AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?

AKANKAH SEMUA BERAKHIR BAHAGIA?
Chapter 20


__ADS_3

"yaudah aku masakin bubur dulu baru minum obat" kata Kesya sambil berlalu.


Dean tersenyum tipis melihat Kesya yang terlihat khawatir dengannya.


sedangkan Kesya sedang memasak bubur di dapur, setelah itu ia mengambil obat demam di kamarnya yang kebetulan ada.


"kamu makan dulu ya" kata Kesya sambil meletakkan nampang di meja kecil samping ranjang Dean.


Dean hanya melihatnya saja, berharap


Kesya akan menyuapinya.


Kesya yang melihat itu pun mengerti dan mengambil bubur itu untuk menyuapi Dean, sebenarnya Kesya sangat malu apalagi mereka sangat jarang berinteraksi sehingga membuat Kesya jadi canggung, berbeda dengan Dean yang dengan senang hati menerima suapan Kesya.


1 bulan kemudian...


setelah kegiatan suap-menyuap saat Dean sakit, kini hubungan Kesya dan Dean semakin membaik, bahkan sangat baik malah.


sejak kejadian itu Dean semakin hangat dengan Kesya begitupun sebaliknya.


mereka sudah banyak berinteraksi dan bercanda, bahkan Dean selalu mengantar Kesya ke butiknya dan biasanya Kesya juga mengantar makan siang untuk Dean ke kantornya.


tapi saat ini belum ada yang mengungkapkan perasaan mereka, sehingga Kesya merasa kalau Dean hanya balas budi padanya, tapi Kesya tidak mempermasalahkan hal itu saat ini, asalkam dirinya dan Dean selalu bersama dan baik seperti sekarang.


"hari ini kamu nggak usah ke butik ya, temenin aku di rumah aja" kata Dean manja pada Kesya. hari ini Dean tidak ke kantor, alasannya karena ia malas dengan dokumen-dokumen yang ada di mejanya.


"nggak bisa gitu dong akukan nggak malas" protes Kesya bermaksud menyinggung Dean.


"sayang aku tuh nggak malas, hari ini aku cuti" kata Dean.


mendengar kata sayang dari mulut Dean membuat Kesya bersemu merah.

__ADS_1


"terserah, pokoknya aku tetap akan ke butik" kata Kesya dengan wajah merah sambil berlalu keluar.


"sayang tunggu, kalau gitu aku ikut ke butik kamu aja ya" kata Dean sambil mengejar Kesya.


mereka berdua pun menuju butik Kesya.


"kamu boleh duduk di sana" kata Kesya saat memasuki ruangannya.


sedangkan Dean memperhatikan ruangan Kesya dengan takjub. dulu saat pertama kali ke sini ia tidak terlalu memperhatikannya.


Dean duduk dengan bosan, karena sedari tadi Kesya hanya mendiamkannya, Kesya sibuk dengan sketsa bajunya. Dean pun memperhatikan Kesya yang tengah serius dengan sketsanya, ia pun menyunggingkan senyumnya melihat hal itu.


beberapa jam kemudian...


Kesya melihat ke arah sofa yang ada di ruangannya, ia melihat Dean yang tertidur pulas di sana.


" pasti dia bosan tadi" katanya.


ia mengambil HPnya dan menelepon Fira untuk memesankannya makanan.


tok...tok...


"masuk aja Fir" kata Kesya yang mengetahui orang yang mengetuk pintunya adalah Fira.


" siang mbak, ini makanannya. apa perlu saya hidangkan?" tanya Fira saat meletakkan makanan itu di meja.


"tidak perlu, kamu boleh istirahat" kata Kesya sambil menghidangkan makanan itu.


"Dean, bangun. kita makan siang dulu" kata Kesya sambil mengguncang tubuh Dean dengan pelan.


Dean pun mengucek matanya dan bangun,

__ADS_1


" kamu cuci muka dulu gih supaya lebih segar. kamar mandinya di dalam ruangan itu" kata Kesya sambil menunjuk suatu ruangan. Dean hanya menurutinya saja.


tak lama kemudian, Dean keluar dengan wajah yang lebih fresh.


"ayo kita makan dulu" ajak Kesya.


mereka mulai makan dengan sesekali Dean mengajak Kesya mengobrol.


" wah sepertinya aku datang tidak tepat ya" kata seseorang saat membuka pintu rungan Kesya.


"ehm enggak kok, ayo masuk sekalian kita makan siang bareng" kata Kesya.


sedangakan Dean, ia sudah menahan emosinya melihat orang itu.


"nggak papa nih?" tanya pria itu sambil melirik Dean yang terlihat tidak suka.


"nggak apa-apa kok, iyakan Dean?" tanya Kesya sambil melihat Dean dengan tersenyum.


Dean hanya diam saja. Feno pun duduk dan makan siang bersama mereka, yah orang itu Feno.


"kok kalian diam-diam sih, lagi marahan ya?" tanya Kesya dengan polosnya.


"nggak kok, kita baik-baik ajakan Dean" kata Feno sambil merangkul Dean.


Dean hanya cuek saja.


"kalian kok bisa kenal?" tanya Dean tiba-tiba.


"kami kenal sejak kecil" jawab Feno singkat.


"kamu juga kenal sama Sean?" tanya Dean sambil melihat Kesya.

__ADS_1


__ADS_2