" kata wanita itu sambil berlalu pergi.


"gimana Kes? aku nggak terlalu kaku kan?" tanya Geri.


sedangkan Kesya tertawa geli melihat tingkah Geri yang kelihatan sangat gugup itu.

__ADS_1


__ADS_2