
"tadi dia jatuh saat akan ganti baju" kata Mira menjawab pertanyaan Kesya.
"ish... Rian bendel banget sih, kan kak Kesya sudah bilang jangan lari-lari nanti jatuh" kata Kesya sambil menarik hidung Rian,
"hehehe,aduh hidung Rian sakit" kata Rian cemberut.
Kesya dan Rian mengobrol sambil bercanda hal itu tak luput dari pandangan Dean yang sedari tadi memandangi Kesya.
"Kesya sudah cocok jadi ibu" kata Mira ikut melihat hal itu, Dean tersenyum membayangkan anaknya nanti bersama Kesya.
"oh ya ayo kita makan malam dulu baru lanjut lagi ngobrolnya" ajak Mira di sela-sela obrolan mereka.
*****
1 tahun kemudian
"sayang minggu depan aku akan ke Singapura untuk perjalanan bisnis" kata Dean sambil memeluk Kesya dari belakang.
"berapa lama?" tanya Kesya.
"sekitar 2 bulan, soalnya ada sedikit masalah dengan perusahaan di sana" kata Dean sambil membalikkan badan Kesya.
"sebaiknya kamu tinggal sama bunda ya saat aku pergi takutnya kamu kesepian di rumah" kata Dean.
"nggak apa-apa kok, aku akan tetap tinggal di sini"
"tapi..." ucapan Dean terpotong.
"kamu tenang aja aku akan baik-baik saja"
"baiklah" kata Dean sambil memeluk Kesya.
Sebenarnya Kesya kecewa ia berharap Dean mengajaknya.
selama setahun ini hubungan Kesya dan Dean semakin membaik, mereka sudah satu kamar dan pernikahan mereka sudah seperti pasangan lainnya.
semakin hari Kesya semakin mencintai Dean, Dean pun begitu namun belum ada yang mengungkapkan perasaan masing-masing.
"bagaimana kalau kita jalan-jalan besok?" usul Dean pada Kesya sambil melepaskan pelukannya.
Kesya hanya mengangguk sambil bersandar di bahu Dean.
keesokan harinya
__ADS_1
Kesya masih tidur sedangkan Dean sudah bangun sejak tadi bahkan sedari tadi ia terus memandangi wajah Kesya yang tertidur pulas dengan damai.
"sayang bangun!" kata Dean sambil mengusao pipi Kesya dengan lembut namun sang empunya tidak bangun sama sekali.
"sayang bangun, hari ini kan mau jalan-jalan" kata Dean mencubit pipi Kesya sampai Kesya menggeliat kecil.
"kalau kamu nggak bangun aku cium" kata Dean gemas melihat Kesya yang tak kunjung bangun.
Dean pun mencondongkan badannya ke arah Kesya untuk menciumnya.
"ehm... Deamm" Kesya bangun dengan kaget saat Dean menciumnya. Dean tetap melanjutkan ciumannya walaupun Kesya sudah bangun.
Kesya pun mendorong tubuh Dean dengan kuat sampai ciuman lepas.
"hoss...hoss... kamu mau bunuh aku ya?" kata Kesya kesel karena Dean menciumnya sampai kehabisan nafas.
"hehehe soalnya dari tadi aku bangunin, kamu nggak bangun-bangun juga" kata Dean, terkekeh melihat Kesya.
"hari ini kita kemana?" tanya Kesya setelah setelah menormalkan nafasnya.
"gimana kalau kita ke Pantai." usul Dean yang di angguki okeh Kesya, Kesya sudah lama tidak ke pantai setelah orang tuanya meninggal.
setelah menempu perjalan menuju yang cukup lama akhirnya mereka sampai di pantai.
"iya aku suka banget, makasih ya" kata Kesya antusias sambil mencium pipi Dean.
Dean kaget saat Kesya menciumnya, ia melihat ke arah Kesya yang sedang memerah Dean pun mencium bibir Kesya dan Kesya membalasnya.
mereka sedang berjalan di bibir pantai sambil bergandengan tangan, dengan usil Dean menceburkan Kesya ke dalam air sehingga Kesya basah dan kesel karena ulah Dean. Kesya mengejar Dean untuk membalasnya. mereka pun saling mengejar sambil tertawa bahagia.
saat mereka lelah, mereka memilih untuk beristirahat di horel dekat pantai. saat perjalan ke hotel tiba-tiba Kesya merasa pusing dan...
BRUK!
Kesya pingsan, Dean yang melihatnya pun jadi panik seketika,
"sayang kamu kenapa?" tanya Dean sambil menepuk pipi Kesya. Dean pun segera menggendong Kesya ke hotel.
saat Dean akan menelpon Dokter pribadinya, ia mendengar Kesya yang memanggil namanya. Dean pun segera menghampiri Kesya yang terbaring.
"sayang bagaimana perasaan kamu?" tanya Dean dengan cemas.
"aku nggak apa-apa kok, tadi aku cuma pusing aja" kata Kesya menenangkan Dean Yang terlihat khawatir.
__ADS_1
"aku telepon dokter dulu ya" kata Dean sambil menelepon dokter.
"nggak usah aku udah baikan kok" kata Kesya.
"tapi..."
"aku udah baikan mending, kamu pesan makan siang aku lapar" kata Kesya manja.
"baiklah" kata Dean pasrah.
"kita menginap aja ya malam ini" kata Dean Kesya hanya mengangguk.
dret...drettt...
Dean segera mengangkat ponselnya saat Harry asisten Dean menelpon.
"ada apa ?" tanya Dean saat mengangkat telepon dari Harry.
"tuan anda harus mempercepat keberangkatan anda ke Singapura, ada masalah di sana semua pemegang saham protes mengenai proyek kita yang bermasalah di Bangkok" jelas Harry.
"baiklah, siapkan keberangkatanku lusa" kata Dean.
"baik tuan"
Dean memutuskan panggilan.
"ada masalah?" tanya Kesya.
"iya, aku harus mempercepat keberangkatanku ke Singapura" kata Dean.
"Kesya besok aku akan panggil bik Lina ke rumah untuk bantu dan temani kamu di rumah"
"okeyy"
"ayo kita tidur besok pagi kita akan pulang" kata Dean berbaring dan memeluk Kesya.
"selamat pagi tuan nyonya" sapa Lina saat memasuki rumah Dean.
"pagi Lina" balas Kesya ramah.
"Lina mulai sekarang kamu akan kerja di sini untuk bantu Kesya" kata Dean.
"baik tuan"
__ADS_1
"Lina ayo aku tunjukkan kamarmu" ajak Kesya.