
tiba-tiba Dean berfikir, mungkin saja saat ini Kesya sedang menemui selingkuhannya.
Kesya membuka pintu kamarnya setelah kembali dari rumah sakit. saat ini ia sangat ingin mengistirahatkan tubuhnya yang masih belum pulih diatas kasur empuknya.
"Kamu dari mana aja?" tanya Dean tiba-tiba membuka pintu kamar mandi.
Kesya yang tengah bersiap ingin baring, terlonjat kaget mendengar suara Dean yang tiba-tiba membuka pintu kamar mandi.
"Dean kapan kamu pulang? kok nggak ngabarin?" sahut Kesya sambil menghampiri Dean dengan senyum manisnya.
Dean yang mendengar pertanyaan Kesya hanya tersenyum sinis sambil berkata.
"kenapa? takut keganggu sama selingkuhan kamu ya?"
"Dean kamu ngomong apasih? aku nggak ngerti.. dan selingkuhan apa makhsud kamu?" tanya Kesya bingung.
"sudahlah. aku tahu kelakuan kamu selama ini" kata Dean.
"emangnya apa yang aku lakukakn?" tanya Kesya yang masih dilanda kebingungan.
"kamu tanya aku apa yang kamu lakukan? harusnya kamu lebih tahu yang kamu lakukan selama aku pergi" kata Dean sinis.
"aku nggak ngerasa ngelakuin apa-apa" kata Kesya.
__ADS_1
"ngaku aja, aku tahu selama ini kamu berhubungan sama dia kan?" kata Dean dengan suara yang lebih tinggi.
"aku benar-benar nggak ngerti sama kamu. selama ini aku selalu menunggu kabar dari kamu yang nggak pernah hubungin aku. aku khawatir dan selalu kirimin kamu pesan, tapi semuanya cuma di baca dan sekarang kami tuduh aku selingkuh dengan dia yang bahkan aku tidak tahu siapa?" kata Kesya menitikkan air mata sambil duduk di ranjang, karena merasa pusing.
Dean yang melihat Kesya hanya diam sekaligus khawatir, tapi ia lebih memilih untuk pergi meninggalkan kamar.
Kesya menangis sesenggukan melihat Dean yang menginggalkannya. Dia dapat melihat tatapan kecewa Dean sedari tadi kepada dirinya, tapi ia tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi.
bagaimana mungkin aku selingkuh di saat aku sangat mencintai kamu. kata Kesya dalam hati.
sementara itu, Dean memilih ke ruangan kerjanya untuk menenangkan diri. hatinya sakit saat melihat Kesya menangis, tapi rasa kecewa lebih mendominasi di hatinya dengan kelakuan Kesya. ia pun akhirnya memilih untuk tidur di sofa ruang kerjanya.
Keesokan harinya.
Dean terbangun saat mendengar suara panggilan masuk di ponselnya, dengan memejamkan mata ia mengambil dan menjawab telepon.
"halo"
"halo pak, hari ini ada beberapa meeting penting dengan klien, saya sudah kirik jadwalnya melalui pesan" kata Herry di seberang telepon.
"baik" kata Dean menutuskan panggilan dan segera membuka aplikasi pesan.
saat akan membuka kotak masuk dari Hari, tanpa sengaja ia melihat kotak masuk dari Kesya yang lumayan banyak, ia membuka pesan daru Kesya terlebih danuhu dan membacanya dari awal sampai akhir.
__ADS_1
ia menghela nafas kasar dan segera menelpon Herry.
"halo pak" sahut Herry setelah panggilan terhubung.
"kamu yang wakili saya meeting hari ini dan gantikan saya selama 4 hari di kantor" kata Dean to the point.
"tap.." kata Herry terputus, karena Dean langsung mematikan panggilan sepihak dan segera menuju kamarnya bersama Kesya.
saat membuka kamar Dean tidak melihat Kesya di sana. ia segera ke dapur untuk mencari Kesya, karena biasanya dia akan memasak sepagi ini.
Dean langsung memeluknya dari belakang saat menemukan Kesya sambil mengucapkan kata maaf.
"maafin aku ya tadi malam udah nuduh kamu selingkuh" kata Dean.
Kesya berbalik menatap suaminya sambil tersenyum dan memeluk Dean.
"aku udah maafin kok" kata Kesya.
Dean mengeratkan pelukannya saat mendengar kata Kesya.
"aku mau tahu kenapa kamu nuduh aku semalam" sahut Kesya.
"aku janji akan jelasin nanti, kamu lanjut masak dulu aja soalnya aku udah lapar" kata Dean.
__ADS_1
Kesya menggangguk setuju dan melanjutkan acara memasaknya.