AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?

AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?
Chapter 12


__ADS_3

"kamu ***..." ucapan Kesya terpotong saat melihat Dean mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi dengan membanting pintu kamar mandi, sehingga membuat Kesya kaget.


Kesya pov


aku kaget saat ia membanting pintu kamar mandi, kenapa harus ia yang marah, padahal dia yang membuka pintunya. dari pada memikirkannya, sebaiknya aku tidur supaya nanti bisa kebih fresh untuk acara resepsinya.


aku pun merebahkan tubuhku di kasur, uh rasanya yaman sekali.


Kesya pov end


beberapa menit kemudian Dean keluar dari kamar mandi dan melihat Kesya yang terlelap di atas kasur, ia pun mengambil pakaian di dalam tas yang di bawanya tadi, kemudian ikut merebahkan dirinya di samping Kesya.


16.10


tok... tok


terdengar ketukan pintu. sehingga membuat Kesya terjaga, namun saat ia membuka mata ia melihat Dean yang juga sedang tertidur di sampingnya, apa lagi Dean tidur menyamping menghadap langsung dirinya membuat ia kaget.


tok... tok...


Kesya pun bangun untuk membuka pintu


" kalian kok lama banget sih buka pintunya? " tanya Wina sambik berusaha mengintip kedalam, ingin melihat apa yang mereka lakukan? kenapa sangat lama membuka pintu? padahal dirinya sudah dari tadi berdiri di sini sambik mengetuk pintu berulang kali.


"maaf bun, kami keriduran" kata Kesya menjawab pertanyaan Wina.


"oh kirain kalian" kata Wina sambik terkekeh


sehingga membuat Kesya bingung.


"kirain apa bun? " tanya Kesya bingung

__ADS_1


"ah tidak, sebaiknya kamu bangunin Dean terus siap-siap untuk acara resepsinya" kata Wina sambik berlalu.


Kesya pun menutup pintu dan berjalan ke kasur untuk membangunkan Dean.


"Dean bangun!" kata Kesya, namun sepertinya tidak ada tanda-tanda Dean akan bangun.


Kesya pun memberanikan diri untuk mengguncang tubuh Dean pelan agar terbangun.


dan Sepertinya berhasil, karena Dean terlihat sedang berusaha membuka kelopak matanya


"Dean bangun, kata bunda kita harus siap-siap untuk resepsi" kata Kesya saat Dean bangun, namun Dean hanya diam tidak menanggapi ucapan Kesya.


"aku atau kamu dulu yang mandi? " tanya Kesya.


"aku dulu" kata Dean singkat sambil berlalu ke kamar mandi.


Kesya pun memberekan tempat tidur sambil menunggu Dean selesai mandi.


tok... tok...


"hai mbak Kesya, kami akan merias embak lagi" kata perias itu sambil tersenyum ramah.


Kesya membalas senyumannya, kemudian Kesya berfikir apakah ia suruh masuk penata riasnya atau tidak? soalnya ada Dean di dalam. takutnya Dean tidk nyaman nanti. ia pun memilih untuk menyuruh perias itu duduk di kursi depan kamarnya.


"ehm kalian duduk di situ dulu ya, soalnya Dean baru mandi, nanti saya panggil lagi saat sudah mandi" kata Kesya sambik menunjuk kursi di depan kamarnya, perias itu pun mengangguk mengerti dan duduk bersama rekannya di kursi.


" ehm Dean periasnya ada di depan, kalau kamu sudah siap, panggil mereka untuk bantu kamu " kata Kesya memberitahu saat melihat Dean keluar kamar mandi.


Kesya pun mandi setelah Dean keluar kamar mandi.


beberapa menit kemudian, setelah mereka berdua selesai dirias, mereka pun berjalan keluar menuju mobil untuk ke pantai, tempat resepsi pernikahan mereka.

__ADS_1


resepsi pun dimulai saat pengantingnya datang. tamu undangan berdecak kagum saat melihat mereka berdua yang sangat serasi di tambah lagi pemandangan malam di pantai ini, menambah kesan bagi para tamu.


Kesya sendiri sangat takjub dengan dekorasi ini, menurutnya ini sangat luar biasa. apalagi ia sangat menyukai pantai.


tampak sederhana namun sangat elegan sehingga membuat Kesya sangat kagum, apalagi saat ia melihat ke penjuru lainnya. dimana cahaya malam di terangi oleh lampion yang banyak


Kesya dan Dean pun berjalan ke atas panggungung yang disediakan khusus pengantin.


tamu pun silih berganti menyalami Kesya dan Dean sambil mengucapkan selamat dan berdoa semoga pernikahan mereka langgeng.


bahkan mereka foto bersama dengan orang-orang yang terdekat mereka.


tak lama kemudian, sahabat-sahabat Dean naik kepanggung untuk menyalimi Dean dan Kesya.


"wih gila bini lo cantik banget" kata Feno sambil sambil memandangi Kesya dengan pandangan kagum.


sedangkan Kesya merasa risih, karena terus di pandangi. Kesya pun menundukkan kepalanya.


"kalau gw tau dia secantik ini, dulu gw saranin lo enggak usah nikahin dia, biar gw aja yang nikahin" kata Candra terpesona.


sedangkan Sean hanya memandang Kesya dengan pandangan yang sulit di artikan.


Fendi ia malah acuh tak acuh.


Dean yang mendengar sahabatnya mengagumi Kesya pun hanya cuek saja walaupun sebenarnya ia kesel juga.


Sean yang melihat itu pun tersenyum miring, bagaimana mingkin Dean mengabaikan wanita seperti Kesya. ia pun membisikkan sesuatu ke Dean, sehingga membuat Dean memandang tajam ke arah Sean.


"gw cuma mau bilang, kalau lo sia-siain dia, gw bakal rebut dia, supaya jadi milik gw lagi" bisik Sean sambil tersenyum miring dan menyalimi Dean dan Kesya kemudian, berfoto.


Dean terus memikirkan perkataan Sean, kenapa Dean mengatakan akan merebut Kesya dan menjadikan miliknya lagi?. apakah mereka saling mengenal? apakah mereka pernah berpacaran?. pertanyaan itu yang terus menghantui pikiran Dean. Dean pikir Sean hanya main-main saat mengatakannya, tapi saat melihat ekspresi Sean yang kelihatan serius, sepertinya dia sungguh-sungguh. ini pertama kalinya ia melihat ekspresi Sean yang seperti itu.

__ADS_1


beberapa jam kemudian, para tamu pun selesai menyalimi Dean dan Kesya. mereka semua sedang menimati hidangan yang tersedia.


Kesya kelihatan lelah terus menerus berdiri tadi. Dean yang melihat itu pun hanya cuek saja.


__ADS_2