
*pagi hari di rumah Kesya*
"selamat pagi semuanya" sapa Kesya semangat.
"pagi kak Kesya" jawab Rian takkalah semangat.
"kesya, habis makan temui paman, ada yang ingin paman omongin" kata Aris dan diangguki oleh Kesya.
diruang kerja Aris.
"paman mau omongin apa? " tanya Kesya.
" Kesya, sebelum papamu meninggal dia menitipkan pesan kepada paman, kalau dia sudah menjodohkan kamu sama anak sahabatnya" jelas paman Aris menunggu reaksi Kesya.
"paman harap kamu menyetujuinya karena itu adalah permintaan terakhir kak Hamzah" kata paman Aris memohon.
Kesya pun hanya tersenyum lembut.
" paman tenang aja ku setuju kok, aku yakin orang yang di jodohkan denganku adalah pria baik karena papa sendiri yang memilihnya" kata Kesya menyetujui.
"benarkah, kak Hamzah pasti senang. baiklah paman akan kabari Haris secepatnya" kata Aria senang.
sebenarnya Kesya agak keberatan dengan perjodohan ini, tapi demi memenuhi keinginan almarhum papanya ia rela melakukan apapun.
Kesya yakin kalau keputusan yang ia ambil adalah keputusan terbaik.
Di tempat lain.
"sayang temanin aku belanja yuk" kata Zindi manja pada Dean.
sebenarnya Dean sudah bosan dengan Zindi karena tingkahnya yang berlebihan, tapi ia menunggu moment yang pas untuk memutuskan Zindi.
Dean melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 3.04 sore.
"yaudah yuk aku temanin" kata Dean berdiri sambil berlalu keluar yang di ikuti Zindi.
"sayang kita ke Kesya butik aja, kata temanku di situ bajunya bagus-bagus" kata Zindi.
Dean menuruti permintaan Zindi dan memarkirkan mobilnya di depan butik.
__ADS_1
"selamat datang, ada yang bisa kami bantu mbak? " tanya pegawai butil tersenyum ramah.
Zindi pun memilih baju yang ingin dia beli.
Dean hanya menunggu Zindi di sofa khusus untuk tamu.
"Fira hari ini kamu jaga butik ya, saya pulang dulu" kata Kesya dengan wajah yang pucat.
"iya mbak, muka mbak sangat pucat apa perlu saya antar pulang" kata Fira khawatir mslihat Kesya yang kelihatan pucat.
"enggak papa kok cuman sedikit pusing, kamu jaga butik aja" kata Kesya berlalu keluar butik.
Dan percakapan Kesya dengan Fira pun tak luput dari penglihatan Dean.
"sayang aku udah dapat bajunya, ayo pulang " ajak Zindi dan diangguki oleh Dean.
RUMAH DEAN.
Terlihat Haris dan Wina sedang duduk sambil memandangi foto seorang gadis yang akan menjadi menngunya.
"yah, calon menantu kita cantik ya" kata Wina memandangi foto Kesya seraya tersenyum.
"apalagi bunda, bunda jadi tidak sabar melihat anak mereka pasti lucu deh" kata Wina membayangkan calon cucunya.
tak lama Dean pun masuk ke rumah, Haris yang melihatnya pun memanggil Dean untuk ikut duduk dengan mereka.
"Dean sini" kata Haris dan Dean pun menuruti.
"tadi ayah udah ketemu sama Aris paman Kesya. wanita yang akan di jodohkan dengan kamu" beritahu Haris.
"memang papanya kemana? " tanya Dean heran kenapa harus bertemu dengan pamannya wanita itu bukan papanya.
"Dean Kesya itu anak yatim piatu, Hamzah sama Ratih orang tua Kesya sekaligus sahabat ayah udah meninggal 10 tahun yang lalu karena kecalakaan" kata Haris sedih mengingat kematian sahabatnya itu.
mendengar hal itu Dean pun merasa iba kepada Kesya.
"kasian, pasti dulu ia sedih" kata Dean dalam hati "kok aku bisa pikirin dia sih, kenal aja enggak" lanjut dean dalam hati.
"jadi kami sudah putuskan kalau bulan depan kalian akan menikah, kamu enggak usah khawatir ayah yang akan urus semuanya.
__ADS_1
kamu tinggal persiapkan diri kamu aja" kata Haris memberitahu.
"iya terserah ayah aja, aku bersih-bersih dulu"
kata Dean menuju kamarnya.
sebenarnya Dean tidak ingin di jodohkan, tapi melihat kedua orang tuanya yang bahagia dia jadi tidak tega untuk menolak selain itu kalau dia menolak perjodohan ini ayahnya tidak akan memberikan perusahaan sepenuhnya kepada Dean.
Di rumah Kesya.
terlihat Kesya, Aris dan Rian di ruang keluarga, Rian dan Kesya sedang bermain manopoli sedangkan Aris sedang menonton siaran bisnis di tv. Mira tidak ada karena dia sedang keluar arisan bersama teman-teman sosialitanya.
"hari ini paman sudah bertemu dengan Haris membicarakan tentang perjodohan kamu sama anaknya Dean dan pernikahan kalian akan di laksanakan bulan depan" kata Aria membuka pembicaraan.
"ehm, paman apa tidak kecepatan kalau bulan depan?" kata Kesya protes.
"tidak kok, lagian mereka menginginkan seceoatnya dan Haris bilang dia yang akan mengurus semuanya, kamu cuman perlu persiapkan diri kamu aja" kata Aris menjelaskan.
"baiklah kalau begitu" kata Kesya.
"kalau nanti kak Kesya udah menikah berarti enggak tinggal disini lagi dong?" tanya Rian sedih.
"iya sayang, kan kak Kesya harus ikut suaminya. tapi Rian enggak usah sedih Rian masih bisa kok kerumah kak Kesya atau Rian yang kesana, iyakah Kesya? " kata Aris menjelaskan ke Rian yang kelihatan sedih sambil bertanya ke Kesya.
"iya sayang, Rian boleh kok berkunjung nanti di rumah kakak. jangan sedih lagi ya" kata Kesya ikut menghibur Rian yang sedih.
"okedeh, Rian enggak sedih lagi" kata Rian kembali ceria sambil melanjutkan mainnya dengan Kesya dan Aris hanya tersenyum melihat tingkah mereka.
hari ini Kesya berangkat sangat pagi ke Butik, karena kata Fira karyawan butiknya mengatakan kalau hari ini salah satu pelanggang ada yang komplain mengenai baju yang ia beli di buktik Kesya. dan meminta langsung pemilik butik yang mengananinya.
Kesya heran bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi, ia tahu persis kualitas produk yang ada di butiknya dan ia bisa jamin hal itu sangat berkualitas serta selalu di periksa oleh karyawannya sebelum produk itu di jual. apalagi orang itu komplainnya sepagi ini.
tak lama kemudian Kesya pun sampai di butik miliknya dan terdengar sayup-sayup suara orang yang sedang beradu argumen.
"maaf mbak kami kemarin sudah memeriksa bajunya dan semuanya baik-baik saja" kata salah-satu pegawai Kesya.
"alah... saya tidak mungkin salah, itu hanya alasan kalian aja kan supaya enggak ganti baju saya karena tidak mampu belikan" kata orang yang komplain merendahkan pegawai butik itu.
" ada apa ini? " kata Kesya sambil memasuki butik, orang yang berada didalam butik pun menoleh kearah Kesya.
__ADS_1